<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900</id><updated>2012-01-22T08:55:45.859-08:00</updated><category term='Perjuangan Bersenjata Dan Diplomasi RI ( 1945-1949 )'/><category term='Paraku - PGRS'/><category term='Wangsa Syailendra'/><category term='Kerajaan Mataram Hindu'/><category term='Kraton Medang Kamulan Berkiblat Merapi'/><category term='Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945'/><category term='Intelijen Jepang Sebelum Invasi Jepang Ke Hindia Belanda'/><category term='SLAMET RIJADI'/><category term='Masyarakat Samin'/><category term='Pembantaian Terhadap Orang-Orang Cina'/><category term='Upacara Slametan Orang Jawa'/><category term='Wali Sanga Dalam Kesusastraan Jawa'/><category term='Serbuan Mataram Ke Batavia tahun 1628 dan 1629'/><category term='Pengakuan Kedaulatan Indonesia / RIS 1949'/><category term='Politik Beras Kerajaan Mataram'/><category term='Merah Putih dan Kemerdekaan malaysia'/><category term='Peristiwa Madiun 18 September 1948'/><category term='Pergerakan Nasional Indonesia'/><category term='Kerajaan Islam Samudera Pasai'/><category term='Pengantar Blog'/><category term='Perang Padri (1821-1838)'/><category term='Mardijker dan Merdeka'/><category term='Serbuan Banten Ke Batavia'/><category term='Bung Karno Kembali Ke Jakarta 1949'/><category term='Sultan Mahmud Badaruddin II'/><category term='Pranata Mangsa'/><category term='Dari Majapahit Ke Demak'/><category term='Kesultanan Mataram Islam'/><category term='Prasasti Talang Tuo Kerajaan Sriwijaya'/><category term='Kerusuhan Anti Tionghoa'/><category term='Kraton Ratu Boko'/><category term='Perjuangan Anti Belanda Di Australia ( 1942 - 1949 )'/><category term='Premanisme'/><category term='Jaman Pendudukan Jepang Di Indonesia 1942-1945'/><title type='text'>JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH</title><subtitle type='html'>BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PARA PAHLAWANNYA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>88</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6814229216961718483</id><published>2012-01-22T08:21:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T08:55:45.880-08:00</updated><title type='text'>MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 3 )</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-flF_qBtChm0/Txw7bsytS5I/AAAAAAAAAi0/qAm8yZBcTyw/s1600/amangkurat_I.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-flF_qBtChm0/Txw7bsytS5I/AAAAAAAAAi0/qAm8yZBcTyw/s200/amangkurat_I.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700496575410555794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;S&lt;span &gt;etelah Sultan Agung wafat, tahta kraton dipegang oleh Sunan Amangkurat I (putra Sultan Agung Hanyokrokusumo yang nama aslinya Raden Mas Jibus). Pada masa pemerintahan Amangkurat I inilah situasi kraton mengalami masa surut. Kraton Pleret diserang oleh Trunojoyo sekitar tahun 1677. Karena serangan pasukan Trunojoyo, Amangkurat I melarikan diri, hendak minta perlindungan VOC di Batavia. Tetapi belum sampai ke Batavia, Amangkurat I wafat di daerah Ajibarang, tepatnya di Tegalarum. Karena itu Amangkurat I dikenal juga sebagai &lt;i&gt;Sunan Tegalarum&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span &gt;Upaya merebut kraton Pleret dari tangan Trunojoyo dapat dilakukan oleh Pangeran Puger. Setelah merebut kraton Pleret, Pangeran Puger memaklumkan diri sebagai penerus raja Mataram bergelar &lt;i&gt;&lt;b&gt;Susuhanan Alaga Ngabdulrahman Sayidin Panatagama&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Sementara itu, kakak Pangeran Puger, Amangkurat II yang merasa memiliki hak untuk meneruskan tahta kraton menempuh cara lain. Untuk menghindari perselisihan dengan adindanya, Amangkurat II membangun pusat pemerintahan baru di Kartosuro.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span &gt;Secara resmi Amangkurat II naik tahta tahun 1680. Namun sebelumnya sempat terjadi perselisihan juga dengan Pangeran Puger. Perselisihan itu "dimenangkan" Amangkurat II atas bantuan VOC Belanda. Kraton Pleret sendiri saat itu sudah rusak, porak poranda akibat peperangan dengan Trunijoyo. Kondisi Kraton Pleret semakin parah tatkala meletus perang. Hingga sekarang tidak ada tempat "berarti" yang ditinggalkan kraton Pleret yang bisa menandai bahwa daerah tersebut dahulu bekas kraton besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span &gt;Pada perkembangan selanjutnya, ketika penguasa beralih kepada Amangkurat III terjadilah perselisihan dengan Belanda. Sebab menurut Belanda, Amangkurat III bekerja sama dengan Untung Surapati berusaha melawan Belanda. Atas taktik Belanda, akhirnya diadulah Amangkurat III dengan Pangeran Puger. Atas bantuan Belanda akhirnya pangeran Puger bisa duduk berkuasa kembali bergelar Paku Buwono I pada tahun 1706.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span &gt;Sampai pada tahap ini, Kraton Mataram (baru) masih dapat dikatakan "utuh". Artinya belum terjadi pembagian kekuasaan. Keberadaan Kraton Mataram di kemudian hari dilanda kerusuhan, mulai dari pemberontakan bangsa Cina kepada Belanda sampai pada keinginan Pangeran Mangkubumi untuk naik tahta. Kraton Mataram akhirnya dibagi dua sesuai dengan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Perjanjian Giyanti &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang ditandatangani tahun 1655.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span &gt;Perjanjian Giyanti berisi : Mataram dibagi dua bagian. Bagian timur untuk Paku Buwono III dengan pusat pemerintahan Surakarta (Solo). Sedangkan bagian barat untuk Pangeran Mangkubumi bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I dengan pusat pemerintahan di Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6814229216961718483?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6814229216961718483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2012/01/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6814229216961718483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6814229216961718483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2012/01/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html' title='MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 3 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-flF_qBtChm0/Txw7bsytS5I/AAAAAAAAAi0/qAm8yZBcTyw/s72-c/amangkurat_I.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7017331690639648430</id><published>2011-12-31T20:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T21:09:58.810-08:00</updated><title type='text'>MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 2 )</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tmbAa9SQYpM/Tv_j8SgulGI/AAAAAAAAAik/xtYzYrDnilw/s1600/Sultan%2BAgung_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tmbAa9SQYpM/Tv_j8SgulGI/AAAAAAAAAik/xtYzYrDnilw/s200/Sultan%2BAgung_1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692519078920361058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dibawah kekuasaan Sultan Agung, Kraton Mataram mengalami masa kejayaan. Tatkala Sultan Agung berkuasa di Kraton Mataram, Sultan Agung berkuasa untuk memajukan Mataram lebih dari yang telah dicapai pendahulunya. Demi pertimbangan keamanan dan kenyamanan memerintah sebuah kraton, pertama-tama yang dilakukan Sultan Agung adalah memindahkan pusat kraton. Sultan Agung memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Kotagede ke Kerta. Menurut Dr. H.J. De Graaf (Puncak Kekuasaan Mataram) 1990;109) dikatakan bahwa rintisan pembangunan Kerta sebagai pusat pemerintahan Kraton Mataram dimulai tahun 1613 dan selesai dibangun tahun 1622. Dengan demikian, sewaktu Kraton Kerta belum jadi, raja (Sultan Agung Hanyokrokusumo) tetap tinggal di Kotagede.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Tentang pusat pemerintahan Mataram di Kerta, disebutkan bahwa Kraton Kerta dikelilingi pagar kayu disusun dalam bentuk menyerupai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wajik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Di kedua sisi terdapat balai panjang yang ramping dan di dekatnya ditanam pohon beringin berbentuk payung. Tetapi sekarang yang tersisa dari Kraton Kerta hanyalah sebuah &lt;i&gt;&lt;b&gt;Ompak&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Kerta terletak di Dusun Kanggotan, Wonokromo, Pleret, Bantul. Sebenarnya keberadaan Kraton Kerta tidaklah lama, sebab tidak lama kemudian pusat pemerintahan Mataram kembali dipindah ke Pleret. Pusat pemerintahan Mataram di Pleret pada akhirnya lebih dikenal dan dikenang daripada Kerta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Perpindahan pusat pemerintahan Kraton Mataram dari Kerta ke Pleret tercatat tahun 1643. Pembangunan Kraton Pleret memakan waktu cukup lama. Dimulai setelah pindah dari Kerta kira-kira butuh waktu sekitar 6-7 tahun. Pleret sebenarnya merupakan kraton yang unik karena sekelilingnya berupa air. Bila mau masuk kraton harus melalui jembatan. Pleret berasal dari kata &lt;b&gt;&lt;i&gt;Paleret&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang artinya tanggul air dengan dasar miring dimana air meluncur kebawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pada masa pemerintahan Sultan Agung di Pleret inilah Kraton Mataram mencapai puncak kejayaan. Tak hanya berpikir tentang keamanan dan keberlangsungan kraton semata. Bukti dari semua itu bisa dilihat dari karya seperti : &lt;i&gt;&lt;b&gt;Sastra Gending, Kitab Ni Cruti, dan Niti Castra, Kaligrafi, Perhitungan Tahun Jawa dan perayaan Sekaten&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Di samping itu, hasil karya Sultan Agung yang sampai sekarang menjadi "monumen" adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;makam Imogiri (makam raja-raja Mataram).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Peninggalan kraton Pleret yang kini masih tersisa sebagian besar berupa nama-nama desa atau tempat tertentu. Nama-nama peninggalan Kraton Pleret yang sekarang masih bisa dijumpai misalnya : &lt;b style="font-style: italic; "&gt;Kedaton&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (pusat kraton), &lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic; "&gt;Keputren &lt;/b&gt;&lt;i&gt;(tempat tinggal putri-putri raja di luar kraton), &lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic; "&gt;Kauman&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (tempat tinggal para kaum), &lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic; "&gt;Gerjen&lt;/b&gt;&lt;i&gt; ( tempat tinggal pera penjahit busana kraton), &lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic; "&gt;Demangan&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (tempat kediaman para Demang), &lt;/i&gt;&lt;b style="font-style: italic; "&gt;Segoroyoso&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (laut buatan guna latihan perang). Sementara yang berupa bangunan bangunan hanya tinggal &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumur Gemuling&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; (sumur untuk kepentingan mencuci benda-benda pusaka kraton). &lt;/i&gt;Letak Sumur Gemuling adalah di Kedaton sebelah barat yang kini berada di tengah persawahan. Oleh masyarakat setempat, Sumur Gemuling tersebut dibuatkanrumah beratap dengan maksud supaya tidak lekas musnah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7017331690639648430?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7017331690639648430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/12/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7017331690639648430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7017331690639648430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/12/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html' title='MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 2 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tmbAa9SQYpM/Tv_j8SgulGI/AAAAAAAAAik/xtYzYrDnilw/s72-c/Sultan%2BAgung_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2497883703935870615</id><published>2011-11-29T21:21:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T22:24:50.173-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesultanan Mataram Islam'/><title type='text'>MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 1 )</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/--cTIp24F5rs/TtXIQkXFuFI/AAAAAAAAAhw/Ib4Iacdmi9c/s1600/Panembahan%2BSenopati.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--cTIp24F5rs/TtXIQkXFuFI/AAAAAAAAAhw/Ib4Iacdmi9c/s200/Panembahan%2BSenopati.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680666691961731154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kraton Mataram yang dimaksud disini adalah Kraton Mataram Baru (Mataram Islam), bukan Kraton Mataram Lama (Mataram Hindu). Pertumbuhan dan perkembangan Kraton Mataram sampai sekarang ini masih meninggalkan berbagai misteri. Yang paling "misterius" pertama-tama mengenai &lt;i&gt;ramalan&lt;/i&gt; Sunan Giri bahwa di tlatah Mataram kelak akan lahir &lt;i&gt;raja besar&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ramalan Sunan Giri itu sendiri diucapkan kala Kraton Mataram belum "lahir" melainkan baru sebatas tanah perdikan yang dihadiahkan oleh Sultan Hadiwijoyo (Sultan Pajang) kepada Ki Gede Pamanahan dan Ki Panjawi dapat membinasakan Arya Penangsang. Ki Panjawi mendapat daerah Pati, Jawa Tengah sedangkan Ki Gede Pamanahan mendapat hadiah Tanah Mentaok (Mataram).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lepas dari kemisteriusan ramalan Sunan Giri, memang pada akhirnya Kasultanan Pajang runtuh bersamaan dengan berdirinya Kraton Mataram. Menurut catatan sejarah, Kraton Mataram berdiri tahun 1577 dengan pusatnya di Kotagede. Raja Mataram pertama adalah Raden Mas Danang Sutowijoyo (Panembahan Senopati). Panembahan Senopati adalah putra Ki Gede Pamanahan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-bvh3_h7JJDc/TtXI3_WZ6uI/AAAAAAAAAh8/lNSzX-gLKjc/s200/300px-Kota_Gede_Jogjakarta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680667369221516002" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px; " /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Selama memerintah Mataram yang berpusat di Kotagede, Panembahan Senopati membangun tempat-tempat khusus untuk mengendalikan roda-roda pemerintahan. Mulai dari Benteng Istana, tempat peribadatan (Masjid) dan pusat keramaian kota (Pasar). Hubungan antara Raja dengan rakyat bisa dikatakan harmonis, terbukti sampai sekarang tempat-tempat yang dibangun masa itu tetap ada dan bisa terlacak. Dalam tradisi kerajaan-kerajaan Jawa, salah satu penanda keharmonisan raja dengan rakyat bisa dilihat dari jejak dan bekas kerajaan yang ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bekas peninggalan Kraton Mataram yang berpusat di Kotagede yang sampai sekarang masih bisa dilihat adalah : Masjid, Istana, Makam Hastarenggo, Batu Gilang, dan Batu Gateng. Benteng pertahanan dan pasar. Masjid dan Istana Kraton terletak di satu komplek. Makam Hastarenggo, berdekatan dengan tempat Batu Gilang dan Batu Gateng. Beteng pertahanan meliputi sekitar wilayah sekeliling istana. Beteng tersebut sekarang sudah tidak utuh lagi, hanya sebagian saja yang masih nampak bekas-bekasnya. Sedangkan pasar hingga sekarang masih berfungsi sebagai tempat kegiatan ekonomi. Pasar tersebut sampai sekarang dinamai Pasar Kotagede.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Menurut cerita, Batu Gilang konon merupakan batu yang digunakan untuk membenturkan kepala Ki Ageng Mangir (putra menantu Panembahan Senopati). Pada saat itu Ki Ageng Mangir mengadakan pemberontakan terhadap Kraton Mataram. Untuk menaklukkan Ki Ageng Mangir, Panembahan Senopati mempergunakan cara halus, yakni dengan cara&lt;i&gt; "memikat"&lt;/i&gt; Ki Ageng Mangir melalui putrinya, Pembayun. Ki Ageng Mangir memang terpikat oleh kecantikan Pembayun dan berniat mengawininya. Pada saat Ki Ageng Mangir sowan kehadapan Panembahan Senopati itulah, Kepala Ki Ageng Mangir dibenturkan ke Batu Gilang. Jenazah Ki Ageng Mangir dimakamkan di Kotagede, separoh tubuh di dalam kompleks istana (sebagai menantu) separoh tubuh lainnya di luar kompleks istana (sebagai musuh atau pemberontak Mataram)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sedangkan Batu Gateng, konon merupakan alat permainan Raden Ronggo (putra Panembahan Senopati) yang terkenal sakti Mandraguna. Masih menurut cerita, Raden Ronggo merupakan putra Panembahan Senopati dengan Nyi Roro Kidul. Maka tidak mengherankan jika kesaktian Raden Ronggo melebihi orang kebanyakan. Kisah hubungan Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul diceritakan dalam &lt;i&gt;buku Awal Kebangkitan Mataram Masa Pemerintahan Senopati (Dr. H.J. De Graaf, 1987, Jakarta : Pustaka Grafitipers).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sewaktu Panembahan Senopati pergi ke Lipura bersama lima orang pengikutnya, ia tidur diatas batu berwarna indah. Ketika itu Ki Juru Mertani menyusul dan mendapatkan Panembahan Senopati sedang tertidur. Oleh Ki Juru Mertani dibangunkanlah Panembahan senopati, untuk segera melakukan sesuatu sesuai dengan "wisik" yang diterimanya saat tidur. Ki Juru Mertani pergi ke Gunung Merapi, sedang Panembahan Senopati pergi ke Laut Selatan. Di sinilah kemudian terjadi pertemuan antara Panembahan Senopati dengan Ratu Kidul. Banyak hal didapat Panembahan Senopati dari Ratu Kidul tentang bagaimana mengelola sebuah kerajaan. Ratu Kidul pun berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi Kraton Mataram. Imbalannya Panembahan Senopati dan anak turunnya "harus" memperistri Ratu Kidul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sejak saat itulah Panembahan Senopati berkuasa di Kraton Mataram dengan tambahan "ilmu" dari Ratu Kidul. Diyakini pula bahwa hingga sekarang Kraton Mataram (sebelum maupun sesudah pecah) selalu berada dalam perlindungan Ratu Kidul. Panembahan Senopati bertahta di Kraton Mataram selama 24 tahun. Panembahan Senopati wafat tahun 1601. Kraton Mataram kemudian dikuasai Panembahan Krapyak dan Sultan Agung Hanyokrokusumo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2497883703935870615?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2497883703935870615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/11/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2497883703935870615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2497883703935870615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/11/menyusuri-mata-rantai-kraton-mataram.html' title='MENYUSURI MATA RANTAI KRATON MATARAM : KOTAGEDE, KERTA, PLERET &amp; KARTOSURO ( 1 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--cTIp24F5rs/TtXIQkXFuFI/AAAAAAAAAhw/Ib4Iacdmi9c/s72-c/Panembahan%2BSenopati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2764623454806293825</id><published>2011-10-30T06:00:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T07:52:27.089-07:00</updated><title type='text'>SIAPA PENDIRI CANDI-CANDI ITU ? ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hubungan antara seni dan religi dalam agama Hindu dan Buddha sangatlah erat. Para pelajar tersebut belajar dari kitab-kitab peraturan untuk membuat kuil dan kelengkapannya seperti arca dan relief. Kitab-kitab itu secara umum disebut &lt;i&gt;&lt;b&gt;Vastusastra.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Disamping mempelajari Vastusastra, mereka mengunjungi pusat-pusat kesenian agama dan berbagai kuil di India. Kemudian mereka membuat replika bangunan suci, dan hasilnya sangatlah terpengaruh oleh pengetahuan dan kemahiran si pembuat. Replika-replika tersebut kemudian dibawa pulang untuk dijadikan contoh candi yang akan mereka dirikan di Indonesia. Oleh karena itu, para peneliti candi hingga sekarang belum pernah menemukan naskah vastusastra di Jawa dan tempat-tempat lain di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt;Gaya India utara pada candi Bhima khususnya terlihat pada atap candi yang menjulang tinggi, dan tingkatan-tingkatan (lapisan-lapisan) atapnya tidak terlihat. Demikian pula atap candi Bhima dihias dengan relung-relung palsu dengan gambaran muka manusia di tengahnya. Motif ini disebut motif&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial; "&gt; kudu&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; "&gt; di India selatan dan di India utara disebut motif &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: arial; "&gt;Gavaksa (go-aksa).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qi26TT9y3lg/Tq1kOmEr5wI/AAAAAAAAAhU/l_AB9PS4w88/s200/candi%2BDiengg.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669297707830470402" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Candi tertua yang ada di Indonesia adalah candi-candi di komplek Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Hal yang menarik perhatian dari candi-candi ini adalah bahwa walaupun candi-candi di komplek Dieng berasal dari satu masa, gaya setiap candi sangat berbeda. Misalnya Candi Bhima di komplek tersebut mempunyai gaya kuil India utara, sedangkan candi-candi lainnya mempunyai gaya India selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sementara itu, candi-candi seperti Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Subhadra, Candi Srikandi, dan sebagainya di komplek yang sama mempunyai gaya India utara. Walaupun begitu, terlihat ada beberapa perbedaan ciri di antara candi-candi tersebut. Dengan demikian, candi-candi di komplek Dieng bisa menjadi salah satu bukti peranan para &lt;i&gt;silpin&lt;/i&gt; (seniman) Indonesia, walaupun tidak menuntup kemungkinan adanya campur tangan para penguasa daerah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-Ha5c8gIcxKM/Tq1jlGqYRHI/AAAAAAAAAhI/ojgNX7wStM4/s200/borobudur.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669296995023996018" style="float: left; margin-top: 0px; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px; " /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Contoh kedua adalah Candi Borobudur. Beberapa adegan pada relief candi Borobudur menggambarkan kehidupan sehari-hari di Jawa. Misalnya orang-orang yang sedang berjualan di pasar, orang menanam padi di sawah, memanen, dan memikul padi, dukun menolong kelahiran bayi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di samping itu, diatas relief Mahakarmawibhanga yang dipahat di kaki candi Borobudur yang tertutup, di atas panil terdapat tulisan (inskripsi) berupa kata-kata petunjuk untuk para seniman, yang akan memahat adegan di panil-panil tersebut. Petunjuk ditulis dengan aksara Jawa kuno (bukan Deva-nagari). Kalaupun ada kata-kata Sansekerta, itu tidak ditulis secara benar, maksudnya tidak diberi akhiran kasus tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Misalnya untuk pemahatan kata surga hanya ditulis &lt;i&gt;"Swargga"&lt;/i&gt; tanpa embel-embel akhiran (ber) kasus. Sebab, bila inskripsi tersebut ditulis oleh seniman India, maka kalau yang digambarkan di surga harus diberi akhiran kasus lokatif, yakni jadi &lt;i&gt;"Swargge"&lt;/i&gt;; atau makhluk surga kata swargga harus diberi akhiran kasus genitif, dan sebagainya. Petunjuk tanpa akhiran kasus, bagi seniman Jawa kuno tidak masalah, demikian pula aksara Jawa kuno adalah aksara mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Berbeda bagi silpin atau seniman India, petunjuk tanpa akhiran kasus akan membuat mereka kesulitan, adegan apa yang harus mereka gambarkan di panil itu. Terlebih aksara Jawa kuno bukanlah aksara yang mereka kenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Demikianlah, ada dua contoh yang dapat membuktikan bahwa yang mendirikan candi-candi di Jawa bukan orang India, tetapi orang Jawa sendiri. Mungkin dapat ditambahkan disini, ketika mengadakan penelitian di sekitar candi-candi, ahli arkeologi tidak pernah menemukan sisa-sisa "Kampung Keling". Apabila benar orang-orang India yang mendirikan candi-candi di Indonesia, tentunya hal itu akan memakan waktu lama, dan mereka dengan sendirinya akan menetap di sekitar candi yang sedang dibangunnya tersebut. Lewat tulisan singkat ini diharapkan tidak lagi terjadi mispersepsi mengenai siapa pendiri candi-candi di Indonesia (Hariani Santiko)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2764623454806293825?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2764623454806293825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/10/siapa-pendiri-candi-candi-itu-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2764623454806293825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2764623454806293825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/10/siapa-pendiri-candi-candi-itu-2.html' title='SIAPA PENDIRI CANDI-CANDI ITU ? ( 2 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qi26TT9y3lg/Tq1kOmEr5wI/AAAAAAAAAhU/l_AB9PS4w88/s72-c/candi%2BDiengg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-166648193717930068</id><published>2011-09-30T05:18:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T05:50:04.404-07:00</updated><title type='text'>SIAPA PENDIRI CANDI-CANDI ITU ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MAdGXwRvGSw/ToW6wUJ3ccI/AAAAAAAAAg0/Lc6YS4ejCwg/s1600/Candi%2BDieng.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MAdGXwRvGSw/ToW6wUJ3ccI/AAAAAAAAAg0/Lc6YS4ejCwg/s200/Candi%2BDieng.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658133846067474882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;S&lt;span class="Apple-style-span" &gt;isa-sisa ritual agama Hindu dan Buddha banyak tersebar di beberapa pulau di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sisa-sisa ritual tersebut kebanyakan berupa bangunan suci yang disebut &lt;b&gt;Candi, &lt;/b&gt;kemudian ada pula beberapa kolam suci yang disebut Patirthan, dan beberapa goa pertapaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kehadiran candi-candi sangat menarik perhatian. Bentuknya unik, mirip dengan bangunan kuil Hindu di India, serta terbuat dari batu andesit, batu padas, dan beberapa dibuat dari batu bata. Pertanyaan yang sering muncul adalah apa fungsi candi-candi itu ? Apakah hanya untuk memuja Dewa ataukah ada fungsi lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sementara itu, juga ada yang beranggapan bahwa candi adalah makam raja-raja pendirinya. Suatu anggapan yang tidak tepat. Demikian pula ada pertanyaan, siapakah pendiri candi-candi itu ? karena mirip dengan kuil-kuil India, serta merta ada anggapan bahwa pendirinya adalah orang-orang India yang "menaklukkan" raja-raja Indonesia dahulu kala. Ini pun suatu anggapan yang-sekali lagi- tidak tepat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Candi dan sisa-sisa ritual agama Hindu-Buddha lainnya telah diteliti, dari segi keagamaan, arsitektural, fungsinya dan lain sebagainya, oleh para ahli arkeologi yang mengkhususkan diri untuk mempelajari hal-hal tersebut. Salah satu hasil penelitian mereka akan dipaparkan disini, yaitu tentang siapa pendiri candi-candi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hubungan dagang antara India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, telah lama terjadi. Hubungan yang bermotif komersial ini  kemudian berkembang ke arah hubungan yang bersifat keagamaan. Hal itu dimungkinkan karena awal hubungan dagang India-Indonesia ini waktunya hampir bersamaan dengan perkembangan agama Buddha yang mewajibkan para pendetanya untuk menyebarkan agama tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Salah satu usaha para Biksu tersebut adalah ikut kapal-kapal pedagang India. Kehadiran para Biksu di kapal-kapal dagang ini dibuktikan oleh penemuan arca-arca Buddha di situs-situs yang dekat dengan alur perdagangan misalnya arca Buddha dari Sempaga di pantai Sulawesi Selatan yang berasal dari abad ke-2 Masehi. Di Kota Bangun (Kutai) ditemukan pula arca-arca Buddha gaya Gandhara yang diperkirakan berasal dari abad 2-3 Masehi. Demikian pula sebuah arca Buddha di Bukit Siguntang, Palembang, dari masa yang sama dengan kedua arca dari daerah Sulawesi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Berbeda dengan pendeta Buddha, pendeta agama non Buddha, yakni agama Veda dan Hindu, tidak menyebarkan agamanya seperti halnya para Biksu, tetapi mereka datang atas undangan para raja yang memerlukan pertolongan untuk melaksanakan suatu upacara agama. Salah satu contohnya terdapat dalam prasasti yang disebut &lt;b&gt;Yupa &lt;/b&gt;dari tepi sungai Muarakaman. Para &lt;b&gt;&lt;i&gt;Wipra (&lt;/i&gt;Pendeta ahli Veda)&lt;/b&gt; pernah diundang oleh raja-raja Kutai untuk menjalankan upacara agama di sebuah lapangan suci (&lt;i&gt;Ksetra&lt;/i&gt;) yang disebut &lt;b&gt;Vaprakeswara.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Di samping pendeta-pendeta India secara aktif menyebarkan agamanya di Indonesia, terdapat orang-orang Indonesia yang pergi ke India untuk belajar agama. Hal ini disebutkan minimal oleh dua buah prasasti. Bahkan, menurut salah satu prasasti itu, seorang raja Sriwijaya telah minta kepada raja dari dinasti Pala untuk membuatkan asrama untuk tempat tinggal para pelajar Indonesia tersebut di Nalanda, India. Para pelajar inilah yang memegang peranan penting dalam pendirian candi-candi di Jawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-166648193717930068?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/166648193717930068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/09/siapa-pendiri-candi-candi-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/166648193717930068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/166648193717930068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/09/siapa-pendiri-candi-candi-itu.html' title='SIAPA PENDIRI CANDI-CANDI ITU ?'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MAdGXwRvGSw/ToW6wUJ3ccI/AAAAAAAAAg0/Lc6YS4ejCwg/s72-c/Candi%2BDieng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2687822717621289479</id><published>2011-08-25T14:56:00.000-07:00</published><updated>2011-08-25T15:14:09.412-07:00</updated><title type='text'>IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 3 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Surat kabar Washington Post dan laporan Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) mengenai Peristiwa G 30 S menyebut pembantaian massal yang terjadi saat itu sebagai yang terburuk di dunia setelah era Stalin dan Nazi Jerman. Namun pembantaian tersebut tidak tercakup dalam buku pelajaran Sejarah Indonesia di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Buku pelajaran Sejarah tidak akan berubah karena dilihat sebagai bagian dari indoktrinasi. Maka, tidak akan pernah ditulis hubungan dekat dan berlangsung lama antara Soeharto dan Syam Kamaroezaman, "Biro Khusus" PKI, Letnan Kolonel Oentoeng, dan Brigjen Soepardjo, mereka adalah motor Peristiwa G 30 S.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ikhwal peran PKI sendiri menjadi lebih jelas dalam telegram rahasia Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Marshall Green, 5 Oktober 1965. Ia minta petunjuk Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengenai langkah yang akan ditempuhnya, antara lain menyebarkan informasi bahwa PKI bersalah, berkhianat, dan bertindak brutal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar semua lancar, Duta Besar Marshall Green menyarankan Amerika Serikat segera membantu kebutuhan Angkatan Darat. Dalam telegram sebelumnya, masih pada hari yang sama, Marshall Green mengatakan, inilah saatnya Angkatan Darat menghantam PKI. "Sekarang atau tidak akan pernah lagi." Esoknya, melalui telegram rahasia, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Ball menjawab, Radio Amerika Serikat VOA (Voice of America) mulai menyebarkan informasi "PKI yang salah".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Laporan CIA kepada Presiden Johnson, 6 Oktober 1965, menyebut tokoh-tokoh PKI telah melarikan diri atau bersembunyi. Kebijakan partai tidak mendukung G 30 S. Anggota partai yang mendukung G 30 S dicap melakukan petualangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sejarah memang akan membuktikan kebenarannya. Namun, apa yang benar bagi pejabat belum tentu demikian bagi rakyat. Kebenaran hanya diketemukan dalam kejujuran, sementara kekuasaan menggoda pejabat Indonesia tidak jujur (Maruli Tobing)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2687822717621289479?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2687822717621289479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/08/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2687822717621289479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2687822717621289479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/08/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html' title='IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 3 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4980711577547662833</id><published>2011-07-31T10:17:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T10:43:56.490-07:00</updated><title type='text'>IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rezim militer Soeharto yang berkuasa dengan senjata selama 32 tahun membakukan Peristiwa G30S sebagai bentuk pengkhianatan PKI dengan melakukan kudeta. Angkatan Darat yang dipimpin oleh Mayor Jendral Soeharto berhasil menggagalkannya. Menyelamatkan bangsa dan negara. Marxisme-Leninisme dan Komunisme kemudian diharamkan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pemahaman demikian berubah menjadi indoktrinasi dan ditanamkan sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Di tempat bekerja diselenggarakan program P4. Di luar jalur ini di cap subversi. Maka, seorang mahasiswa di Yogyakarta diganjar hukuman tujuh tahun hanya karena menjual buku karya Pramoedya Ananta Toer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun, sejarah yang disebut sebagai bukti kesaktian Pancasila itu tidak menjelaskan Proklamator dan pencetus Pancasila, Bung Karno, yang dipreteli kekuasaannya dan dikenai status tahanan rumah. Status yang melekat hingga akhir hayatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Peristiwa G 30 S menurut Orde Baru adalah rangkaian kekejian PKI. Sebaliknya, penyiksaan dan pembantaian massal terhadap lebih kurang satu juta rakyat Indonesia yang dituduh anggota dan simpatisan PKI dan organisasinya dilarang diungkapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kematian mereka tidak perlu diingat, apalagi dipersoalkan. Demi mempertahankan "Pancasila", khususnya sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mereka layak dibantai. Rumah, lahan, dan harta benda mereka dirampas. Istri atau anak-anaknya layak diperkosa. Puluhan ribu orang ditahan dan disiksa selama bertahun-tahun tanpa proses hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Tidak cukup hanya itu saja, hingga sekarang anak dan cucu eks tahanan politik kehilangan haknya sebagai warga negara, termasuk dalam memperoleh pekerjaan di lingkungan pegawai negeri, polisi maupun TNI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sejarah G 30 S yang "didongengkan" rezim diktator Soeharto bukan konflik antar faksi dalam tubuh Angkatan darat. Keterlibatan "oknum" militer hanya karena "dipengaruhi" PKI. Termasuk prajurit yang menembak mati para Jendral-nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sebaliknya, sebagai tentara pejuang, Angkatan darat telah menunjukkan prestasinya menumpas PKI, pengkhianat bangsa. Bukti kesetiaan tentara menjaga dan menyelamatkan keutuhan bangsa dan negara. Soal pemberontakan PRRI/Permesta yang dimotori oleh para perwira militer, itu dianggap angin lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Peristiwa G 30 S PKI menjadi sumber legitimasi militer menguasai pemerintahan. Sipil yang selama ini hanya melahirkan perpecahan dan gontok-gontokan menjadi warga negara kelas kambing. Dwifungsi ABRI kemudian disebut sebagai tuntutan sejarah, yang harus dilaksanakan secara konsekuen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Maka, mutasi nasional dilakukan di segala lapisan dan sektor. Militer memegang jabatan mulai dari Lurah hingga Presiden, manajer Koperasi Unit Desa (KUD) hingga direktur utama BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Seorang sersan dianggap lebih tepat memimpin KUD ketimbang sarjana ekonomi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4980711577547662833?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4980711577547662833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/07/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4980711577547662833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4980711577547662833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/07/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html' title='IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 2 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-5993061574132231584</id><published>2011-06-30T16:00:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T16:18:09.338-07:00</updated><title type='text'>IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya, kata Bung Karno di masa lalu. Satu hal yang niscaya dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Namun, rekonstruksi peristiwa masa lalu terbuka bagi multi-interpretasi dan manipulasi. Maka, pemahaman sejarah kerap jadi masalah dan sumber malapetaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Obyektivitas sejarah hanyalah suatu idaman dan kemasan. Kekuasaan dan selera pejabat jauh lebih menentukan, bagaimana peristiwa masa lalu harus ditulis dan diinterpretasikan. Dalam hal ini sejarah menjadi mirip indoktrinasi. Harus putih dan bersih. Noda hitam hanya perbuatan pengkhianat, musuh bangsa, dan subversi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Mataram di bawah Sultan Agung Hanyokrokusumo, misalnya, merupakan peristiwa kepahlawanan. Embrio bangkitnya "Kesadaran Nasional" menentang penjajah. Sementara kekejaman dan penindasan penguasa Mataram terhadap rakyat dianggap tidak relevan sebagai fakta sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pemahaman kita mengenai peristiwa G 30 S berada pada tataran demikian. Beberapa waktu yang lalu Menteri Pendidikan Nasional meminta Kejaksaan Agung menarik buku pelajaran sejarah yang terlanjur di beredar di sekolah menengah pertama dan atas. Alasannya, penulis buku menghilangkan nama PKI di belakang akronim G 30 S.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bagi Mendiknas, masalah ini serius, bahkan dianggap memutarbalikkan "fakta" sejarah. Hal yang membahayakan generasi muda bangsa. Kejaksaan Agung masih meneliti buku tersebut. Bukan mustahil penulisnya dipidana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lantas, bagaimanakah seharusnya sejarah G 30 S ditulis ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-5993061574132231584?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/5993061574132231584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/06/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5993061574132231584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5993061574132231584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/06/ikwal-penulisan-sejarah-dan-peristiwa-g.html' title='IKWAL PENULISAN SEJARAH DAN PERISTIWA G 30 S ( 1 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-820439411696698621</id><published>2011-05-31T18:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T18:40:58.320-07:00</updated><title type='text'>TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Arti dari itu semua adalah bahwa wacana (discourse) tentang nasionalisme populer muncul dari kalangan pemuda dan menjadi pendorong berdirinya negara Indonesia. Wacana itu muncul dari pengalaman konkret para pemuda dari berbagai kelompok maupun kelas sosial yang bersama-sama menghimpun kekuatan untuk mengusir kekuatan fasis dan imperialis dari wilayah yang kemudian mereka namakan bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Dalam bukunya, &lt;i&gt;Java in a Time of Revolution : Occupation and Resistence&lt;/i&gt;, 1944-1946, terbitan Cornell University Press. 1972, maupun dari edisi Indonesianya, Revolusi Pemuda Terbitan Sinar Harapan, 1988, Ben Anderson menguraikan bahwa&lt;i&gt;&lt;b&gt; "Organisasi-organisasi Pemuda yang terbentuk di masa pendudukan adalah hasil dari situasi krisis. Lembaga ini bukanlah sebuah jejak untuk menapaki karier atau bagian dari siklus kehidupan. Organisasi-organisasi itu diciptakan bagi satu momen sejarah ke depan, yaitu sejarah terbentuknya sebuah bangsa".&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Pengalaman mereka di dalam organisasi-organisasi tersebut memungkinkan para pemua membangun rasa solidaritas, rasa persaudaraan, serta kekuatan massa diantara mereka sendiri yang dalam kenyataannya berasal dari berbagai daerah, kelompok budaya, agama maupun kelas sosial. Pentingnya kelompok-kelompok ini terletak bukan pada pengaruhnya terhadap pemerintahan pendudukan, melainkan pada identitas-identitas politik yang mereka ciptakan, yang menjadi sangat berarti setelah berakhirnya perang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bahkan menurut Ben Anderson, gerakan bawah tanah yang dijalankan para pemuda paling tepat dilihat sebagai kerangka pemikiran ketimbang sebagai organisasi atau bahkan kelompok-kelompok. Ia mencerminkan kemauan yang tumbuh di pihak pemuda metropolitan untuk menganggap diri sebagai pemikir pikiran-pikiran berbahaya. Jika seseorang merasa terhina oleh penderitaan yang dialami sebagian besar penduduk, oleh kelaparan yang merajalela, oleh perilaku menjijikkan aparat pemerintah dalam menyusun daftar penduduk yang akan dijadikan Romusha dan menjalankan setoran wajib beras bagi Jepang, seseorang itu sudah dapat dianggap berada dalam gerakan bawah tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Rasa solidaitas dan persatuan terbangun untuk bukan saja menghadapi kekuatan asing di Tanah Air mereka, tetapi juga untuk sebuah cita-cita akan negeri yang baru, yang merdeka dan bebas dari segala bentuk penindasan. Barangkali benar pernyataan Soekarno bahwa "Di tangan pemudalah terletak masa depan bangsa Indonesia". (BI PURWANTARI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-820439411696698621?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/820439411696698621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/05/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/820439411696698621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/820439411696698621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/05/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-4.html' title='TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (4)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2886790701320867994</id><published>2011-03-31T15:33:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T16:00:56.265-07:00</updated><title type='text'>TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Langkah para pemuda memperjuangkan kemerdekaan negerinya seringkali tidak sejalan dengan pemikiran para pemimpin nasional. Ketika berita kekalahan demi kekalahan pasukan fasis di Eropa maupun kapitulasi Jepang sampai ke telinga para pemuda, mereka segera menyusun rencana untuk mempercepat tercapainya kemerdekaan. Beberapa pemuda, yaitu Trimurti, Chaeroel Saleh, Pandoe, Adam Malik, Wikana, B.M. Diah, Soepeno, Soekarni, mendesak para pemimpin nasional yang sedang di Jakarta untuk-dengan atau tanpa izin Jepang-mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan. Desakan ini disambut dengan senyuman dan peringatan agar tidak percaya kabar angin tentang situasi di Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun, para pemuda tetap bergerak mempersiapkan kemerdekaan. Bagi mereka, kemerdekaan tidak dapat ditunda. Oleh karena itu mereka memutuskan para pemimpin yang berpengaruh harus dilepaskan dari cengkeraman Jepang agar tidak ditangkap Jepang karena mengikuti rencana pemuda. Maka terjadilah "penculikan" Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Jepang masih berusaha mencegah dibacakannya proklamasi dengan mengirimkan utusan untuk mengembalikan kedua pemimpin nasional ke Jakarta agar pertumpahan darah dapat dicegah. Balasan pemuda adalah proklamasi tidak dapat diganggu gugat lagi. Kedua pemimpin tidak akan diserahkan ke Jepang dan pertumpahan darah hanya dapat dicegah jika Jepang tidak merintangi pembacaan proklamasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perundingan dengan Jepang diadakan lagi dan Jepang tetap tidak mau membiarkan proklamasi dilakukan, sementara pihak Indonesia yang diwakili dua pemuda (Soekarni dan Chairoel Saleh) tetap akan melakukannya. Di bawah ancaman Jepang, naskah proklamasi ditulis dan ditandatangani Soekarno-Hatta. Pada saat itu saluran komunikasi, seperti radio sepenuhnya dikuasai Jepang dan dijaga dengan senjata. Oleh karena itu, naskah proklamasi yang telah diperbanyak disebarkan dari mulut ke mulut dan dari orang ke orang. Proklamasi pun dibacakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah proklamasi kemerdekaan, para pemuda masih terus aktif membangun gerakan, terutama untuk mengusir Jepng dan Sekutu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2886790701320867994?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2886790701320867994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/03/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2886790701320867994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2886790701320867994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/03/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-3.html' title='TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (3)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2497244322582201864</id><published>2011-02-27T12:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T14:02:57.611-08:00</updated><title type='text'>TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Organisasi massa yang cukup besar dengan anggota-anggota yang berasal dari beberapa daerah dan didirikan atas inisiatif Soekarno setelah ia dipulangkan ke Jawa oleh Jepang adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;PUTERA &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;(Poesat Tenaga Rakjat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tujuan pendirian ini untuk menanamkan jiwa kemerdekaan di kalangan rakyat Indonesia. Upaya ini mendapat sambutan dari rakyat dan semangat kemerdekaan menggelora. Pemerintah Jepang ketakutan dengan perkembangan organisasi ini sehingga setelah 10 bulan berdiri, lembaga ini dibubarkan dan diganti dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Djawa Hokokai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; (Himpunan Kebaktian Jawa). Meskipun Soekarno masih memimpin organisasi ini, namun karakternya bukan lagi sebagai PUTERA sehingga tidak banyak yang terlibat didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah PUTERA dibubarkan, selain membentuk Djawa Hokokai, Jepang juga mendirikan Angkatan Muda, Seinendan, dan Keibodan. Kegiatan aktif para pemuda anti fasis membentuk sel-sel baru itu bertujuan menghalangi semakin meluasnya semangat perang untuk Jepang di kalangan untuk Jepang di kalangan anggota organisasi-organisasi bentukan Jepang. Pendirian organisasi tidak hanya terjadi di Jakarta. Barisan Rakyat Indonesia (BRI) misalnya dibentuk di Solo, Yogyakarta, dan Purwodadi. Maksud pendiriannya sebagai kedok membantu Jepang selama masa pendudukan, sedangkan di dalam organisasi ini para pengurusnya berusaha menghimpun para pemuda lain dan menyusun kekuatan massa. Mereka memperbanyak sel-sel dan kader-kader baru, baik di daerah perkotaan maupun perkampungan dan sekolah-sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Gerakan bawah tanah yang dilaksanakan para pemuda itu bukannya tidak menuai penderitaan atas diri mereka. Beberapa yang akhirnya diketahui sebagai mata-mata ditangkap oleh Ken Pei Tai, disiksa, dan dipenjarakan, bahkan ada yang dihukum mati. Banyak lagi lainnya yang berhasil lolos sebelum sempat ditangkap, segera dikirim menjauh, masuk ke kampung-kampung membaur dengan rakyat biasa. Penangkapan dan pemenjaraan terjadi di seluruh wilayah, baik Jakarta maupun Jawa Tengah Selatan, dan Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2497244322582201864?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2497244322582201864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/02/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2497244322582201864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2497244322582201864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/02/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-2.html' title='TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6241989505096414226</id><published>2011-01-30T23:11:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T23:52:26.088-08:00</updated><title type='text'>TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TUZpGXbyqjI/AAAAAAAAAfY/2K_tMYYZ4GI/s1600/41798_222243433858_3720600_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TUZpGXbyqjI/AAAAAAAAAfY/2K_tMYYZ4GI/s200/41798_222243433858_3720600_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568253547380910642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Lebih baik moesnah daripada didjadjah", "Lebih baik mati tergilas oleh pertempoeran daripada hidoep menjerah serta ditahan oleh tentara imperialis djahanam". Begitulah bunyi ungkapan-ungkapan kemarahan para pemuda saat revolusi kemerdekaan 1945. Ungkapan-ungkapan para pemuda tersebut memperlihatkan kepada rakyat Indonesia bahwa tidak dapat disangkal apabila dikatakan bahwa pemudalah yang menjadi penghela, pendukung, dan pembela Revolusi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada jaman pendudukan Jepang di Indonesia, para pemuda aktif membangun gerakan bawah tanah dengan cara menyelundup ke dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang seperti Heiho, Peta, Seinendan, Kaigun, Barisan Pelopor, bahkan juga menyusup ke Ken Pei Tai (Polisi Rahasia Jepang). Bentuk penyusupan mereka adalah dengan bekerja di lembaga-lembaga Jepang tersebut. Mereka yang bekerja di dalam diwajibkan menanam sel-sel yang akan menjadi tambahan kekuatan para pemuda selain juga untuk mendapatkan informasi tentang siapa yang akan ditangkap pleh Ken Pei Tai. Sementara mereka yang tidak menyusup, aktif merekrut para pemuda dengan mendatangi rumah-rumah atau tempat kerja mereka dan menyebarkan berbagai bacaan untuk menjadi bahan diskusi atau mendirikan organisasi antifasis di bawah tanah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di wilayah Jakarta tercatat beberapa organisasi yang aktif menentang pemerintah fasis Jepang, yaitu Barisan Pemuda Gerindo-sayap pemuda dari Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)-Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindom), Barisan Angkatan Pemuda Indonesia (API), Barisan Buruh Indonesia, dan Barisan Rakyat (Bara) yang dibentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selain organisasi-organisasi tersebut, para pemuda juga mendapatkan pendidikan politik di beberapa asrama, yaitu Asrama Angkatan Baru Indonesia di Menteng 31 yang dipimpin oleh Soekarni dan Chairoel Saleh serta Asrama Indonesia Merdeka dibawah pimpinan Wikana dengan dibantu oleh D.N. Aidit dan Samsudin. Asrama-asrama itu didirikan oleh Jepang dengan perantaraan beberapa pemimpin Indonesia seperti Soekarno, Moehammad Hatta, dan Soebardjo. Meskipun didirikan oleh Jepang, namun asrama itu juga menjadi tempat memberikan pelajaran politik antifasis sehingga bagaimanapun kerasnya usaha para pembesar Jepang mempengaruhi para pemuda, perlawanan berupa debat dan kritik terus menerus tetap ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6241989505096414226?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6241989505096414226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/01/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6241989505096414226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6241989505096414226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2011/01/terlupakan-nasionalisme-ala-pemuda-1.html' title='TERLUPAKAN : NASIONALISME ALA PEMUDA (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TUZpGXbyqjI/AAAAAAAAAfY/2K_tMYYZ4GI/s72-c/41798_222243433858_3720600_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4742971454090257311</id><published>2010-12-31T07:18:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T08:27:52.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merah Putih dan Kemerdekaan malaysia'/><title type='text'>MERAH PUTIH &amp; KEMERDEKAAN MALAYSIA (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kecewa dengan melemahnya peran politik Melayu, KMM mendirikan Partai Kesatuan Melayu Malaya (PMKM) di Ipoh pada tanggal 17 Oktober 1945. Misi mereka tetap non kooperasi dan anti penjajahan. Pada Konggres I PMKM di Ipoh, 3 Desember 1945-yang sangat luar biasa dan sangat penting bagi sejarah Malaysia dan Indonesia-Konggres memutuskan bergabung dengan Indonesia dan bendera PMKM adalah Merah Putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kemudian muncul gerakan Malayan Union (Malaya Bersatu), satu gagasan kolonial Inggris menghadapi gerakan kiri PMKM. Misinya membujuk elite feodal Malaya agar tetap di bawah kendali penjajahan Inggris. Gerakan kanan ini kemudian menjelma menjadi United Malays National Organization (UMNO), organisasi yang memilih gerakan lembut menghadapi Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam PMKM terdapat unsur radikal kiri dan Islamis. Mereka beranggapan, demi perjuangan mengusir penjajah, perasaan perkauman dengan keturunan Cina dan India tidak dipermasalahkan. Bagi UMNO, perasaan perkauman menjadi penting agar daulat raja tetap eksis di tanah Melayu. Perbedaan lainnya dengan PMKM adalah UMNO melihat bergabung dengan Indonesia bukan jalan terbaik bebas dari penjajahan Inggris dan (ketika itu) menolak Merah Putih sebagai bendera partai sebagaimana bendera PMKM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk menghadapi gerakan kanan UMNO, pemimpin PMKM membentuk koalisi Pusat Tenaga Rakyat (Putera) gabungan berbagai organisasi nasionalis dan Islam, dimana PMKM berada didalamnya. Putera lalu mendirikan partai baru, Hizbul Muslimin. Akibat provokasi Inggris dan pihak kanan, Hizbul Muslimin tetap dianggap sebagai gerakan kiri radikal.  Lima bulan setelah Hizbul Muslimin berdiri, tujuah pemimpinnya ditangkap Inggris dengan UU Keamanan Dalam Negeri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Selanjutnya UMNO memang menjadi organisasi dominan berkat bimbingan Inggris dan dominasi pemimpin kanan Melayu. Persekutuan Tanah Melayu merdeka tanggal 31 Agustus 1957 dan lalu menjadi Malaysia dengan memasukkan Sabah dan Serawak (1963), lagi-lagi berkat Inggris.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Gerakan kiri pra UMNO menjadi "tidak penting" dalam sejarah pergeraan kebangsaan Malaysia.  Gerakan nasionalis tidak lagi menjadi rujukan para elite politik Malaysia, seolah-olah bagian kelam pergerakan nasional rakyat Malaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Para pemimpin Malaysia sekarang tidak memiliki akses sejarah semacam itu karena dibesarkan dan dididik dalam wawasan kebangsaan dalam iklim koloni Inggris. Mungkin mereka tidak tahu proses penolakan dan penerimaan "Merah Putih" pada bendera UMNO sebagaimana juga "Merah Putih" pada bendera nasional Singapura (Zulhasril Nasir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4742971454090257311?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4742971454090257311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/12/merah-putih-kemerdekaan-malaysia-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4742971454090257311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4742971454090257311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/12/merah-putih-kemerdekaan-malaysia-2.html' title='MERAH PUTIH &amp; KEMERDEKAAN MALAYSIA (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6762786805456274399</id><published>2010-11-30T01:03:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T01:17:43.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merah Putih dan Kemerdekaan malaysia'/><title type='text'>MERAH PUTIH &amp; KEMERDEKAAN MALAYSIA (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TPTAc8CMTJI/AAAAAAAAAfM/WAkAWvnmYZo/s1600/indonesia_malaysia_100830202713.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TPTAc8CMTJI/AAAAAAAAAfM/WAkAWvnmYZo/s200/indonesia_malaysia_100830202713.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545268644584115346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Fakta sejarah menunjukkan hubungan kedua bangsa yang kini dikenal sebagai nation-state Indonesia dan Malaysia sebenarnya pernah erat. United Malays National Organization (UMNO) memakai bendera Merah Putih dengan lambang Keris warna kuning ditengahnya. Bendera tidak sekedar hubungan warna. Ia memiliki sejarah yang menurut pejuang Malaya, Ahmad Boestaman, dicapai dengan darah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Pejuang kemerdekaan Malaysia lainnya ada banyak. Mereka sebagian besar keturunan Minangkabau dan sebagian lagi keturunan Bugis. Sebagai pejuang anti penjajahan Inggris, mereka aktif di Kesatuan Melayu Muda (KKM), Partai Kesatuan Melayu Malaya (PKMM), dan di Partai Komunis Malaya (PKM). Ibrahim Jacob dan Ahmad Boestaman adalah pemimpin kemerdekaan yang paling dikenal di Semenanjung Malaya. Keduanya sangat terinspirasi oleh gelora kemerdekaan Indonesia dan dua pemimpin besar Indonesia : Tan Malaka dan Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;KKM didirikan di Kuala Lumpur, April 1939 oleh Ibrahim Jacob bersama Hasan Haji Manan, Idris Hakim, M. Isa Mahmud, dan Abdoellah Kamil (mantan besan Soeharto). Partai Komunis Malaya mendirikan Tentara Anti Jepang Rakyat Malaya (Malayan People's Anti Japanese Army) dan KKM bersama Ibrahim Jacob ikut Gyu Gun, milisi bentukan Jepang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seperti Jaman pendudukan Jepang di Indonesia, Letnan Kolonel Ibrahim Jacob menamai pasukannya dengan PETA (Pembela Tanah Air). Ibrahim bersama Dr. Boerhanoeddin Helmi juga mendirikan KRIS (Kesatuan Rakyat Indonesia Semenanjung).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bagi KRIS merdeka adalah untuk bersatu dengan Indonesia. Ibrahim bersama Boerhanoeddin Helmi menemui Soekarno-Hatta di Singapura tanggal 8 Agustus 1945 yang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Dalat, Saigon, Vietnam Selatan untuk menemui Laksamana Terauchi. Dengan mengibarkan bendera Merah Putih saat menyambut Soekarno dan Hatta, keduanya menyatakan bahwa Semenanjung Malaya tidak dapat dipisahkan dari Indonesia Raya ( M. Salleh Lamry 2006:51 . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mereka bertemu Soekarno dan Hatta lagi di Taiping, Perak, sekembalinya dari Dalat, 13 Agustus 1945. Kesepakatan yang dicapai adalah Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan 24 Agustus 1945 dan Semenanjung Malaya adalah bagian dari Indonesia Raya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ternyata Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Soekarno Hatta tidak pernah menjelaskan ikhwal kesepakatan Taiping. Meski demikian, Soekarno pada tahun 1960-an menampung pejuang nasionalis Malaya di Jakarta saat konfrontasi dengan Malaysia&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6762786805456274399?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6762786805456274399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/11/merah-putih-kemerdekaan-malaysia-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6762786805456274399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6762786805456274399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/11/merah-putih-kemerdekaan-malaysia-1.html' title='MERAH PUTIH &amp; KEMERDEKAAN MALAYSIA (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TPTAc8CMTJI/AAAAAAAAAfM/WAkAWvnmYZo/s72-c/indonesia_malaysia_100830202713.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6088276126826622711</id><published>2010-10-22T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T08:46:04.195-07:00</updated><title type='text'>DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Prosesi bersejarah yang telah ditunggu lebih dari 300 tahun tersebut memang berjalan sangat singkat. Tak ada protokol atau korps musik. Bahkan tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun yang lebih ironis, naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang masih berupa konsep tulisan tangan Bung Karno ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh pemerintah. Naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan bernama Boerhanoedin Moehammad Diah yang menemukan draft Proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pada tanggal 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari. Tidak hanya itu, Iwan Satyanegara dan banyak sumber di internet juga mengisahkan mengenai Bendera Pusaka Sang Merah Putih. Warna putih bendera pusaka itu berasal dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto. Meski demikian, kebenaran kabar ini juga belum terungkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Hal menarik juga terjadi setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, nama Soekarno-Hatta baru diabadikan sebagai nama sebuah obyek pada tahun 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka. Bahkan, hingga memasuki tahun milenium, 2000, di Jakarta tidak terdapat satu pun nama jalan Soekarno-Hatta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Yang lebih ironis, gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun sebab, baru 1986 Pemerintah memberikan gelar Proklamator secara resmi kepada mereka.&lt;/span&gt; (A. Rizky D. Polii)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6088276126826622711?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6088276126826622711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/10/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6088276126826622711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6088276126826622711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/10/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html' title='DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (3)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-847379074903859256</id><published>2010-09-30T17:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-30T19:32:32.542-07:00</updated><title type='text'>DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun, naskah singkat yang dibacakan Soekarno, dan terkenal hingga saat ini, bukanlah naskah proklamasi yang disiapkan oleh BPUPKI ( Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) atau Dokuritsu Junbi Cosakai, yang kemudian berganti nama menjadi PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Linkai. Teks Proklamasi tersebut telah ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1945 (Piagam Jakarta atau Jakarta Charter).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun, teks 22 Juni 1945 tersebut belakangan lebih dikenal dengan sebutan Piagam Jakarta. Jika akhirnya Piagam Jakarta tersebut yang dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia akan memiliki lebih banyak Proklamator.&lt;br /&gt;Alasannya, teks Proklamasi alias Piagam Jakarta itu ditandatangani Soekarno, Moehammad Hatta, Achmad Soebardjo, Soekarni, dan Sajuti Melik. Nama terakhir adalah adalah tokoh pemuda yang mengetik naskah konsep Proklamasi yang ditandatangani Soekar-Hatta dan dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;Deklarasi kemerdekaan Indonesia sendiri hampir saja gagal dilaksanakan. Alasannya, pada tanggan 17 Agustus 1945 pukul 08.00 pagi ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya. Dia terkena gejala Malaria Tertiana, suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.&lt;br /&gt;"Pating greges," keluh Bung Karno setelah dibangunkan dr. Soeharto, dokter kesayangannya, sebagaimana diceritakan Sejarawan Iwan Satyanegara. Kemudian darahnya dialiri Chinineurethan Intramusculair dan menenggak pil Brom Chinine. Kemudian Bung Karno tidur lagi.&lt;br /&gt;Sejam kemudian, atau sekitar pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah saudara-saudara ! Kita sekalian telah merdeka !", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati.&lt;br /&gt;Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya dan melanjutkan istirahatya karena masih meriang/sakit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-847379074903859256?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/847379074903859256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/09/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/847379074903859256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/847379074903859256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/09/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html' title='DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2293389832016473733</id><published>2010-08-31T07:49:00.001-07:00</published><updated>2010-08-31T12:23:58.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945'/><title type='text'>DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TH1R6Y-zFHI/AAAAAAAAAeo/V-kJPEyftFw/s1600/_collectionimg03.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 220px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TH1R6Y-zFHI/AAAAAAAAAeo/V-kJPEyftFw/s200/_collectionimg03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511651582551463026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tahun ini (2010), perayaan HUT Kemerdekaan RI terasa sedikit istimewa. Alasannya, perayaan HUT RI kali ini terjadi di bulan Ramadhan. Nuansa Ramadhan tersebut juga terjadi saat Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945 silam. Tidak hanya Ramadhan, peristiwa bersejarah untuk bangsa Indonesia itu juga diwarnai sejumlah kejadian yang jarang diangkat ke permukaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hal yang mungkin belum banyak diketahui adalah pemilihan tanggal 17 menjadi hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tanggal 17 tersebut terungkap saat Soekarno dan Moehammad Hatta diculik dan dibawa ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil di Karawang, oleh sejumlah pemuda (Soekarni, Singgih, dan Yoesoef Koento), sehari sebelum Proklamasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para pemuda itu mendesak Soekarno-Hatta segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia mengingat Jepang baru saja dihantam Bom Atom oleh Sekutu. Melalui perdebatan panjang, Soekarno akhirnya memberikan alasan mengapa ia menyiapkan tanggal 17 sebagai hari Proklamasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Yang paling penting di dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di saigon (Vietnam), saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini untuk dijalankan tanggal 17,"katanya singkat. "Mengapa tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16 ?" tanya tokoh pemuda saat itu Soekarni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik,"jawab Soekarno.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. Tanggal 17 besok hari Jum'at, hari Jum'at itu Jum'at Legi, Jum'at yang berbahagia, Jum'at suci. Al Qur'an diturunan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 Raka'at, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia," ujar Soekarno sebagaimana ditulis Lasmidjah Hardi (1984;61).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Menariknya, tanggal 17 Agustus menjadi semakin sakral buat Indonesia mengingat di tanggal tersebut sejumlah pencetus pilar Indonesia menutup mata. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Soepratman, tutup usia, tepatnya 17 Agustus 1938 (sebagian sumber menyebut 1937). Di tanggal itu, pencetus ilmu Bahasa Indonesia, Herman Neubronner Van Der Tuuk, juga meninggal dunia, tepatnya 17 Agustus 1894.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pada hari Jum'at, 17 Agustus 1945 sekitar pukul 10.00, saat bulan Ramadhan, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akhirnya diumumkan di rumah Bung Karno, jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Menariknya, dalam naskah asli itu tanggal pembuatan yang tertulis adalah 17-8-'05. Tahun '05 tersebut ternyata merujuk pada tahun Jepang, tepatnya 2605.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2293389832016473733?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2293389832016473733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/08/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2293389832016473733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2293389832016473733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/08/dibalik-proklamasi-kemerdekaan-ri-1945.html' title='DIBALIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945 : NASKAH BERSEJARAH ITU TAK PERNAH DISIMPAN (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/TH1R6Y-zFHI/AAAAAAAAAeo/V-kJPEyftFw/s72-c/_collectionimg03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7286742135496290494</id><published>2010-07-30T21:10:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T21:43:35.900-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pranata Mangsa'/><title type='text'>KALENDER PRANATA MANGSA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pranata Mangsa adalah pedoman petani selama puluhan bahkan ratusan tahun. Jauh sebelum Kalender Saka ada berkat pengaruh Hindu, Kalender Hijriyah berkat pengaruh Islam, dan Kalender Masehi karena pengaruh Barat (Kristen), bangsa Indonesia telah mengenal adanya Kalender yang disebut Pranata Mangsa. Pranata Mangsa terbagi menjadi 12 Mangsa (Mongso : bahasa Jawa), yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kasa (22 Juni - 1 Agustus).&lt;/span&gt; Alam : Kemarau, Angin timur laut. Hama : Kepinding tanah, Kepik Hijau, Belalang. Petani : mengolah tanah (Palawija)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Karo (2 Agustus - 22 Agustus).&lt;/span&gt; Alam : Kemarau, Angin utara. Hama : Kepinding tanah, Belalang, Kepik Hijau. Petani : Menyiapkan Padi Gogo&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Ketiga (25 Agustus - 17 September).&lt;/span&gt; Alam : Kemarau, Angin timur laut. Hama Kutu, Ulat. Petani : Tanam Padi Gogo&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kapat ( 18 September - 12 Oktober ).&lt;/span&gt; Alam : Hujan mulai turun, Angin barat laut. Hama Walang Sangit, Kepik Hijau, Tikus. Petani : Tanam padi umur pendek.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kalima ( 13 Oktober - 8 November ).&lt;/span&gt; Alam Musim Hujan, Angin barat laut. Hama : Tikus, Shonte, Puthul. Petani : Tanam padi umur pendek&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kanem ( 9 November - 21 Desember ).&lt;/span&gt; Alam : Musim Hujan, Angin barat laut. Hama : Tikus, Ulat Jati, Ulat Besi, Burung. Petani : Tanam benih yang diponjo&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kapitu ( 22 Desember - 2 Februari).&lt;/span&gt; Alam : Banyak Hujan, Angin kencang. Hama : Trips, Walang Sangit, Pengerek batang. Petani : Memperbaiki alat pertanian.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kawolu ( 3 Februari - 28/29 Februari).&lt;/span&gt; Alam : Jarang hujan, Angin barat daya. Hama : Uret, Trips, Pengerek batang. Petani : Mengolah tanah sawah.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kasongo ( 1 Maret - 25 Maret ).&lt;/span&gt; Alam : Jarang hujan, Angin selatan. Hama : Belalang, Walang Sangit. Petani : Musim Tanam padi.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Kasadasa ( 26 Maret - 18 April ).&lt;/span&gt; Alam : Mareng, Angin timur laut. Hama : Belalang, Penyakit daun, Pengerek batang. Petani : Merawat tanaman Padi.&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mangsa Desta ( 19 April - 11 Maret ).&lt;/span&gt; Alam Mareng, Angin timur laut. Hama : Belalang, Kutu, Wereng. Petani : Tanam kacang-kacangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Mangsa Sadha ( 12 Mei - 21 Juni ).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; Alam : Kemarau, Angin timur laut. Hama : Ulat, Kutu, KepikPenyakit. Petani : Sawah Bero.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Seiring dengan perubahan alam, Kalender Pranata Mangsa bisa dikatakan tidak dipakai lagi oleh para petani Indonesia saat ini. Apa yang menjadi patokan atau ciri selama ratusan tahun dalam dua belas Mangsa tersebut sekarang tidak sesuai lagi karena adanya "Global Warming atau pemanasan global" yang menyebabkan iklim berubah-ubah begitu cepat. Dulu kalau bulan April - Oktober pasti musim kemarau dan bulan Oktober - April pasti musim hujan. Tetapi sekarang tidak berlaku. Bulan Juli yang seharusnya musim kemarau ternyata hujan masih turun, demikian pula sebaliknya. Mudah-mudahan manusia segera menyadari kesalahan ini sehingga alam akan kembali bersahabat dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7286742135496290494?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7286742135496290494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/07/kalender-pranata-mangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7286742135496290494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7286742135496290494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/07/kalender-pranata-mangsa.html' title='KALENDER PRANATA MANGSA'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8219036823161756619</id><published>2010-06-23T05:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T09:47:07.461-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (8)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah Jaka Tingkir menjadi Raja Pajang dengan gelar Hadiwijaya, ajaran Manunggaling Kawula Gusti dijadikan agama resmi kerajaan. Ketika seorang raja yang suka bertapa muncul di Mataram, yaitu Panembahan Senapati, lebih-lebih pada jaman Sultan Agung Hanyokrokusumo ajaran itu berkembang pesat. Sultan Agung mengarang buku 'Sastra Gending' yang berisi ajaran Manunggaling Kawula Gusti. Penggantinya, yaitu Amangkurat I merasa dirinya Allah sehingga ia memerintah sesuka hatinya bahkan bekerjasama dengan Belanda yang menjadi musuh ayahnya. Pangeran Alit, adik kandungnya sendiri, Bupati Cakraningrat I dari Madura, dan 43 selir Amangkurat I dibunuh tanpa penyelidikan akan kesalahan apa yang diperbuatnya, gara-gara dituduh meracun selir kesayangannya Ratu Malang. Juga keluarga Pangeran Pekik dibunuhnya pula. Sebanyak 6000 ulama ahli Sunni murid-murid Sunan Giri Kedhaton dibantai di alun-alun dihadapan Amangkurat I. Mereka dituduh menimbulkan keresahan pada masyarakat karena tidak sepaham dengannya. Apakah itu balas dendam Sidi Jinnar ??? (Babad Tanah Jawa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pernah terjadi di jaman kemerdekaan (1965 ?), satu group kethoprak merekam dan menyebarkan kaset berjudul Siti Jenar, dengan dialog-dialog yang jelas antipati kepada para Walisanga. Untung Kejaksaan Agung RI melarang peredaran kaset yang menghebohkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kesimpulan dari tulisan-tulisan diatas adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Perjuangan para Walisanga dalam mensiarkan agama Islam di Jawa ternyata penuh tantangan dan permasalahan, tetapi semua dilaksanakan dengan dasar kebijaksanaan, musyawarah (ramah-tamah), dialog (tukar pikiran) dalam muker Walisanga&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Perbedaan pendapat bukan menjadi halangan/pertentangan tetapi bahkan sebagai keseimbangan, saling asah-asuh-asih, saling koreksi, dan mengingatkan, mendorong demi kesatuan dan persatuan&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Prinsip pokok syiar agama Islam dilaksanakan dengan damai, menghormati jasa penguasa yang berjasa memberikan kesempatan syiar agama Islam walaupun berbeda agama (Majapahit)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Tragedi Siti Jenar mengungatkan kita untuk berhati-hati dalam memahami ajaran Manunggaling Kawula Gusti, yang sampai sekarang masih berkembang dan diminati, bahkan dipelajari secara ilmiah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sampai sekarang umat banyak sekali yang menziarahi makam para Walisanga, baik Walisangan periode I - V. Mereka datang dari seluruh Indonesia, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya mereka membukakan iman kita ke jalan yang lurus dan benar (Drs. Budiono Herusatoto, B.Sc)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8219036823161756619?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8219036823161756619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-8.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8219036823161756619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8219036823161756619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-8.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (8)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-1691687988344865193</id><published>2010-06-06T18:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T18:33:26.604-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (7)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div  style="text-align: left;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syekh Siti Jenar dan Ajarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang atau Syekh Sidi Jinnar. Sidi = tuan, Jinnar = orang yang kekuatannya seperti api. Konon Syekh ini berasal dari Persia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Alkisah, saat Sunan Bonang sedang mewejang Sunan kalijaga ilmu tingkat tinggi yang sangat rahasia, yang tidak mungkin dipahami oleh orang awam, Sunan Bonang mengajak Sunan Kalijaga ke tempat yang jauh dan sepi, di tengah rawa-rawa di tepi pantai utara yang tidak pernah dijamah oleh manusia. Di tengah perjalanan ternyata perahu yang mereka naiki bocor, sehingga oleh Sunan Kalijaga ditambal dengan tanah liat. Saat Sunan Bonang berpesan mewanti-wanti kepada murid terpilihnya jangan sampai salah faham, karena bisa salah kedaden bila pemahamannya keliru. Kesalahan fatal memahami ilmu tersebut si murid bisa mengaku dirinya sebagai Allah. Saat mewejang Sunan kalijaga tersebut Sunan Bonang merasakan ada getaran sihir di perahu itu. Ternyata ada seseorang yang menyamar diri dengan ilmu sihir bersembunyi di dalam perahu tersebut.  Sunang Bonang memeriksa tanah liat yang digunakan oleh Sunan kalijaga untuk menambal perahu yang bocor. Ternyata dalam tanah liat tersebut terdapat seekor cacing, dan cacing tersebut diambil dan berubah menjadi Syekh Sidi Jinnar yang belum dikenalnya. Setelah berkenalan Sidi Jinnar dinasehati bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"sihir dilarang dalam agama Islam".&lt;/span&gt; Dan Sidi Jinnar menjawab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"mohon bimbingan"&lt;/span&gt;, sehingga akhirnya Sidi Jinnar berguru kepada Sunan Bonang. Ia kemudian berguru pula kepada Sunan Ampel dan Sunan Giri, bahkan akhirnya diterima sebagai anggota Walisanga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sidi Jinnar membuka perguruan dan muridnyapun banyak pula, salah seorang diantaranya terkenal sebagai Ki Ageng Pengging, ayah Jaka Tingkir yang kemudian menjadi menantu Sultan Trenggana (Raja Kerajaan Islam demak), dan kemudian setelah Kerajaan demak hancur karena perebutan tahta antar keluarga, Jaka Tingkir merebut kekuasaan dan memindahkan kerajaan ke Pajang, dan bergelar Sultan Hadiwijaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Wejangan Sunan Bonang terhadap Sunan Kalijaga ternyata terbukti, yakni dengan menyimpangnya ajaran Sidi Jinnar dari ajaran Islam. Sidi Jinnar lama kelamaan meninggalkan Shalat berjama'ah bersama para wali di Masjid Demak, bahkan tidak melakukan Shalat sama sekali dan mengakui dirinya itu Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para Wali kemudian bersidang dipimpin oleh Sunan Giri sebagai Mufti atau pimpinan para ulama. Kemudian mengutus Santri Kodrat dan Santri Malang Sumirang untuk memanggil Sidi Jinnar di goa tempat Sidi Jinnar menyepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ketika pesan panggilan ke Masjid Demak diutarakan, jawaban Sidi Jinnar dari dalam goa : "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Sidi Jinnar tidak ada yang ada hanya Allah" Utusan kembalilah kepada para Wali."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;, teriaknya. Utusan-pun kembali ke Demak untuk melapor. dan makin kuat dugaan para wali bahwa Sidi Jinnar telah sesat, dan kedua santri Sunan Giri itu diutus kembali untuk memanggil Allah ke Demak. kali ini Sidi Jinnar menjawab : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;"Allah tidak ada yang ada Sidi Jinnar".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Utusan kembali ke Masjid Demak melapor. Sunan Giri menyuruhnya kembali supaya Sidi Jinnar datang menghadap. Diskusipun berlangsung seru. "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Gusti dan kawula itu sama. Allah adalah aku sendiri, tidak ada gunanya menjalankan syariat yang ada hanya hakekat. Allah dan Sidi Jinnar sudah bersatu, kalau Sidi Jinnar menyembah Allah, itu berarti Allah menyembah Allah" demikian Sidi Jinnar. "Itu ajaran sesat, persis ajaran Syeh Al Halaj yang berpaham wihdatul wujud, mengaku dirinya Tuhan Allah. Itu akan membahayakan ummat. Di Baghdad Syeh Al Halaj dihukum mati".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Sidi Jinnar-pun dihukum mati. Namun Sunan Giri memberi innah satu tahun untuk memperbaiki diri. Setelah lewat satu tahun ternyata Sidi Jinnar tidak berubah, maka dilaksanakanlah hukuman mati itu oleh Sunan Kudus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Murid-murid Sidi Jinnar adalah Ki Ageng Pengging, Ki Ageng Tingkir, Pangeran Panggung, Ki Lontang Asmara yang ikut bela pati pada Sidi Jinnar. Konon setelah Sidi Jinnar dikuburkan, ia mengeluarkan ancaman kepada para wali : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;"Sidi Jinnar akan membalas tindakan para wali. Nanti, di jaman Mataram bila ada raja suka bertapa pada saat itulah dendam saya akan terlaksana"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-1691687988344865193?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/1691687988344865193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-7.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1691687988344865193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1691687988344865193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-7.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (7)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8675522349837418512</id><published>2010-06-04T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T21:51:39.682-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (6)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kelompok Santri Putihan dan Santri Abangan menunjukkan sikap demokratisnya ketika :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Kalijaga menciptakan wayang, kesenian Jawa yang sangat disukai oleh rakyat, karena waktu itu pertunjukkan wayang sebagai alat untuk mendatangkan Hyang atau arwah nenek moyang. Gambar wayang Jawa kuno berbentuk gambar manusia seperti relief pada Candi Prambanan. Sunan Giri pemimpin santri putihan memerintahkan kepada Sunan Kalijaga untuk menciptakan bentuk wayang yang tidak mirip manusia karena dilarang menurut tuntunan Nabi. Wayang pertama  ciptaan Sunan kalijaga adalah Gunungan. Kemudian ia menciptakan tokoh Bathara Guru, yang kemudian diberinya nama Girinata, kenang-kenangan bahwa Sunan Giri-lah yang menata alam dunia baru pewayangan, pergantian ke jaman Islam, dengan bentuk wayang purwo yang sekarang kita kenal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pembukaan Masjid Demak, dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kulit/Purwo dengan dalang Sunan Kalijaga. Hal itupun hasil musyawarah dalam sidang para Walisanga, hasil diskusi kelompok Santri Putihan dan Santri Abangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebijaksanaan, ramah tamah, bertukar pikiran selalu menjadi pedoman dan tindakan para Walisang&lt;/span&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Menurut pakar sejarah Jawa dari Belanda Dr. H.J. De Graaf, pemerintahan Giri Kedhaton berlangsung selama 200 tahun, dimulai dari tahun 1470 Masehi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giri yang pertama atau Raden Paku&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giri yang kedua atau Sunan Dalem&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giri yang ketiga atau Sunan Sedamargi&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giri yang keempat atau Sunan Giri Prapen&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giru yang kelima atau Sunan Kawis Guwa&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Panembahan Ageng Giri&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Panembahan Mas Witana Sideng Rana, wafat tahun 1660 Masehi&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Pangeran Puspa (bukan keturunan Sunan Giri) yang diangkat oleh Sultan Amangkurat I&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Panembahan Singasari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Panembahan Giri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8675522349837418512?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8675522349837418512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8675522349837418512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8675522349837418512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/06/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-6.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (6)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4701507157230747330</id><published>2010-05-28T20:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T21:37:16.834-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Para anggota Walisanga adalah orang-orang yang terpilih dan mendapatkan sebagian karomah Nabi, yakni barokah. Merekalah peletak dasar syiar agama Islam di Jawa, sejak datangnya Maulana Malik Ibrahim pada tahun 1404 Masehi. Walisanga yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat itu selalu mengkonsolidasikan diri dan mengkoordinasikan segala kegiatan dakwah Islamiyahnya. Sehingga pada hakekatnya Walisanga adalah sebuah organisasi para wali yang keanggotaannya mengalami perubahan dan penggantian, tetapi tetap berjumlah sembilan. Dalam pelaksanaan dakwahnya menghadapi masyarakat Jawa yang berlatar belakang pluralistik, yaitu budaya Hindu, Budha, Kejawen, Animisme, dan Dinamisme, maka diperlukan taktik dan strategi serta metode dakwah Islamiyahnya. Perbedaan sikap dan cara dakwah membuat dakwah para Walisanga terbagi dua, yaitu cara moderat dan cara konservatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Golongan moderat menuduh golongan konservatif sebagai ekstrim, tidak tahu situasi dan kondisi, tidak pandai-pandai membawa diri, tidak mengerti hikmah kebijaksanaan, dan masih banyak cercaan lainnya. Mereka dipimpin oleh Sunan Kalijaga, dengan didukung oleh Sunan Bonang, Sunan Murua, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Mereka ini disebut Santri Abangan, yaitu golongan yang masih mentolerir kepada adat-istiadat dan kepercayaan lama, tidak tergesa-gesa merubah adat istiadat lama, tetapi dipengaruhi sedikit demi sedikit, diarahkan secara bijaksana denga media dakwah. Rakyat diambil hatinya agar simpati, senang, mengerti, dan kemudian mencintai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tujuan kelompok Santri Abangan adalah ingin meng-Islam-kan orang Jawa secepat mungkin, dengan jalan agak kompromi atau dengan mengikuti arus tetapi tidak hanyut. Golongan konservatif yang dipimpin oleh Sunan Giri dan didukung Sunan Ampel dan Sunan Drajat, menuduh golongan moderat sebagai tidak konsekwen dalam menjalankan perintah agama Islam, ingin memalsukan agama Allah, berkompromi dengan kaum batil, mencampur yang haq dengan yang batil, Islam palsu, dan sebagainya. Mereka dijuluki Santri Putihan, yaitu dalam masalah ibadah tidak kenal kompromi dengan adat istiadat dan kepercayaan lama. Ibadah harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen. Ibadah harus sesuai dengan aturan yang terdapat dalam Al Qur'an dan Sunnah Rasul. Sunan Giri adalah seorang yang ahli dalam ilmu Taukhid dan ilmu Fikih. Beliau sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan hukum takut kalau tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Tujuan kelompok Santri Putihan adalah menghindari terjadinya penyelewengan aturan agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun demikian kedua aliran tersebut tetap bersatu padu menjaga Ukhuwah Islamiyahnya, menjaga persatuan umat. Hal tersebut ditunjukkan dalam bergotong royong membangun Masjid Demak, membantu Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak dan meruntuhkan Kerajaan Majapahit setelah keturunan raja Majapahit tidak lagi memimpin Majapahit karena ditundukkan oleh Raja Girindrawardhana dari Kediri.  Prabu Brawijaya Kertabhumi, ayah Raden Patah tewas dalam memberikan kesempatan kepada Sunan Ampel dan Sunan Giri menyiarkan agama Islam di wilayah Majapahit. Setelah Sunan Ampel wafat pimpinan Walisanga digantikan oleh Sunan Giri yang bersikap tegas terhadap Majapahit. Raja Girindrawardhana yang merebut Majapahit, namun Girindrawardhana sudah didahului dikalahkan oleh Prabu Udhata dan tewas pada tahun 1498 Masehi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Prabu Udhata takut diserang oleh Sunan Giri yang saat itu dikenal sebagai penguasa Pesantren Giri, pimpinan Giri Kedhaton, yang memimpin pemerintahan para ulama. Apalagi bila bergabung dengan prajurut Demak untuk merebut kekuasaan pemerintahan yang menjadi hak Raden Patah selaku putra Prabu Brawijaya Kertabhumi. Prabu Udhata bersekongkol dengan Portugis di Malaka pada tahun 1512 Masehi. Dan Demak menyerang Majapahit pada tahun 1517 Masehi, dan jatuhlah Majapahit sehingga seluruh pusaka Majapahit jatuh ke tangan Raden Patah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4701507157230747330?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4701507157230747330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4701507157230747330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4701507157230747330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-5.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (5)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3361759360000359288</id><published>2010-05-17T00:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T01:39:45.480-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Para anggota Walisanga adalah orang-orang yang terpilih dan mendapatkan sebagian karomah Nabi Muhammad SAW, yaitu barokah. Merekalah peletak dasar syiar agama Islam di Jawa, sejak datangnya Maulana Malik Ibrahim pada tahun 1404 Masehi. Walisanga yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat itu selalu mengkonsolidasikan diri dan mengkoordinasikan segala kegiatan dakwah Islamiyahnya. Sehingga pada hakekatnya Walisanga adalah sebuah organisasi para wali yang keanggotaannya mengalami perubahan dan penggantian, tetapi tetap berjumlah sembilan orang. Dalam pelaksanaan dakwahnya menghadapi masyarakat Jawa yang berlatar belakang masyarakat plularistik dan beragam budayanya, yaitu budaya Hindu, Budha, Kejawen, animisme, dan dinamisme, maka diperlukan taktik dan strategi serta metode dakwah Islamiyahnya. Akibatnya terjadi perbedaan sikap dan cara dakwah yang berakhir dengan terbaginya dua cara dalam berdakwah, yaitu cara moderat dan cara konservatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Golongan moderat menuduh golongan konservatif sebagai ekstrem, tidak tahu situasi dan kondisi, tidak pandai-pandai membawa diri, tidak mengerti hikmah kebijaksanaan, dan masih banyak cercaan lainnya. Mereka dipimpin oleh Sunan Kalijaga, dengan didukung oleh Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka ini disebut sebagai Santri Abangan, yakni golongan yang masih mentolerir kepada adat-istiadat dan kepercayaan lama, tidak tergesa-gesa merubah adat-istiadat lama, tetapi dipengaruhi sedikit demi sedikit, diarahkan secara bijaksana sebagai media dakwah. Rakyat diambil hatinya agar simpati, senang, mengerti, dan kemudian mencintai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tujuan kelompok Santri Abangan adalah ingin meng-Islam-kan orang Jawa secepat mungkin, dengan jalan agak kompromi atau dengan mengikuti arus tetapi tidak hanyut. Golongan konservatif yang dipimpin oleh Sunan Giri, dan didukung oleh Sunan Ampel dan Sunan Drajat, menuduh golongan moderat sebagai tidak konsekwen dalam menjalankan perintah agama Islam, ingin memalsukan agama Allah, berkompromi dengan kaum batil, mencampur yang haq dengan yang batil, Islam palsu, dan sebagainya. Golongan Konservatif dijuluki sebagai Santri Putihan, yaitu dalam masalah ibadah tidak kenal kompromi dengan adat-istiadat dan kepercayaan lama. Ibadah harus dilaksanakan secara murni dan konsekwen. Ibadah harus sesuai dengan aturan yang tersebut di dalam Al Qur'an dan Sunnah Rasul. Sunan Giri adalah seorang yang dalam ilmu Taukhid dan ilmu Fikihnya. Beliau sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan hukum, takut kalau tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Tujuan kelompok Santri Putihan adalah menghindari terjadinya penyelewengan aturan Agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun demikian kedua aliran itu tetap bersatu padu menjaga Ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan umat. Hal tersebut ditunjukkan dalam bergotong royong membangun Masjid Demak, membantu Raden Pattah mendirikan Kerajaan Islam Demak, dan meruntuhkan Kerajaan Majapahit setelah keturunan Raja Majapahit tidak lagi memimpin Kerajaan Majapahit karena ditundukkan oleh Raja Girindrawardhana dari Kerajaan Kediri. Prabu Brawijaya Kertabhumi, ayah Raden Pattah tewas dalam memberikan kesempatan kepada Sunan Giri dan Sunan Ampel menyiarakan agama Islam di wilayah Majapahit.. Setelah Sunan Ampel wafat pimpinan Walisanga digantikan oleh Sunan Giri, dan Sunan Giri bersikap tegas terhadap Majapahit. Raja Girindrawardhana yang telah merebut Majapahit, namun Girindrawardhana sudah didahului dikalahkan oleh Prabu Udhata dan tewas pada tahun 1498 Masehi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tetpi Prabu Udhata takut diserang oleh Sunan Giri yang saat itu dikenal sebagai pengusaha. Pesantren Giri, pimpinan Giri Kedhaton, yang memimpin pemerintahan para ulama. Apalagi bila bergabung dengan prajurit Demak untuk merebut kekuasaan pemerintahan yang menjadi hak Raden Pattah selaku putra Brawijaya Kertabhumi. Prabu Udhata bersekongkol dengan Portugis di Malaka pada tahun 1512 Masehi. Dan Demak menyerang Majapahit pada tahun 1517 Masehi, dan jatuhlah Majapahit, sehingga seluruh pusaka Majapahit jatuh ke tangan Raden Patah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3361759360000359288?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3361759360000359288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3361759360000359288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3361759360000359288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-4.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (4)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7796336114374451731</id><published>2010-05-13T06:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T06:38:11.829-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (3)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;C. Walisanga Periode Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Walisangan periode ketiga bermula pada tahun 1463 M dengan masuknya empat wali baru sebagai anggota Walisanga berdarah campuran Jawa, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Paku atau Syeh Maulana A'inul Yaqin&lt;/span&gt; kelahiran Blambangan, Jawa Timur. Raden Paku merupakan putra Syeh Maulana Ishak dengan putri Blambangan, Dewi Sekardadu. Raden Paku menggantikan ayahnya yang pulang kembali ke negeri Pasai, dan kemudian terkenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunan Giri.&lt;/span&gt; Setelah wafat Sunan Giri dimakamkan di Gresik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Said&lt;/span&gt; yang kemudian dikenal sebagai S&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;unan Kalijaga,&lt;/span&gt; lahir di Tuban, beliau adalah putera adipati Tuban Wilatikta, menggantikan Syeh Subakir yang kembali ke negeri Persia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Makdum Ibrahim&lt;/span&gt; yang dikenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunan Bonang&lt;/span&gt;, kelahiran Ampel, Surabaya, putera Sunan Ampel, menggantikan Maulana Hasanuddin yang wafat tahun 1462 M.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Qosim&lt;/span&gt; yang terkenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunan Drajat,&lt;/span&gt; putera Sunan Ampel, lahir di Surabaya menggantikan Maulana Aliyuddin yang wafat tahun 1462 M.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;D. Walisanga Periode Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dua anggota Walisanga wafat, yaitu Maulana Ahmad Jumadil Kubro dan Maulana Muhammad Al Maghrobi pada tahun 1466 M. Mereka digantikan oleh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Hasan atau Raden Pattah&lt;/span&gt; yang merupakan murid Sunan Ampel, putera Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit yang kemudian diangkat sebagai adipati Demak Bintoro pada tahun 1462 M. Bersama para wali lainnya beliau membangun Masjid Demak pada tahun 1465 M, dan kemudian dinobatkan sebagai raja Islam yang pertama di Demak dan bergelar Sultan Demak pada tahun 1468 M.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fathullah Khan&lt;/span&gt;, putera Sunan Gunung Jati, dipilih sebagai anggota Walisanga menggantikan ayahnya yang sudah lanjut usia sebagai Sunan Gunung Jati II.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;E. Walisanga Periode Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Peninggalan catatan sejarah para wali periode kelima ini tidak diketemukan, sehingga mulai rancu, atau mungkin sengaja dihilangkan atau dihapuskan dengan adanya pergantian politik setelah Kerajaan Demak runtuh dan digantikan / dipindahkan oleh Kraton Pajang, dimana jaman keemasan pengajaran Islam di Jawa Tengah mulai suram kembali. Dikenal adanya Sunan Muria atau Raden Umar Said, putera Sunan Kalijaga, masuk kedalam jajaran Walisanga. Juga konon Syeh Siti Jenar juga menjadi anggota Walisanga yang setelah dihukum mati Sunan Kudus digantikan oleh Sunan Bayat / Tembayat atau Adipati Pandanaran (Adipati Semarang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sedangkan nama-nama para Walisanga yang dikenal oleh masyarakat umum adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Gresik atau Syeh Maulana Malik Ibrahim&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Ampel&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Bonang&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Giri&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Drajat&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Muria&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Kudus&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Kalijaga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sunan Gunung Jati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7796336114374451731?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7796336114374451731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-3.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7796336114374451731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7796336114374451731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/05/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-3.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (3)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6480939671361728352</id><published>2010-04-30T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-30T21:33:42.445-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Zaman kewalian Walisanga sendiri dibagi dalam lima (5) periode, yang sambung menyambung dengan perubahan, penambahan, pergantian personil para Walinya, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;A. Walisanga Periode Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walisanga periode pertama adalah para wali yang dikirim oleh Sultan Muhammad I dari Kerajaan Turki. Mendengar dari para pedagang Turki bahwa di Pulau Jawa ada kerajaan, yaitu para pedagang di pesisir utara Pulau Jawa sudah menganut Islam, maka Sultan Muhammad I berkirim surat kepada para pembesar Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah, meminta kepada para ulama yang memiliki karomah dari kedua negeri itu untuk dikirim ke Pulau Jawa. Maka terkumpullah 9 ulama berilmu tinggi serta memiliki karomah, yang diberangkatkan ke Pulau Jawa pada tahun 808 Hijriyah atau 1404 Masehi, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Malik Ibrahim&lt;/span&gt;, dari Turki yang ahli mengatur negara. Beliau berdakwah di Jawa bagian timur dan wafat tahun 1419, dimakamkan di Gresik, Jwa Timur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Ishaq,&lt;/span&gt; dari Samarkand di Kazakhstan, yang ahli pengobatan. Beliau tidak menetap di Jawa karena pindah ke Pasai / Singapura dan wafat di sana.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Ahmad Jumadil Kubra,&lt;/span&gt; dari Mesir, berdakwah kelliling dan setelah wafat dimakamkan di Tralaya, Trowulan, Mojokerto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Muhammad Al Maghrobi&lt;/span&gt;, dari Maroko / Maghrib. Berdakwah keliling dan wafat tahun tahun 1465 Masehi dimakamkan di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Malik Isro'il,&lt;/span&gt; dari Turki, ahli mengatur negara. Wafat tahun 1435 Masehi dan dimakamkan di Gunung Santri, Cilegon, Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Muhammad Ali Akbar,&lt;/span&gt; dari Persia/Iran, ahli pengobatan, wafat tahun 1435 dan dimakamkan di Gunung Santri, Cilegon, Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Hasanuddin,&lt;/span&gt; dari Palestina, berdakwah keliling dan wafat tahun 1462 Masehi dan dimakamkan di samping Masjid Banten lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maulana Allyuddin,&lt;/span&gt; dari Palestina, berdakwah keliling dan wafat tahun 1462 Masehi, dimakamkan di samping Masjid Banten lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;S&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yeh Subakir,&lt;/span&gt; dari Persia/Iran, ahli menumbali tanah angker yang dihuni oleh jin-jin jahat tukang menyesatkan manusia, untuk dijadikan Pesantren. Beliau kembali ke Persia tahun 1462 Masehi dan wafat di sana.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;B. Walisanga Periode Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walisanga periode kedua adalah kewalian lanjutan periode pertama dengan mengisi kekosongan tiga wali yang wafat, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Raden Ahmad Ali Rahmatullah,&lt;/span&gt; dari Campa/Muangthai selatan, datang tahun 1421 menggantikan Maulana Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 Masehi. Beliau dikenal sebagai Raden Rahmatullah yang kemudian dikenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sunan Ampel&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sayyid Ja'fat Shodiq, &lt;/span&gt;dari Palestina, datang ke Jawa tahun 1438 menggantikan Maulana &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;M&lt;/span&gt;alik Isro'il yang wafat tahun 1435 Masehi. Beliaulah yang kemudian dikenal dengan nama&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sunan Kudus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Syarif Hidayatullah, &lt;/span&gt;dari Palestina, datang Ke Jawa tahun 1436 Masehi, menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat tahun 1435 Masehi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walisanga periode kedua ini melaksanakan sidang kewalian yang kedua bertempat di Ampel, Surabaya. Hasilnya adalah pembagian tugas, yaitu Sunan Ampel, Maulana Ishaq, dan Maulana Jumadil Kubro berdakwah di wilayah Jawa Timur. Sedang Sunan Kudus, Syeh Subakir, dan Maulana Al Maghribi berdakwah di wilayah Jawa Tengah, dan Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin, Maulana Alyuddin bertugas di wilayah Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6480939671361728352?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6480939671361728352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/04/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-2.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6480939671361728352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6480939671361728352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/04/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-2.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-905664764933803789</id><published>2010-04-17T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T00:14:56.483-07:00</updated><title type='text'>PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S8qrPN8X2vI/AAAAAAAAAeg/JHrayiDThZY/s1600/Masjid+Agung+Demak.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S8qrPN8X2vI/AAAAAAAAAeg/JHrayiDThZY/s200/Masjid+Agung+Demak.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461365776069417714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Hendaknya engkau ajak orang ke jalan Tuhanmu dengan Hikmah (Kebijaksanaan) dengan petunjuk-petunjuk yang baik (ramah-tamah) serta ajaklah mereka berdialog (bertukar pikiran) dengan cara yang sebaik-baiknya ( Qur'an Surat An Nahl : 125 ).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Penulisan sejarah tentang sejak kapan masuknya agama Islam di Pulau Jawa sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan. Para ahli sejarah Indonesia masih senang menggali sumber sejarah tanah air sendiri dari sumber-sumber ahli sejarah bangsa asing, walaupun semakin banyak data sejarah di dalam negeri yang patut untuk dicek validitasnya menjadi fakta sejarah yang otentik. Namun kemauan dan keberanian untuk mengolah data, serta banyak faktor lainnya yang merupakan hambatan psikologis dan sikap tradisional yang masih lekat, menghambat kemampuan penulisan sejarah masuknya agama Islam di Indonesia, atau di Pulau Jawa pada khususnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Salah satu buku pegangan resmi bagi para mahasiswa Indonesia adalah "Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia", ditulis oleh Dr. R. Soekmono, yang telah dicetak ulang sampai edisi ke-10 (1994) sejak edisi pertamanya pada tahun 1993. Pada buku jilid 3, bagian II, Jaman Madya Indonesia, kapan masuknya Islam di Indonesia terdapat sebuah batu bersurat dalam bahasa dan huruf Arab di Leran (dekat Gresik, Jawa Timur) yang memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan bernama Fatimah Binti Maimun. Dan penulisan sejarah Islam selanjutnya dikutip dari keterangan nyata yang dikutip dari Marcopolo dari Venesia, Italia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Buku Sejarah Kebudayaan Indonesia susunan Dr. Prijohutmo yang dulu dipakai sebagai buku pegangan pengajaran sejarah di SLA dan Perguruan Tinggi sebelum tahun 1965 pun banyak dikritik tidak menggunakan metoda penulisan sejarah yang baik. Apalagi tulisan Dr. C.C. Berg, Penulisan Sejarah Jawa yang menggunakan dasar penelitiannya menggunakan buku-buku lainnya yang ada tentang masuknya Islam di Jawa, kebanyakan merupakan buku kisah atau riwayat, yang walaupun mencantumkan angka-angka tahun dan sumber kutipan dari kitab-kitab peninggalan para tokoh-tokoh penyebar Islam di Jawa, belumlah berani menyatakan data tersebut sebagai bukti catatan sejarah yang resmi karena tidak memenuhi kriteria ilmiah dan melalui metoda penelitian yang berani dipertanggungjawabkan keabsahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walaupun demikian, pengetahuan sejara Islam di Jawa dari kisah, riwayat, dan kitab-kitab para tokoh-tokoh penyebar Islam di Jawa yang ada kiranya patut untuk diketahui oleh umat Islam Indonesia masa kini. Sebagai suatu pengetahuan yang kiranya masih ada gunanya untuk pendidikan bagi putera-puteri kita, agar mengenal bagaimana perjuangan para penyebar agama Islam yang pertama di Jawa, terutama bagaimana pelaksanaan ajaran demokrasi Islam, musyawarah dan mufakat, kebijaksanaan, bertukar pikiran dan ramah tamah sesungguhnya sudah dipraktekkan oleh tokoh jaman dahulu (sebagaimana tercantum dalam Qur'an Nur Karim, Surat An Nahl ayat 125 seperti dikutipkan pada awal makalah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ibnul Bathuthah seorang utusan Sultan Delhi (India) dalam perjalanan perdagangannya dari India ke Tiongkok, dan singgah di kerajaan Samudra (1345 M) menyusun catatan berlayarnya yang kemudian dinamakan Kitab Kanzul Ulum, yang kemudian dilanjutkan oleh oleh Syeh Maulana Al Maghribi, menyatakan bahwa banyak para pedagang-pedagang dari Majapahit yang datang ke kerajaan Samudra, dan di Gresik dan Tuban banyak pula dikunjungi oleh para pedagang Islam dari India dan Samudra (yang kemudian pindah ke Pasai). Bahkan salah seorang istri raja Majapahit adalah putri Islam dari Aceh (putri Cempa) dan permaisurinya adalah puteri Cina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kerajaan Majapahit bersikap penuh toleransi terhadap Islam. Hal itu terbukti pula dari banyaknya makam-makam Islam di ibukota Majaphit, yakni di Desa Tralaya, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Batu-batu nisan tersebut berangka tahun 1369 M, yaitu masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Dan menjelang runtuhnya kerajaan Majapahit pada abad ke-15 Masehi, daerah-daerah pesisir utara Pulau Jawa sudah masuk Islam semuanya, dengan pusat-pusatnya di Jepara, Tuban, dan Gresik, dibawah pemerintahan para Adipati yang masih tunduk kepada Pemerintah Pusat di Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kitab Kanzul Ulum Ibnul Bathuthah mencatat bahwa para Wali Sanga yang terkenal di Jawa terbagi dalam 3 (tiga) tahapan kewalian, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Wali Sanga tahap pertama, bersidang pada tahun 1404 Masehi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wali Sanga tahap kedua, bersidang pada tahun 1436 Masehi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wali Sanga tahap ketiga, bersidang pada tahun 1463 Masehi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dan menurut K.H. Dahlan Abdul Qohar, pada tahun 1466 Masehi para Wali Sanga itu bersidang lagi (Asnan Wahyudi dan Abu Khalid, MA, tanpa tahun : 11).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Zaman kewalian Wali Sanga sendiri dibagi dalam 5 (lima) periode, yang sambung menyambung dengan perubahan, penambahan, penggantian personil para walinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-905664764933803789?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/905664764933803789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/04/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/905664764933803789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/905664764933803789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/04/perjuangan-awal-para-wali-di-jawa-1.html' title='PERJUANGAN AWAL, PARA WALI DI JAWA (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S8qrPN8X2vI/AAAAAAAAAeg/JHrayiDThZY/s72-c/Masjid+Agung+Demak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-1975649026209494548</id><published>2010-03-27T10:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T11:16:53.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prasasti Talang Tuo Kerajaan Sriwijaya'/><title type='text'>SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;O&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;rang yang mengaku modern biasanya malu untuk belajar pada masa lampau. Masa lampau sudah berlalu yang hanya patut untuk kebanggaan. Padahal, seharusnya dari kejadian masa lampau kita belajar untuk perencanaan masa depan. Kesalahan-kesalahan pada masa lampau kita perbaiki, dan kearifan-kearifan pada masa lampau kita tiru dan kita lestarikan. Demikian juga kearifan Dapunta Hyang Sri Jayanasa dalam menata kota Sriwijaya patut kita tiru, sekurang-kurangnya oleh para pejabat kota Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ketika awal berdirinya kota Sriwijaya (sekitar 680-an Masehi), pemukiman penduduk berada di tepian sungai berupa rumah panggung dan rumah rakit yang ditambatkan di tepian Sungai Musi. Bangunan-bangunan keagamaan seperti candi dan stupa ditempatkan di lokasi yang lebih tinggi, di bukit Siguntang, Candi Angsoka (dekat Rumah Sakit Charitas sekarang), dan daerah Gedingsuro (kompleks PT Pusri sekarang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Penempatan yang demikian karena bangunan keagamaan tidak boleh tercemar oleh banjir yang mungkin disebabkan meluapnya sungai Musi. Taman Sriksetra ditempatkan jauh di sebelah barat laut kota pada tempat yang tinggi dan mempunyai kandungan air tanah yang cukup banyak, dimaksudkan untuk cadangan air bersih pada musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ironisnya, Taman Sriksetra sekarang sedang dalam tahap penggusuran. Punggung talang di sekitar tempat diketemukannya prasasti Talang Tuo sekarang merupakan kebun Kelapa Sawit, tetapi di sekitarnya, di beberapa tempat diperuntukkan bagi perumahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Lebih celaka lagi, jarak antar rumah sangat rapat, seperti layaknya kampung yang padat penduduk. Keadaan seperti ini dapat menghalangi meresapnya air hujan ke dalam tanah. Sementara itu, di sebelah selatan Talang Tuo tanahnya sedang dikeruk untuk menimbun daerah rawa di Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Apa jadinya kota Palembang kalau daerah bekas Taman Sriksetra penuh dengan perumahan ? Tentu saja kota Palembang akan mengalami banjir yang cukup parah. Air datang dari luapan sungai Musi, ditambah lagi air juga datang dari daerah yang tinggi di sebelah utara dan barat laut kota bekas lokasi taman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Usaha penyelamatan bekas lokasi Taman Sriksetra dari penggusuran belum terlambat. Apabila ada niat baik dari Pemerintah Kota Palembang menjadikan kawasan ini sebagai daerah hijau atau daerah resapan air untuk kota Palembang, itu berarti pemerintah kota sekaligus mendukung program penanaman sejuta pohon. Dan, juga dapat menjadi contoh kota di Indonesia dalam usaha melestarikan lingkungan kota ( Bambang Budi Utomo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-1975649026209494548?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/1975649026209494548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1975649026209494548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1975649026209494548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang_27.html' title='SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (3)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3232675486270397600</id><published>2010-03-25T14:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T14:48:27.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prasasti Talang Tuo Kerajaan Sriwijaya'/><title type='text'>SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ketika Presiden RI mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon, lebih dari 1300 tahun yang lalu Dapunta Hyang Sri Jayanasa (penguasa Kerajaan Sriwijaya) telah lebih dulu mencanangkan pembangunan taman. Sebuah taman yang tanaman buahnya dapat dimanfaatkan untuk semua makhluk hidup. Kalau sang Presiden RI mencanangkan Program Penanaman Sejuta Pohon sebagai akibat rusaknya lingkungan hidup (hutan), atau bisa jadi karena desakan dari dunia internasional, Dapunta Hyang Sri Jayanasa memerintahkan pembangunan taman semata-mata untuk kesejahteraan rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kalau kita menoleh jauh ke belakang, ke masa ketika awal dibangunnya kota Sriwijaya pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, pembangunan Taman Sriksetra itu tentu tidak ada maksud lain selain menyejahterakan rakyatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kota Sriwijaya itu terletak di kota Palembang sekarang, pada sebuah dataran rendah yang dibelah sungai Musi. Taman Sriksetra terletak di dataran tinggi yang berbukit-bukit dan berlembah-lembah. Pada lembah-lembahnya mengalir beberapa anak sungai yang bermuara di sungai Musi, seperti Sungai Sekanak, Sungai Kedukan, dan Sungai Lambidaro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pada masa awal berdirinya kota Sriwijaya, tentunya sungai-sungai ini berair jernih dan dapat dimanfaatkan oleh penduduk kota sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi dengan dibangunnya bendungan di sekitar taman di daerah yang tinggi, tentunya dimanfaatkan sebagai tandon air ketika musim kemarau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Taman Sriksetra dibangun agar rakyat sejahtera karena tidak kelaparan sebagaimana harapan yang tertulis dalam prasasti : "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Jika mereka lapar waktu beristirahat atau dalam perjalanan, semoga mereka menemukan makanan serta air minum. Semoga semua kebun yang mereka buka menjadi berlebih (panennya)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Harapan ini agaknya tidak hanya ditujukan kepada penduduk kota Sriwijaya, tetapi juga semua penduduk kerajaan. Mungkin saja penduduk dari luar kota Sriwijaya yang hendak ke kota singgah dulu di Taman Sriksetra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kunci dari keberhasilan seseorang pemimpin adalah menyejahterakan rakyatnya. Rakyat yang lapar dan tidak sejahtera tentu akan melakukan perbuatan yang melanggar tatanan masyarakat. Hal ini disadari betul oleh Dapunta Hyang, sebagaimana tersirat dan tersurat dalam Prasasti Talang Tuo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;"Dan juga semoga semua hamba mereka setia pada mereka dan berbakti, lagipula semoga teman-teman mereka tidak mengkhianati mereka dan semoga istri mereka bagi istri yang setia. Lebih-lebih lagi, dimana pun mereka berada, semoga di tempat itu tidak ada pencuri, atau orang yang mempergunakan kekerasan, atau pembunuh, atau penzinah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3232675486270397600?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3232675486270397600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang_25.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3232675486270397600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3232675486270397600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang_25.html' title='SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-1866564588969514013</id><published>2010-03-22T14:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T14:48:39.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prasasti Talang Tuo Kerajaan Sriwijaya'/><title type='text'>SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S6fieurxF8I/AAAAAAAAAeU/NNCFwzSkL-U/s1600-h/prasasti+Talang+Tuo.bmp"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S6fieurxF8I/AAAAAAAAAeU/NNCFwzSkL-U/s200/prasasti+Talang+Tuo.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451574891510831042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Pada tanggal 23 Maret 684 Masehi, pada saat itulah taman ini yang dinamakan Sriksetra dibuat dibawah pimpinan Sri Baginda Sri Jayanasa. Inilah niat Baginda : Semoga yang ditanam di sini, pohon kelapa, pinang, aren, sagu, dan bermacam-macam pohon, buahnya dapat dimakan, demikian pula bambu haur, waluh, dan pattum, dan sebagainya ; dan semoga juga tanaman-tanaman lainnya dengan bendungan-bendungan dan kolam-kolamnya, dan semua amal yang saya berikan, dapat digunakan untuk kebaikan semua makhluk, yang dapat pindah tempat dan yang tidak, dan bagi mereka menjadi jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan ...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Inilah sepenggal kalimat yang diabadikan dalam sebuah prasasti batu untuk memperingati pembangunan Taman Sriksetra atau "Taman Negara" oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya. Prasasti batu tersebut dikenal dengan nama Prasasti talang Tuo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;alah satu tapak penting sejarah keberadaan Sriwijaya itu diketemukan oleh Residen Palembang L.C Westenenk pada tanggal 17 November 1920 di suatu daerah yang sekarang termasuk Desa Talang Tuo, Kecamatan Alang-Alang Lebar (sekitar 5 kilometer ke arah barat laut Palembang). Keadaan fisiknya masih baik, dengan bidang datar yang ditulisi berukuran 50 x 80 cm. Sejak tahun 1920 prasasti tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Lokasi tempat diketemukannya prasasti ditandai dengan sebuah "makam", yang dikenal penduduk sebagai makam Mbah Banua (mungkin berasal dari kata wanua yang dijumpai pada prasasti Kedukan Bukit yang berkisah tentang pendirian wanua Sriwijaya oleh Dapunta Hyang). "Makam" ini terletak pada bagian punggung sebuah talang (tanah yang tinggi). Di sekelilingnya terdapat lembah yang dialiri sungai-sungai kecil, dimana sungai-sungai ini bermuara di Sungai Musi, di kota Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Di seberang lembah juga terdapat tanah-tanah yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian serbuk sari tanaman oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas), dulunya di daerah ini terdapat tanaman buah-buahan dan tanaman sejenis palma, sebagaimana yang disebutkan dalam prasasti Talang Tuo, juga tanaman jenis bambu-bambuan yang batangnya dapat dimanfaatkan untuk membuat bangunan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-1866564588969514013?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/1866564588969514013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1866564588969514013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1866564588969514013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/03/sriksetra-taman-kala-purba-yang.html' title='SRIKSETRA : TAMAN KALA PURBA YANG TERGUSUR (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S6fieurxF8I/AAAAAAAAAeU/NNCFwzSkL-U/s72-c/prasasti+Talang+Tuo.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4736238776051317131</id><published>2010-02-28T13:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T13:40:23.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Premanisme'/><title type='text'>PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4rg5qARbEI/AAAAAAAAAeE/YzcYOF--bYc/s1600-h/Candi_Mendut_Indonesia.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4rg5qARbEI/AAAAAAAAAeE/YzcYOF--bYc/s200/Candi_Mendut_Indonesia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443410380763262018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beber&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;apa&lt;/span&gt; candi yang memuat adegan kekerasan dapat dilihat di Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah, bercorak Budhis. Pada tangga masuk di sisi selatan candi peninggalan abad ke-9 - 10 itu terdapat panil relief yang menggambarkan dua figur, salah satunya memegang gada/parang (?), sedangkan figur yang satu memegang alat semacam perisai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Di Jawa Timur, panil-panil relief yang menggambarkan kekerasan dapat dilihat pada Candi Surawane (Pare, Kediri, Jawa Timur), merupakan peninggalan sekitar abad ke-14 Masehi, bercorak keagamaan Budhis. Pada bagian kaki candi sisi utara terlihat relief yang menggambarkan adegan kekerasan/perkelahian, yakni seorang tokoh sedang memilin kepala seseorang. Sementara pada Candi Rimbi, Bareng, Jombang yang berasal dari peninggalan abad ke-13 - 14 Masehi, pada bagian kaki candi, di sisi selatan, terdapat gambar dua pria sedang berkelahi di tengah hutan dengan menggunakan kain cancut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Fenomena masyarakat Jawa Kuno tentang dunia kekerasan tidak terlepas dari kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Para penguasa pada masa itu sudah mengindahkan aturan-aturan dan nilai-nilai hidup yang harmonis berupa pandangan hidup berdasarkan kepercayaan/agama. Aturan-aturan tersebut disosialisasikan dengan cara pembuatan prasasti dan gambar-gambar pada relief candi yang sarat akan pesan-pesan moral dan etika, sebagai tuntunan hidup manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Walaupun peraturan dengan segala sanksi hukum begitu kerasnya, bahkan desa-desa dalam wilayah kekuasaan kerajaan tertentu juga harus berperan aktif dalam menjaga ketertiban, tetapi masih sering terjadi tindak kekerasan. Apalagi jika penegakan hukum tidak diimbangi dengan disiplin dan dedikasi dari aparatur pemerintah beserta kesadaran masyarakatnya, niscaya tindak kekerasan masih sering terjadi dimana-mana bahkan secara kualitas dan kuantitas semakin merebak di negeri ini. (TM Hari Lelono)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4736238776051317131?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4736238776051317131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa_28.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4736238776051317131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4736238776051317131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa_28.html' title='PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (3)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4rg5qARbEI/AAAAAAAAAeE/YzcYOF--bYc/s72-c/Candi_Mendut_Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4106476654977360647</id><published>2010-02-27T15:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T16:42:07.681-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Premanisme'/><title type='text'>PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;S&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;umber-sumber hukum yang tertulis dalam prasasti abad ke-9 - 10 Masehi di Jawa Tengah pada masa Dyah Balitung dan naskah pada masa paska Majapahit abad ke-13 - 15 Masehi memuat tentang hukum dan kerawanan-kerawanan yang pernah terjadi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pertama, Prasasti Balingawan berangka tahun 891 Masehi dari bahan batu yang ditulis berlanjut pada bagian belakang sebuah arca Ganesa (disimpan di Museum Pusat Jakarta). Prasasti ini memuat penetapan sebidang tanah di Desa Balingawan menjadi Sima (daerah perdikan/otonom). Prasasti itu lahir karena rakyatnya ketakutan, menderita, dan melarat lantaran senantiasa harus membayar pajak denda atas rah kasawar (darah tersebar berceceran) dan wankay kabuan (mayat kena embun). Hal itu terjadi karena dalam hukum Jawa kuno desa-desa yang menjadi tempat berlangsungnya peristiwa kriminil-walaupun peristiwanya terjadi di tempat lain, tetapi mayatnya diketemukan di desa tersebut-maka desa yang bersangkutan (TKP) mendapat sanksi keras harus membayar denda/pajak kepada raja. Kenapa peristiwa semacam itu bisa terjadi ? Hal tersebut berkaitan erat dengan sistem dan struktur pemerintahan masyarakat desa yang bergantung pada hirarkhi pemerintahan diatasnya sehingga untuk pengamanan desa menjadi kurang efektif. Akhirnya, permohonan desa tersebut dikabulkan, Desa Balingawan menjadi sebuah Sima, keamanan di jalan besar terjamin, rakyat desa dan dukuh-dukuhnya tidak lagi merasa ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kedua, Prasasti Mantyasih yang berangka tahun 907 Masehi yang ditulis dalam tiga versi berbeda, dua diantaranya ditulis di atas lempengan perunggu dan satu di atas batu, tetapi yang terlengkap yang ditulis diatas lempengan perunggu. Isi prasasti berkisar tentang penetapan Sima dari raja Rakai Watukura Dyah Balitung kepada 5 patih yang telah berjasa mengerahkan rakyat Desa Mantyasih pada waktu diselenggarakannya pesta perkawinan raja. Pada suatu ketika, rakyat desa merasa ketakutan oleh ulah para penjahat dan mereka tidak dapat mengatasinya. Kelima patih diberi tugas untuk menumpas dan menjaga keamanan di jalan. Daerah ini pada masa Jawa Kuno terletak di sekitar gunung Susundara (Sundara) dan Gunung Sumbing di wilayah Temanggung, Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ketiga, Prasasti Kaladi yang berangka tahun 909 Masehi. Prasasti ini juga bermasa dari Raja Rakai Watukura Dyah Balitung, isinya tentang pemberian Sima atas permohonan pejabat daerah yang bernama Dapunta Suddhara dan Dapunta Dampi karena ada hutan arapan yang memisahkan (desa-desa) itu menyebarkan ketakutan. Mereka senantiasa mendapat serangan dari Mariwun yang membuat para pedagang dan penangkap ikan merasa resah dan ketakutan siang dan malam. Maka diputuskan bersama, hutan itu dijadikan sawah agar penduduk tidak lagi merasa ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Keempat, Prasasti Sanguran yang berangka tahun 928 Masehi. Berisikan beberapa hal yang menyangkut kejahatan, diantaranya : wipati wankay kabuan (kejatuhan mayat yang terkena embun), rah kasawur ing dalan (darah yang terhambur di jalan), wakcapala (memaki-maki), duhilatan (menuduh), hidu kasirat (meludahi), hastacapala (memukul dengan tangan), mamijilakan turuh nin kikir (mengeluarkan senjata tajam), mamuk (mengamuk), mamumpan (tindak kekerasan terhadap wanita), ludan (perkelahian ?), tutan (mengejar lawan yang kalah ?), danda kudanda (pukul memukul), bhandihaladi (kejahatan dengan menggunakan kekuatan magis).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kelima, Naskah Purwwadhigama. Sistem pengadilan jaman klasik membagi segala macam tindak pidana dan perdata ke dalam 18 jenis kejahatan yang disebut astadasawyawahara. Penulisan ke-18 hukum tersebut tidak selalu lengkap, kadang hanya garis besarnya, mungkin beberapa hal yang dianggap penting/sesuai dengan kondisi saat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hu&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kum tersebut berisikan tan kasahuranin pihutan (tidak membayar lagi hutang), tan kawahanin patuwawa (tidak membayar uang jaminan), adwal tan drwya (menjual barang yang bukan miliknya), tan kaduman ulihin kinabehan (tidak kebagian hasil kerja sama), karuddhanin huwus winehakan (minta kembali apa yang telah diberikan), tan kawehanin upahan (tidak memberi upah atau imbalan), adwan rin samaya (ingkar janji), alarambaknyan pamalinya (pembatalan transaksi jual beli), widadanin pinanwaken mwan manwan (persengketaan antara pemilik ternak dan penggembalanya), kahucapanin watas (persengketaan mengenai batas-batas tanah), dandanin saharsa wakparusya (hukuman atas penghinaan dan makian), pawrttinin malin (pencurian), ulah sahasa (tindak kekerasan), ulah tan yogya rin laki stri (perbuatan tidak pantas terhadap suami-istri), kadumanin drwya (pembagian hak milik atau pembagian warisan), totohan prani dan totohan tan prani (taruhan dan perjudian).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dari 18 aturan hukum pidana tersebut, ada tiga yang sedang marak terjadi saat ini, seperti ulah sahasa (tindak kekerasan), ulah tan yogya rin laki stri (perbuatan tidak pantas terhadap suami istri), serta totohan prani dan totohan tan prani (taruhan dan perjudian).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4106476654977360647?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4106476654977360647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4106476654977360647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4106476654977360647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa_27.html' title='PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-105715381607551054</id><published>2010-02-23T11:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T13:08:54.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Premanisme'/><title type='text'>PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4RCPS-cQKI/AAAAAAAAAd8/gRCa7jPu1fo/s1600-h/Candi_Surawono+%282%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4RCPS-cQKI/AAAAAAAAAd8/gRCa7jPu1fo/s200/Candi_Surawono+%282%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441547080329609378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fen&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;omena kekerasan dalam masyarakat Jawa Kuno dapat diketahui melalui kajian arkeologi dari sumber-sumber tertulis berupa prasasti, lontar, dan naskah-naskah. Adapun penggambaran dalam beberapa panil relief candi terdapat di Candi Mendut di Jawa Tengah serta Candi Surawana dan Rimbi di Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pemerintah kini sedang disibukkan dengan ulah para preman/penjahat yang sering mengganggu ketentraman dan segala bentuk ketidaknyamanan bagi masyarakat. Polisi sebagai pengayom masyarakat harus bekerja keras dan menumpas habis segala bentuk kejahatan. Namun, usaha itu akan sia-sia jika tidak didukung sepenuhnya oleh masyarakat. Gambaran ini juga terjadi pada masa pemerintahan kerajaan besar seperti Sriwijaya, Kediri, Singosari, dan Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada masa Jawa Kuno, serangkaian undang-undang dan hukum berupa pemberian sanksi yang keras diberlakukan tidak saja kepada para pelaku kejahatan, tetapi juga warga yang desanya sebagai tempat kejadian perkara (TKP). Sanksi yang diberikan kepada desa-desa tersebut berupa denda dan pajak yang sangat memberatkan. Oleh karena itu, penduduk desa membuat pos-pos keamanan untuk meminimalisir kejahatan. walaupun upaya itu telah dilakukan, masih sering terjadi kejahatan karena faktor alam dan lingkungan berupa hutan lebat dan terisolirnya dari pusat pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Naskah-naskah hukum di Bali dan ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dari masa paska Majapahit. Naskah yang ditulis dan diterjemahkan oleh para sastrawan tersebut diacu dari institusi kerajaan di India yang diperlukan dalam menjalankan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dapat dibayangkan bahwa naskah-naskah hukum yang digunakan oleh para pejabat kehakiman dari masa klasik (Hindu-Budha) tidak semuanya ditulis diatas logam, tembaga atau perunggu karena tidak praktis dan terlalu berat. Biasanya ditulis diatas ripta berupa daun lontar atau karas. Setelah berpuluh-puluh tahun ripta tersebut dapat rusak dan disalin kembali serta dilakukan perubahan, penambahan, atau pengurangan pasal-pasal sesuai dengan perubahan bahasa dan perkembangan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adanya naskah hukum tadi memberikan gambaran yang jelas bahwa masyarakat Jawa Kuno bukanlah suatu masyarakat yang senantiasa aman, tenteram, dan damai, jauh dari segala tindak kejahatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-105715381607551054?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/105715381607551054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/105715381607551054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/105715381607551054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/premanisme-sudah-marak-sejak-zaman-jawa.html' title='PREMANISME SUDAH MARAK SEJAK ZAMAN JAWA KUNO (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S4RCPS-cQKI/AAAAAAAAAd8/gRCa7jPu1fo/s72-c/Candi_Surawono+%282%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2546608723359403840</id><published>2010-02-14T07:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T08:58:03.442-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan Anti Belanda Di Australia ( 1942 - 1949 )'/><title type='text'>MENJELANG KEMERDEKAAN INDONESIA : PERJUANGAN ANTI BELANDA DI AUSTRALIA  1942 - 1949 (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Rakyat Australia yang pernah merasakan menjadi koloni Inggris selama berabad-abad dapat merasakan penderitaan bangsa Indonesia. Terlebih perlakuan rasialis Belanda kepada masyarakat Indonesia saat berada di Australia terlihat sangat menyakitkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Alhasil, pelbagai aksi pun dimulai dari pemboikotan kapal militer dan sipil Belanda, pesawat Belanda, unjuk rasa, pengumpulan dana, beroperasinya radio perjuangan dalam bahasa Arab, Melayu, dan Jawa di Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tak ketinggalan, pelaut Tionghoa, India, Vietnam, Malaya, Philipina, dan bangsa-bangsa Asia bergabung. Setidaknya, dalam setiap aksi pelaut Indonesia selalu terlihat bendera Tiongkok mendampingi Merah Putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dukungan terbesar datang dari kaum Buruh, terutama Waterside Worker Federation (WWF) atau serikat pekerja tepi air. Tidak ketinggalan para cendekiawan dari Sydney University, tokoh Gereja Anglikan, hingga para mahasiswa turut serta menggalang aksi dukungan, bahkan unjuk rasa. Penangkapan aktivis dan pembubaran unjuk rasa dengan kekerasan sempat mereka alami demi mendukung kemerdekaan Indonesia. Pengumpulan dana dari masyarakat dan tanda tangan serikat buruh perkapalan berhasil mendapatkan dukungan satu setengah juta tanda tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bahkan, para prajurit Australia yang baru saja merebut Balikpapan dari tangan Jepang mengumpulkan petisi yang dikirim kembali ke negerinya untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Mereka menulis " .... bagian terbesar tentara kita memiliki simpati yang besar sekali terhadap rakyat disini, yang hidupnya terus-menerus sengsara di bawah kaum imperialis, ..... Ungkapam yang paling sering dipakai oleh anggota-anggota tentara kita, orang Belanda adalah sekumpulan .... (sebutan kasar)."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Aksi desersi seperti para awak kapal India yang sengaja didatangkan Belanda yang armadanya terkena boikot WWF juga mewarnai catatan sejarah. Demikian pula aksi desersi sejumlah tentara Inggris yang tidak mau terlibat dalam upaya penegakan kembali kolonial Belanda di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Salah satu hasil penting aksi boikot ini adalah menggagalkan upaya dominasi ekonomi Belanda dengan pengiriman mata uang mereka. Alhasil, uang ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) lebih dahulu beredar menggantikan uang Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hubungan mesra Indonesia - Australia disadari oleh Belanda yang secara diplomatis mulai kehilangan pijakan. Bahkan serdadu NICA Belanda pun menyaru sebagai Digger (Serdadu Australia) agar tidak ditembaki pejuang. Setidaknya para prajurit NICA Belanda di Jawa kerap memakai Sloutch Hat (topi serdadu Australia) agar mendapatkan simpati masyarakat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada masa genting, Republik Indonesia juga memilih Australia sebagai ujung tombak Komisi Tiga Negara (Komisi Jasa Baik) sebagai penengah dalam konflik dengan Belanda. Misi ini adalah salah satu misi perdamaian PBB yang pertama selepas Perang Dunia II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Laporan keras dari Komisi Jasa Baik (KTN) ke Dewan Keamanan PBB awal 1949 atas perilaku Belanda di Indonesia mendorong lahirnya langkah tegas yang berujung pada Pengakuan Kedaulatan 27 Desember 1949 (kini Belanda mengakui Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Inilah dukungan perjuangan bersama Indonesia, Astralia, dan bangsa-bangsa Asia lainnya yang kini mulai terlupakan (Iwan Santosa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2546608723359403840?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2546608723359403840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/menjelang-kemerdekaan-indonesia_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2546608723359403840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2546608723359403840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/menjelang-kemerdekaan-indonesia_14.html' title='MENJELANG KEMERDEKAAN INDONESIA : PERJUANGAN ANTI BELANDA DI AUSTRALIA  1942 - 1949 (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3131899082261938516</id><published>2010-02-12T23:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-13T00:21:06.800-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan Anti Belanda Di Australia ( 1942 - 1949 )'/><title type='text'>MENJELANG KEMERDEKAAN INDONESIA : PERJUANGAN ANTI BELANDA DI AUSTRALIA 1942 - 1949 (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S3ZgYZD3FuI/AAAAAAAAAd0/nePH6ID9Y_U/s1600-h/gambar02.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S3ZgYZD3FuI/AAAAAAAAAd0/nePH6ID9Y_U/s200/gambar02.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437639572256659170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak sebatas manuver gerilya di Nusantara dan diplomasi lewat Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Sepanjang Perang Pasifik Maret 1942 - hingga Pengakuan Kedaulatan tahun 1949, masyarakat Indonesia, Australia, dan bangsa-bangsa Asia bergerak aktif menentang Belanda di benua Kangguru Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berawal dari kedatangan sekitar 10.000 orang Indonesia yang mengungsi ke Australia menyusul jatuhnya Hindia - Belanda bulan Maret 1942, dimulailah "Bulan Madu" hubungan Indonesia-Australia. Tidak hanya mendukung upaya Sekutu mengalahkan Jepang, rombongan tersebut membawa semangat kemerdekaan dan disambut baik publik Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam buku Australia dan Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia karya Martin O' Hare dan Anthony Reid disebutkan, rombongan tersebut mencakup pelbagai golongan. Anggota Raad Van Indie ( Dewan Hindia ), prajurit KNIL (Koninkrijk Nederlandsch Indisch Leger), pelaut angkatan laut Belanda (Zeemacht), penerbang militer diantaranya Halim Perdana Kusumah, pelaut maskapai Belanda KPM (Koninkrik Paketvaart Maatschapij) merupakan kelompok pertama yang hadir di Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak ketinggalan pada Juni 1943 sebanyak 300 Digulis-tahanan politik Pemerintah Kolonial Belanda beserta keluarganya diungsikan dari Digul di tanah Papua ke Australia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di Australia, Belanda langsung Mengambil ancang-ancang menduduki kembali Indonesia semasa Perang Pasifik dengan menunjuk Hubert J Van Mook sebagai Letnan Gubernur Jendral menggantikan Ch O Van Der Plas, sekaligus memimpin Nederlansch Indies Civil Administration (NICA) di Brisbane.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pelbagai asosiasi persahabatan Indonesia-Australia muncul seturut kehadiran puluhan ribu orang Indonesia di Australia. Terjadi kawin campur antara pendatang Indonesia dan warga Australia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Salah satunya diantaranya adalah pernikahan Julius Tahija dan istrinya Jeanne. Tahija kelak menjadi satu-satunya petinggi perusahaan Caltex yang bukan berkulit putih di masa kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Simpati tumbuh terhadap orang-orang Indonesia, terlebih masyarakat Australia yang pernah menjadi koloni menyaksikan langsung sikap angkuh aparat Belanda di Australia dalam menghadapi masyarakat Indonesia di Benua Kangguru. Di saat itu, para aktivis kiri dari Indonesia langsung bergandengan tangan dengan kelompok kiri di Australia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tokoh politik di Indonesia dan sejumlah tawanan Digulis membuka jaringan di Australia. Beberapa tokoh penting adalah Sardjono (Ketua PKI dalam Pemberontakan 1926) ;  Jamaludin Tamin, tangan kanan Tan Malaka ; Haryono, tokoh gerakan buruh ; Mohammad Bondan, seorang pimpinan PNI Baru ; Moehammad Hatta serta Soetan Syahrir yang pernah diasingkan ke Digul tahun 1934.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Soetan Syahrir-pun memberi komentar : "Australia Lebih Mengerti Tentang Bangsa Indonesia dan Perjuangannya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3131899082261938516?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3131899082261938516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/menjelang-kemerdekaan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3131899082261938516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3131899082261938516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/menjelang-kemerdekaan-indonesia.html' title='MENJELANG KEMERDEKAAN INDONESIA : PERJUANGAN ANTI BELANDA DI AUSTRALIA 1942 - 1949 (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S3ZgYZD3FuI/AAAAAAAAAd0/nePH6ID9Y_U/s72-c/gambar02.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8263199196268837050</id><published>2010-02-02T05:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T05:49:21.266-08:00</updated><title type='text'>PERTEMPURAN KOTABARU, NUKILAN EPOS KEPAHLAWANAN (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2gpvSFpHfI/AAAAAAAAAds/vBZACUVk1H4/s1600-h/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2gpvSFpHfI/AAAAAAAAAds/vBZACUVk1H4/s200/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433638842708598258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah terjadi baku tembak lebih kurang tujuh jam, tentara Jepang akhirnya menyerah. Sejarah mencatat sekitar 1.100 orang Jepang ditangkap, sembilan orang meninggal, dan 20 orang lainnya luka-luka. Sementara itu, di pihak pejuang Yogyakarta 21 orang gugur dan 32 orang lainnya luka-luka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kini, nama-nama mereka yang gugur dalam pertempuran itu terpampang di sejumlah ruas jalan di wilayah Kotabaru. Media itu menjadi tanda agar bagian dari kesejarahan perjuangan kota Yogyakara melawan penjajah tetap dikenang, meski para pelakunya tidak berstatus Pahlawan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sayangnya, sekarang ini tidak banyak lagi orang yang mengingat, bahkan mengetahui perjuangan mereka. bahkan, nama-nama jalan yang kini sebagai monumen abadi dan penghormatan kepada jasa mereka, hanya dikenang sekilas sebagai sebuah alamat. Tak lebih. Tak banyak yang paham bahwa nama-nama mereka identik dengan heroisme menentang kolonialisme di tanah air Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jasa Faridan M. Noto yang ketika itu menjadi jendral lapangan, atau Supadi si anggota polisi istimewa, bentukan Jepang (Tokubetsu Keisatsutai) yang gugur saat baku tembak di sebelah timur Stadion Kridosono, terkubur seiring perjalanan waktu. Padahal, keringat dan darah mereka menumbuhkan semangat rakyat Yogyakarta untuk bersatu dan berjuang dalam perjuangan selanjutnya, yaitu Serangan Umum 1 Maret 1949.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kemenangan mereka terlupakan, seperti terpatri dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Puisi Chairil Anwar, Karawang-Bekasi. // ... Kami cuma tulang-tulang berserakan, tapi adalah kepunyaanmu / Kaulah lagi yang tentukan nilai-nilai tulang yang berserakan / Ataukan jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan, atau tidak untuk apa-apa / Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata/Kaulah sekarang yang berkata ...//&lt;/span&gt;  (Bima Baskara)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8263199196268837050?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8263199196268837050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/pertempuran-kotabaru-nukilan-epos_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8263199196268837050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8263199196268837050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/pertempuran-kotabaru-nukilan-epos_02.html' title='PERTEMPURAN KOTABARU, NUKILAN EPOS KEPAHLAWANAN (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2gpvSFpHfI/AAAAAAAAAds/vBZACUVk1H4/s72-c/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-330122325901922975</id><published>2010-02-01T00:07:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T00:53:09.669-08:00</updated><title type='text'>PERTEMPURAN KOTABARU, NUKILAN EPOS KEPAHLAWANAN (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2aQfPx6DZI/AAAAAAAAAdc/vdICmAWCUAo/s1600-h/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2aQfPx6DZI/AAAAAAAAAdc/vdICmAWCUAo/s200/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433188866955283858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;...Kedatangan Inggris ke Surabaya 25 Oktober 1945 ternyata ditunggangi kepentingan Tentara Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia. Arek-arek Suroboyo yang mengetahui hal itu kemudian marah dan mengadakan serangan besar-besaran pada tanggal 10 November 1945 pagi hari ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kini, pertempuran di Surabaya itu selalu dikenang setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Dalam kurun waktu yang hampir sama dengan peristiwa tersebut, di seluruh wilayah Indonesia juga terjadi perjuangan melawan penjajah, termasuk di kota Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun berbeda dengan Surabaya, pertempuran sengit di Yogyakarta bertujuan melawan pemerintahan pendudukan Jepang. Peristiwa itu dikenal dengan "Pertempuran Kotabaru" yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 1945.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perlawanan di Kotabaru, salah satu kawasan pusat pemerintahan Jepang, terjadi karena pengaruh penjajah tersebut di Yogyakarta masih sangat kuat meskipun Indonesia sudah merdeka. Para petingi Jepang masih berada di Yogyakarta dan kegiatan pertahanan di markas Tentara Inti Jepang (Kidobutai) masih berjalan. Markas yang di dalamnya terdapat gudang senjata itu terletak di sebelah timur Stadion Kridosono, yang kini digunakan sebagai Asrama Komando Resort Militer (Korem) 072 Pamungkas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sebelum menyerbu kawasan Kotabaru, kelompok-kelompok pemuda dari Kampung Pathuk, Jagalan, Jetis Utara, dan Gowongan mengadakan pertemuan pada tanggal 5 Oktober 1945. Mereka sepakat menyiapkan sejumlah rencana untuk menguasai markas Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pertama, para pemuda menunggu berita mengenai hasil perundingan dengan Jepang. Kedua, melucuti senjata Jepang dengan cara damai, atau yang ketiga, menyerbu Kidobutai kalau perundingan gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk penyerbuan, mereka berbagi tugas, mulai dari rencana penyerbuan, pengadaan persenjataan, persiapan pemuda yang akan melakukan serangan, hingga pimpinan penyerbuan dipegang masing-masing oleh satu orang. Setelah rencana dimatangkan, para pemuda segera menjalankan tugasnya hari itu juga. Sambungan kawat telepon rumah para pembesar dan markas Jepang diputus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Untuk mencegah bantuan kepada Jepang yang datang dari luar, perjalanan Kereta Api diawasi dan bila perlu dihentikan di perbatasan kota. Aliran listrik ke daerah Kotabaru pun dipadamkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rencana penyerbuan Kotabaru ternyata terdengar hingga ke luar kota Yogyakarta. Pemuda-pemuda dari Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, segera berangkat ke kota menggunakan Kereta Api untuk bergabung. Selain itu, tidak sedikit pemuda dari Desa Sidokarto dan Godean di Kabupaten Sleman ikut mengepung markas Jepang di Kotabaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Keesokan harinya, 6 Oktober 1945, dimulailah perundingan dengan Jepang. Perundingan yang dimulai sore hari itu ternyata menemui jalan buntu. Dentuman granat kemudian terdengar pada pukul 20.00 WIB, memberi tanda bahwa perundingan akhirnya gagal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pukul 04.00 WIB keesokan harinya, 7 Oktober 1945, terdengar lagi dentuman granat, menandakan aliran listrik pagar berduri yang mengelilingi markas Jepang sudah dipadamkan. Para pemuda segera menyerbu markas itu dan dimulailah pertempuran di Kotabaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-330122325901922975?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/330122325901922975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/pertempuran-kotabaru-nukilan-epos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/330122325901922975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/330122325901922975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/02/pertempuran-kotabaru-nukilan-epos.html' title='PERTEMPURAN KOTABARU, NUKILAN EPOS KEPAHLAWANAN (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2aQfPx6DZI/AAAAAAAAAdc/vdICmAWCUAo/s72-c/monumen+pertempuran+Kotabaru+Yogyakarta-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6447897026689917283</id><published>2010-01-29T23:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T00:37:17.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang Padri (1821-1838)'/><title type='text'>PERANG PADRI YANG TAK ANDA KETAHUI (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2PuzzeTdcI/AAAAAAAAAc8/YuR6EVEvfdQ/s1600-h/imam+bonjol+3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2PuzzeTdcI/AAAAAAAAAc8/YuR6EVEvfdQ/s200/imam+bonjol+3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432448149297001922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam jurnal tanggal 25 April 1837 diceritakan bahwa Kolonel Elout mempunyai dokumen-dokumen resmi yang membuktikan kesalahan Ali Basya Sentot dengan kehadirannya di Sumatra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Inlander ini yang dulu sangat kita hormati tiba-tiba melakukan pengkhianatan. Dia berkhayal mengepalai penduduk Melayu dan bertujuan mengusir berstuur Eropa, dengan perkataan lain membunuh semua orang Eropa. Dia telah menjadi korban kejahatannya karena orang-orang Melayu seperti diketahui mempunyai kejengkelan yang sama banyaknya terhadap orang-orang Jawa maupun orang Eropa," tulis Mayor De Salis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebagaimana diketahui, Sentot, setelah usai Perang Jawa, masuk dinas Pemerintah Belanda. Kehadirannya di Jawa bisa menimbulkan masalah. Maka, tatkala Kolonel Elout melakukan serangan terhadap Padri tahun 1831-1832, dia memperoleh tambahan kekuatan dari legiun Sentot yang telah membelot itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah pemberontakan tahun 1833, timbul kecurigaan serius bahwa Sentot melakukan persekongkolan (konspirasi) dengan kaum Padri. Karena itu, Elout mengirim Sentot dan legiunnya ke Jawa. Sentot tidak berhasil menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya. Belanda tidak ingin dia berada di Jawa dan mengirimnya kembali ke Padang. Pada perjalanan kesana Sentot diturunkan di Bengkulu dimana dia tinggal sampai meninggalnya sebagai orang buangan. Legiunnya dibubarkan dan anggota-anggotanya berdinas dalam Tentara Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Cerita tentang Tuanku Imam Bonjol terdapat dalam catatan jurnal 6 Mei 1837. Seorang perempuan M, lahir di daerah Mandailing, melarikan diri dari Bonjol dan menyeberang ke pihak Belanda. Dia bercerita pernah tinggal di rumah Tuanku Imam Bonjol. Dia lari lantaran harus bekerja terlalu keras sedangkan makanannya sangat sedikit, hanya terdiri dari ubi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tuanku Imam Bonjol, katanya, sedang memulihkan kesehatannya dari luka-luka yang diperolehnya. Tuanku punya tiga istri dan empat selir. Salah satu istrinya ditembak mati bulan Desember yang lalu. Sedangkan seorang istri yang lain dikatakan dulu telah mati ternyata hanya mengalami luka-luka. Salah satu selirnya mau melarikan diri tetapi dikejar oleh putra Tuanku Imam Bonjol, yaitu Sutan Sedi, dan dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saya tidak tahu Tuanku Imam Bonjol beristri begitu banyak. Anda juga tidak tahu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selanjutnya dicatat Kepala Perang Bonjol ialah Baginda Telabie. Kepala-kepala lain adalah Tuanku Mudi Padang, Tuanku Danau, Tuanku Kali Besar, Haji Mohamed, dan Tuanku Haji Berdada yang tiap hari dijaga 100 orang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di gunung yang memberi perintah adalah Tuanku Haji Be di Bonjol dan terdapat enam meriam. Kebanyakan rumah sudah terbakar, hanya beberapa rumah dekat pegunungan yang masih berdiri. Halaman-halaman dikitari oleh pagar pertahanan dan parit-parit. Residen Belanda menurut catatan tanggal 7 Juni mengirim utusan-utusannya untuk berunding dengan Tuanku Imam Bonjol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tuanku menyatakan bersedia melakukan perundingan dengan Residen atau dengan komandan militer. Perundingan itu tidak boleh lebih dari 14 hari lamanya. Selama 14 hari berkibar bendera putih dan genjatan senjata berlaku. Tuanku akan datang ke tempat berunding tanpa membawa senjata. Tetapi perundingan tidak terlaksana. Sebab, Belanda berpendirian bahwa Tuanku Imam Bonjol harus menyerah tanpa syarat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Belanda memang bersikap keras. Pos Goegoer Sigandang yang dijaga oleh seorang sersan Belanda dan 18 serdadu dipersenjatai dengan sebuah meriam pada tahun 1833 diserbu oleh orang-orang Minang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mereka membunuh sersan dan seluruh isi benteng. Belanda balas dendam. Kolonel Elout memanggil beberapa pemimpin dari daerah Agam untuk menghadapnya di Goegoer Sigandang dan 13 orang muncul. Atas perintah Kolonel, ke-13 orang itu digantung semua. Tindakan ini di mata orang-orang Melayu sangat menurunkan derajat Belanda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selain penduduk Bonjol, terdapat pula di Benteng 20 orang serdadu Jawa yang telah menyeberang ke pihak Padri dan seorang perempuan Sumenep. Diantara serdadu-serdadu yang telah meninggalkan tentara Belanda itu terdapat seorang yang bernama yang bernama Ali Rachman yang berupaya keras untuk merugikan Kompeni Belanda. Juga ada seorang pemukul tambur bernama Saleya dan seorang awak meriam (kanonnier) bernama Mantoto.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seterusnya ada Bagindo Alam, Doebelang Alam, dan Doebelang Arab. Menurut jurnal, Doebelang Arab secara khusus berkonsentrasi untuk mencuri dalam benteng-benteng Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Yang menarik adalah kebiasaan menculik kaum perempuan dalam serangan, kemudian mengangkut mereka untuk dijual sebagai budak (slaves). Kaum Padri melakukan ini di daerah Mandailing. Perdagangan budak masa itu sebuah gejala lazim. Sebuah kisah human interest ialah tentang pasar Suangai Puar. Kaum perempuan yang mengunjungi pasar, bila memakai tutup kepala berwarna merah (rode kap, kata penulis Belanda), maka itu adalah tanda bahwa perempuan itu sudah memasuki usia kawin dan masih perawan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perempuan lain memakai tutup kepala warna merah dan putih, atau biru dan merah. Asal tahu saja (H. Rosihan Anwar)&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6447897026689917283?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6447897026689917283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/perang-padri-yang-tak-anda-ketahui-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6447897026689917283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6447897026689917283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/perang-padri-yang-tak-anda-ketahui-2.html' title='PERANG PADRI YANG TAK ANDA KETAHUI (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S2PuzzeTdcI/AAAAAAAAAc8/YuR6EVEvfdQ/s72-c/imam+bonjol+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8026008907393750845</id><published>2010-01-23T19:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T20:42:03.340-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perang Padri (1821-1838)'/><title type='text'>PERANG PADRI YANG TAK ANDA KETAHUI (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S1vHbgQlFUI/AAAAAAAAAc0/_JBNgjubYmQ/s1600-h/bonjol_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S1vHbgQlFUI/AAAAAAAAAc0/_JBNgjubYmQ/s200/bonjol_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5430153051055134018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;P&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;erang Padri (1821-1838) di Minangkabau. Anda biasanya menghubungkannya dengan pemimpin kaum Padri, yaitu Tuanku Imam Bonjol (1772-1864) yang melawan penjajah Belanda, tetapi akhirnya dikalahkan, menyerah, dan dibuang ke pengasingan mulanya di Priangan, lalu di Ambon, kemudian di Manado tempat Tuanku Imam Bonjol meninggal 1864.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Gerakan Padri menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di Masyarakat Minangkabau, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium, narkoba), minuman keras, tembakau, sirih, juga aspek hukum adat matrilineal mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Anda niscaya tahu lebih banyak tentang Perang Padri apabila rajin membaca buku sejarah. Kendati begitu, masih juga ada segi-segi peperangan itu yang anda tidak ketahui. Dalam buku berbahasa Belanda dengan judul "Het einde van de Padrie-oorlog. Het beleg en de vermeestering van Bonjol 1834-1837. Een bronnenpub li catie (G. Teitler, 2004). Di situ terdapat empat sumber berupa surat, laporan, data, dan jurnal. Di situ terdapat data sejarah, tentu saja dari perspektif Belanda tetapi menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Belanda menyerang benteng kaum Padri di Bonjol dengan tentara yang dipimpin oleh Jendral dan para perwira Belanda, tetapi yang sebagian besar terdiri dari berbagai suku (kelompok etnis), seperti Jawa, Madura, Bugis, dan Ambon. Dalam daftar nama para perwira yang berada di depan Bonjol dapat dibaca Letnan Kolonel Bauer, Kapten Mac Lean, Letnan Satu Van der Tak, dan seterusnya, tetapi juga nama Inlandsche Kapitein Noto Prawiro, Inladsche Luitenant Prawiro Di Logo, Karto Wongso Wiro Redjo, Prawiro Sentiko, Prawiro Brotto, dan Merto Poero.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam jurnal ekspedisi, Mayor Jendral Cochius ke Padang tanggal 1 April 1837 bersama Bonjol. Juga ikut serta 148 Europeesche Officieren, 36 Inlandsche Officieren, 1.103 Europeanent, 4.130 Indlanders, Sumena-sche hulptroepen hieronder begrepen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Yang dimaksud dengan belakangan ini adalah pasukan pembantu Sumenep alias Madura. Ketika dimulai serangan terhadap benteng Bonjol, maka jurnal menyebutkan antara lain "orang-orang Bugis berada di bagian depan menerjang pertahanan Padri".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dari Batavia didatangkan terus tambahan kekuatan tentara Belanda. Tanggal 20 Juli 1837 tiba dengan kapal Perle di Padang Kapitein Sinninghe, sejumlah orang Eropa, dan Africanen 1 sergeant, 4 korporaals en 112 flankeurs. Yang belakangn ini menunjuk kepada serdadu Afrika yang direkrut oleh Belanda di benua itu, dewasa ini negara Ghana, Mali. Mereka disebut Sepoys dan berdinas dalam tentara Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Apa artinya ini ? Konsep dalam Sumpah Pemuda 1928 : satu bangsa, satu Tanah Air, satu bahasa, yaitu Indonesia masih jauh panggang dari api. Untuk menegakkan kekuasaannya di Nusantara, Belanda melaksanakan asas Divide et Impera. Pecah belah dan perintah orang Jawa, Bugis, Madura, dan Ambon untuk menghantam serta menewaskan orang Minang, tidak ada masalah. Kesadaran berbangsa Indonesia belum ada. Tapi, gambaran lain ada dalam kasus Ali Basya Sentot, panglima Perang Pangeran Diponegoro dalam Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8026008907393750845?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8026008907393750845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/perang-padri-yang-tak-anda-ketahui-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8026008907393750845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8026008907393750845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/perang-padri-yang-tak-anda-ketahui-1.html' title='PERANG PADRI YANG TAK ANDA KETAHUI (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/S1vHbgQlFUI/AAAAAAAAAc0/_JBNgjubYmQ/s72-c/bonjol_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6959929027619839455</id><published>2010-01-18T05:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T06:34:34.458-08:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI PERISTIWA MADIUN 18 SEPTEMBER 1948 (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Betapapun tampak meyakinkannya, teori-teori itu memiliki kelemahan masing-masing. Teori mengenai PKI sebagai dalang Peristiwa Madiun misalnya, mengandung kelemahan mencolok. Ketika peristiwa itu pecah tanggal 18 September 1948, Muso dan para pemimpin PKI lain sedang ada di luar kota. Bila "pemberontakan" itu dipimpin Muso, seharusnya hari itu ia ada di Madiun. Muso justru terkejut mendengar berita mengenai apa yang terjadi, dan baru tiba kembali di Madiun tengah malam. Sementara itu para pemimpin PKI yang lain justru tertahan di Yogyakarta. Selanjutnya dokumen-dokumen yang konon "diketemukan" dan kemudian disebarkan oleh partai Murba, amat diragukan keasliannya, termasuk oleh Profesor Kahin yang sempat sendiri membaca berkas-berkas itu (Kahin : 1952).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teori mengenai Kabinet Hatta sebagai pelaku utama Peristiwa Madiun perlu dipertanyakan. bahwa kabinet itu merencanakan rasionalisasi dan khawatir akan akan meluasnya pengaruh Komunis di Indonesia, itu jelas. Tetapi apakah berdasarkan rencana dan kekhawatiran itu lantas secara sengaja memprovokasi golongan Komunis agar berontak supaya bisa disingkirkan, belum bisa dipastikan. Tentu Hatta tidak menghendaki adanya perang saudara di tengah seriusnya ancaman militer Belanda yang siap melancarkan Agresi Militer Belanda II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teori provokasi Amerika Serikat terasa meragukan, antara lain karena cerita mengenai "Konferensi Sarangan" yang disebut-sebut sebagai dasar teori itu sebenarnya tidak pernah ada (Swift : 1989). Cochran yang dikabarkan sebagai seorang wakil Amerika Serikat dalam konferensi yang katanya berlangsung tanggal 21 Juli 1948 itu, baru tiba di Indonesia pada tanggal 9 Agustus 1948. Sementara itu, orang bernama "G Hopkins" yang dikatakan sebagai penasehat Presiden Truman itu mungkin hasil mengada-ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Teori mengenai rekayasa Moskwa juga cukup meragukan. Ketika mendengar pecah Peristiwa Madiun, Moskwa justru kaget. Pemahaman Moskwa mengenai peristiwa itu baru datang belakangan hingga tanggal 25 September 1948 koran resmi US Pravda menurunkan berita singkat tentang apa yang terjadi di Madiun. Informasi lebih lengkap yang didapat Moskwa justru datang dari Komunis Belanda, sehingga baru pada tanggal 15 Oktober 1948 koran itu menyampaikan tuduhan bahwa PKI telah diprovokasi untuk melakukan perlawanan supaya dapat dibasmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kelemahan yang ada pada masing-masing teori bukan berarti tidak ada kebenaran dalam teori-teori itu, tetapi bahwa "kebenaran"  tentang Peristiwa Madiun mungkin terletak pada kombinasi dari unsur-unsur yang terkandung dalam keempatnya. yang jelas, ada satu fakta yang sulit dipungkiri, dalam peristiwa itu anak-anak bangsa telah menjadi pelaku dan korban baku tuduh hingga baku bunuh dalam skala besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;banyak warga golongan kiri dihabisi tentara pemerintah, tetapi banyak pula anggota PKI yang membunuh lawan-lawan politiknya dalam jumlah besar. Diantara golongan kiri yang dibunuh adalah Mr. Amir Syarifuddin, mantan Perdana Menteri RI yang disuruh menggali lubang kuburnya sendiri sebelum kemudian dieksekusi tentara. tanpa pengadilan, tanpa kesempatan membela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sayang, dalam sebuah peristiwa yang berlangsung secara relatif singkat di awal sejarah Republik, terjadi pembantaian antar sesama warga bangsa dalam jumlah ratusan, mungkin ribuan. Namun, lebih sayang lagi, tragedi nasional macam itu kurang mendapat kesempatan untuk diolah secara mendalam, selain diberi label "Pemberontakan PKI yang gagal." Jangan-jangan antara lain karena kurangnya pengolahan pengalaman atas momen-momen historis macam itu, maka tragedi baku tuduh hingga baku bunuh terus berlanjut sampai kini. Pembunuhan massal 1965, kerusuhan Solo, Maluku, dan Poso hanyalah beberapa contoh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Diharapkan, ingatan akan apa yang terjadi dalam Peristiwa Madiun mendorong kita untuk tak enggan berdialog dengan pengalaman masa lalu. Munculnya berbagai teori itu hendaknya menyadarkan kita bahwa upaya mencari kebenaran itu tidak mudah tetapi harus dilaksanakan. Semoga kita tidak bosan untuk terus mengolah pengalaman sej&lt;/span&gt;arah bangsa ini &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;( Baskara T. Wardaya, S.J).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6959929027619839455?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6959929027619839455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-peristiwa-madiun-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6959929027619839455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6959929027619839455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2010/01/belajar-dari-peristiwa-madiun-18.html' title='BELAJAR DARI PERISTIWA MADIUN 18 SEPTEMBER 1948 (2)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-336486177065992768</id><published>2009-12-31T16:24:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T20:20:28.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa Madiun 18 September 1948'/><title type='text'>BELAJAR DARI PERISTIWA MADIUN 18 SEPTEMBER 1948 (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sz1yru7bMUI/AAAAAAAAAcU/B-2ieLD6PMY/s1600-h/Musso.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sz1yru7bMUI/AAAAAAAAAcU/B-2ieLD6PMY/s200/Musso.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421615622081163586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;S&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;ebagaimana banyak peristiwa kontroversial lain dalam sejarah, ada sejumlah teori yang muncul mengenai Peristiwa Madiun. Dalam peristiwa yang terjadi pada bulan September 1948 itu setidaknya ada empat teori yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; teori yang mengatakan, dalam Peristiwa Madiun adalah PKI. Menurut teori ini, PKI (Partai Komunis Indopnesia) ingin merebut kekuasaan dari Pemerintah RI dengan cara menduduki kota Madiun. Sebagaimana yang terungkap dalam dokumen yang diedarkan kalangan Partai Murba, PKI melakukan kerjasama dengan FDR (Front Demokrasi Rakyat) untuk menjadikan Indonesia berpemerintahan Komunis. Di Madiun pula mereka membentuk "Soviet: atau sistem pemerintahan model komunis Rusia. Muso adalah pemimpin dari pemberontakan Madiun. Dengan tindakannya itu, dia dan kawan-kawannya dipandang telah "menusuk dari belakang" Republik yang sedang giat-giatnya melawan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; teori yang mengatakan, pelaku utama Peristiwa Madiun adalah kabinet yang dipimpin oleh Wakil Presiden Drs. Moehammad Hatta. Pada pertengahan Februari 1948 kabinet Hatta bermaksud melakukan "Rasionalisasi" atau penciutan jumlah personil angkatan perang, antara lain guna mengurangi beban finansial "bayi" Republik. Dalam pelaksanannya program rasionalisasi ini dilakukan oleh divisi Siliwangi dan mendapat tentangan dari laskar-laskar rakyat,  khususnya yang tergabung dalam Divisi Senopati yang berhaluan kiri dan berkedudukan di Solo. Laskar-laskar itu merasa telah ikut berjasa dalam revolusi, karena itu tidak mau didemobilisasi begitu saja. Mereka bermaksud melawan program Rasionalisasi. Dikatakan, dalam situasi demikia n Kabinet Hatta sengaja memprovokasi kerusuhan di Solo dan Madiun, supaya ada alasan untuk menyingkirkan golongan kiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; teori yang mengatakan provokotarnya adalah Amerika Serikat (AS). Menurut teori ini, tanggal 21 Juli 1948 AS berinisiatif menyelenggarakan sebuah konferensi di Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Dalam konferensi yang dihadiri oleh dua wakil AS. G. Hopkins dan Merle Cochran serta Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta, dihasilkanlan dokumen &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Red-Drive Proposal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;. Konon, menurut dokumen berisi rencana pembasmian "kaum merah" itu, yang mau dibasmi bukan hanya orang-orang Komunis tetapi setiap unsur masyarakat yang anti imperialis. Pemerintah RI diminta melakukan pembasmian itu dengan imbalan 56 juta Dollar. Sejak itu diadakanlah berbagai bentuk provokasi terhadap PKI dan FRD serta kelompok-kelompok kiri lainnya. Dengan demikian dalam pandangan teori ini Peristiwa Madiun tak lain adalah buah provokasi AS dalam usahanya membasmi kaum kiri dan unsur-unsur anti imperialis lainnya di Republik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Keempat, teori yang mengatakan. "otak"-nyaa adalah Uni Sovyet (US). Menurut teori ini, tidak bisa disangkal bahwa Peristiwa Madiun merupakan hasil rekayasa US melalui apa yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Moscow Pilot&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;. Sebelum Agustus 1948, PKI tenang-tenang saja, tetapi setelah kedatangan Musi-yang selama 20 tahun tinggal di Rusia-pada bulan itu Partai Komunis itu menjadi amat agresif dan dalam waktu singkat berhasil merekrut banyak pengikut. Kementerian penerangan RI saat itu, misalnya, menuduh kedatangan Muso erat terkait rencana Moskwa untuk menguasai Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-336486177065992768?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/336486177065992768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/belajar-dari-peristiwa-madiun-18.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/336486177065992768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/336486177065992768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/belajar-dari-peristiwa-madiun-18.html' title='BELAJAR DARI PERISTIWA MADIUN 18 SEPTEMBER 1948 (1)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sz1yru7bMUI/AAAAAAAAAcU/B-2ieLD6PMY/s72-c/Musso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-423643503165865545</id><published>2009-12-27T19:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-27T21:35:55.393-08:00</updated><title type='text'>MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 3 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzhAOw41eEI/AAAAAAAAAcM/rkJYPGEZh1o/s1600-h/Masjid+Agung+Demak+didalam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzhAOw41eEI/AAAAAAAAAcM/rkJYPGEZh1o/s200/Masjid+Agung+Demak+didalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420152773926025282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Masjid bagi orang Islam mempunyai peranan sangat penting dalam kehidupan di masyarakat karena merupakan tempat pertemuan orang-orang beriman dan sebagai lambang kesatuan jamaah. Dalam agama Islam lebih memajukan sifat sama rata dan menciptakan tata tertib dan ketentraman seraya menonjolkan kerukunan umat sehingga dengan cepat berhasil menarik perhatian masyarakat yang saat itu masih terkotak-kotak dalam kasta serta perbedaan hak dan kewajiban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam Masjid Demak terdapat "Maksurah" atau Kholwat dengan prasasti tahun 1287 Hijriah atau 1866 Masehi, yaitu tempat khusus untuk para jamaah yang akan berdoa secara khusus. Maksurah berupa bangunan kecil yang terisolasi dari lingkungan sekitar sehingga diharapkan agar jamaah bisa lebih berkonsentrasi dalam doa. Sarana tersebut mungkin hanya satu-satunya yang ada di Indonesia dan pada bagian dalamnya terukir ayat-ayat suci Al Qur'an dan tersusun indah dalam berbagai warna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pimpinan masjid, yaitu para imam atau sering juga disebut penghulu mendapat kehormatan tertinggi dalam kehidupan dimasyarakat. Menurut Hikayat hasanuddin disebutkan bahwa para Imam Masjid Demak sangat  terhormat karena bertindak sebagai penasehat raja, ulama besar dan pimpinan para santri. Adapun mereka yang dimaksud, pertama adalah Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Kudus dan kedua, baru para pimpinan negara dan pembantu pimpinan ulama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Masjid Demak dianggap sangat penting karena menjadi pusat penyebaran Islam selama abad ke XV, XVI sampai abad XVII. Meskipun Kerajaan Islam Demak telah surut disebabkan oleh perebutan kekuasaan, tetapi Masjid Demak tetap dihormati. Di kalangan rakyat jelata tertanam keyakinan bahwa sekian puluh kali berjamaah di Mesjid Demak memiliki nilai sama seperti ke Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Waktu terus berjalan kekuasaan Kerajaan Islam Demak semakin tidak menentu dan akhirnya berpindah ke Pajang di daerah pedalaman, tetapi Masjid Agung Demak masih tegar dan tegak berdiri. Kini setiap hari ratusan bahkan pada saat-saat tertentu sampai mencapai ribuan jamaah yang datang berziarah ke Masjid Demak dan Masjid Kadilangu yang juga merupakan makam para wali yang besar jasanya dalam penyebaran agama Islam di bumi N&lt;/span&gt;usantara &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;( Disadur dari tulisan J. Pamudi Suptandar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-423643503165865545?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/423643503165865545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/423643503165865545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/423643503165865545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-3.html' title='MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 3 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzhAOw41eEI/AAAAAAAAAcM/rkJYPGEZh1o/s72-c/Masjid+Agung+Demak+didalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-188483536060713557</id><published>2009-12-23T12:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T13:34:03.164-08:00</updated><title type='text'>MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 2 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzKFyjC9xyI/AAAAAAAAAcE/eNsrGUuKvlA/s1600-h/Masjid+Agung-Demak.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzKFyjC9xyI/AAAAAAAAAcE/eNsrGUuKvlA/s200/Masjid+Agung-Demak.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418540405127759650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Konon menurut cerita tutur atau legenda, disebutkan bahwa pembangunan Masjid Demak dikerjakan bersama oleh para Wali Songo hanya dalam waktu satu malam saja. Konstruksi bangunan atap didukung oleh empat tiang utama atau saka guru. Selanjutnya dikisahkan bahwa Sunan Kalijaga saat itu datang terlambat, sehingga tidak mempunyai waktu untuk membuat tiang utama sedang wali-wali yang sudah selesai dengan tugasnya masing-masing. Untuk mengejar ketinggalan tersebut dukumpulkanlah kayu-kayu tatal dan dengan mukjizat disusun dalam satu ikatan yang kuat dijadikan sebagai tiang utama maka selesailah bangunan masjid tepat pada waktunya. Selanjutnya Sunan kalijaga naik ke atas atap dan mengarahkan kiblat masjid tepat ke arah kiblat di Mekkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pada pintu utama masjid terukir prasasti berbunyi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;"Naga Mulat Saliro Wani"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; yang bermakna tahun 1388 Saka atau 1466 Masehi. Ukiran yang lain berupa makhluk semacam buaya dengan moncong yang runcing menggambarkan halilintar/bledeg yang berhasil ditangkap dan dipenjarakan di dalam masjid oleh Ki Ageng Sela, seorang tokoh legendaris yag kelak menurunkan raja-raja Mataram. Di bagian bawah pintu juga terukir jembangan bunga yang melambangkan perkawinan Prabu Kertapati raja Majapahit V dengan putri Campa. Mereka adalah orang tua Raden Patah, pendiri Kerajaan Islam Demak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pada Mighrab tertera candra sangkala berupa bulus yang mengartikan tahun pembuatan masjid dengan sebutan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sariro Sunyi Kiblating Gusti&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; yang bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi sedang pada pintu utama bagian atas juga tertera angka tahun 1507, yaitu tanggal peresmian Masjid Agung oleh Sultan Trenggana, Maharaja Kesultanan Demak yang ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Peristiwa penting lain yang terjadi di Masjid Demak, yaitu pada tahun 1688 M dimana Sunan Amangkurat II dari Kerajaan Mataram Islam mengucapkan sumpah kesetiaan terhadap perjanjian dengan pihak Kompeni Belanda yang ditandatangani setelah kematian Kapten Tack di Kartasura. Masjid Demak yang dirintis pembangunannya oleh Raden Patah atas saran Sunan Bonang juga diakui oleh Sultan Amangkurat II sebagai pusaka negara yang tidak mungkin bisa dibawa ketempat pembuangannya di Srilanka. Sebagai lambang bahwa Kerajaan Demak adalah penerus dan pewaris Kerajaan Majapahit di dalam Masjid Demak bisa kita temukan lambang kerajaan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Surya Majapahit"&lt;/span&gt; berupa matahari dengan sinar kedelapan penjuru dunia. Di samping itu juga terdapat "Dampar Kencana" atau kursi tahta raja-raja Majapahit yang telah berubah fungsi menjadi mimbar untuk khotbah didalam Masjid. Masjid sebagai rumah Allah atapnya tersusun tiga yang memiliki arti Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah. Pada puncak atap terpasang mahkota yang pada ujungnya tertulis huruf Arab yang menyerukan kebesaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Di depan Masjid terdapat serambi besar dengan komponen bangunan yang dibawa dari Kraton Majapahit sebagai bukti bahwa kekuasan di Jawa telah berpindah dari Jawa Timur ke Jawa Tengah. Apabila benar ceritera seperti yang disebut dalam legenda maka di dalam Masjid Demak juga terdapat makam Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang yang dulu dihukum mati oleh para Wali karena tidak mau menghentikan ajarannya yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-188483536060713557?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/188483536060713557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/188483536060713557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/188483536060713557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-2.html' title='MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 2 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SzKFyjC9xyI/AAAAAAAAAcE/eNsrGUuKvlA/s72-c/Masjid+Agung-Demak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6943244483731251593</id><published>2009-12-06T05:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T06:42:51.682-08:00</updated><title type='text'>MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 1 )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sxu7yMOxlxI/AAAAAAAAAbg/dvfIkpXqU8w/s1600-h/Masjid+Agung+Demak.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sxu7yMOxlxI/AAAAAAAAAbg/dvfIkpXqU8w/s200/Masjid+Agung+Demak.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412125848166831890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;K&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;ota Demak merupakan ibukota kabupaten yang terletak 23 kilometer ke arah timur kota Semarang, Jawa Tengah. Konon menurut catatan Tome Perez yang berjudul &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Summa Oriental&lt;/span&gt; yang ditulis pada abad ke-15 antara Semarang dengan Demak dipisahkan Laut Muria. Dengan banyaknya sungai yang bermuara di laut tersebut menjadikan kedangkalan dan akhirnya terbentuk dataran luas. Sekarang dari Semarang ke Demak tidak lagi harus berlayar tetapi cukup dengan kendaraan mobil dan hanya membutuhkan waktu 20-30 menit saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Demak menjadi terkenal karena dalam sejarahnya, yaitu pada abad ke-15 - 16 pernah menjadi ibukota kerajaan Islam setelah berhasil merebut kekuasaan raja Majapahit pada tahun 1527 ditandai dengan Candra Sangkala "Sirna Ilang Kertaning Bhumi" yang berarti tahun 1400 Saka. Dalam peperangan tersebut, tentara Majapahit dipimpin oleh Raja Brawijaya V. Dalam hikayat Hasanuddin, disebutkan kepahlawanan Raja Demak dalam memimpin perang suci bagaikan Maulana Baghdad dan Waliyu'llahi. Kemenangan dalam peperangan tersebut berkat dukungan raja-raja daerah pesisir yang lebih dahulu memeluk Islam dan juga berkat siasat para Wali terutama Sunan Kudus, Sunan Bonang serta pemimpin-pemimpin ulama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;konon menurut tulisan De Graaf dan Pigeaud yang mendasarkan pada legenda dan sejarah diceritakan bahwa Brawijaya V mengirim putranya Raden Patah kepada Sunan Bonang di Ampeldenta untuk mempelajari agama Islam yang banyak dianut oleh rakyatnya. Setelah melalui waktu panjang, akhirnya Sunan Bonang menobatkan Raden Patah sebagai Raja Demak Bintoro dengan sebutan Senopati Jimbun Ngabdur Rachman Sayidin Panatagama. Dengan dukungan raja-raja pesisir yang telah beragama Islam, Raja Demak mengadakan perlawanan terhadap kekuasaan Majapahit yang dianggap masih kafir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah Kerajaan Majapahit jatuh, semua perabot dan harta benda kraton beserta simbol-simbol kenegaraan diboyong ke Demak, antara lain pendopo kraton yang kemudian dibangun kembali di Demak dan dijadikan sebagai serambi Masjid Demak. Kerajaan Demak terus berkembang dari Tuban, Pasuruan, Kediri, Banten bahkan sampai banjarmasin dan Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Adapun pendeklarasian Demak sebagai kerajaan Islam dilakukan oleh Sunan Gunung Jati sekembalinya dari naik Haji. gagasan untuk menobatkan raja Demak menjadi Sultan datang dari Sunan Gunung Jati yang diilhami oleh peristiwa saat di Mekkah sempat mengikuti internasionalisasi penaklukan kerajaan Mesir oleh Sultan Turki, yaitu Sultan Salim I Akbar dan menobatkan diri sebagai Khalifah. Setibanya Sunan Gunung Jati di Jawa langsung menuju Demak dan menganjurkan Raja Demak untuk bertingkah laku sebagai raja Islam dengan sebutan Sultan Ahmad Abdul Arifin dengan gelar maharaja. Pemberian gelar dengan nama Arab dianggap sahnya niat untuk menjadikan Demak sebagai Kerajaan Islam dengan diikuti penerapan hukum Fikh Islam. Jabatan-jabatan penting dalam penegakan syariat Islam diserahkan kepada para wali sehingga peran pemimpin agama semakin bertambah besar. Antara agama dengan negara tidak ada pemisahan bahkan agama dijadikan sebagai dasar haluan pemerintahan. Berbagai permasalahan negara menyangkut kehidupan, keyakinan di bidang mistik dan teologi Islam berpegang teguh pada hasil keputusan musyawarah para wali. Para wali penyebar dan pemimpin terkemuka agama berjumlah sembilan dengan sebutan Wali Songo yang dalam tiap musyawaratan tentang kebijakan negara dan perkembangan agama selalu dilakukan di Masjid. Fungsi Masjid sangat penting sehingga memiliki kedudukan sentral dalam pemerintahan dan agama sehingga diberi julukan sebagai Masjid Negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6943244483731251593?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6943244483731251593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6943244483731251593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6943244483731251593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/12/masjid-agung-kerajaan-islam-demak-1.html' title='MASJID AGUNG KERAJAAN ISLAM DEMAK ( 1 )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sxu7yMOxlxI/AAAAAAAAAbg/dvfIkpXqU8w/s72-c/Masjid+Agung+Demak.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3233706294385584325</id><published>2009-11-30T16:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T20:49:11.418-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kraton Medang Kamulan Berkiblat Merapi'/><title type='text'>MELACAK 'PETILASAN MATARAM KUNO' ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KETIGA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SxSewKJO0DI/AAAAAAAAAbA/wZ-rN0Kyd5M/s1600/Candi+Prambanan-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SxSewKJO0DI/AAAAAAAAAbA/wZ-rN0Kyd5M/s200/Candi+Prambanan-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410123602572791858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam prasasti. kraton Sanjaya dikatakan terletak di Medang di Poh Pitu (ri mdang ri poh pitu). Dimana letak Poh Pitu itu hingga kini belum dapat ditentukan. Salah satu tempat yang diperkirakan sebagai pusat Kerajaan Mataram itu terletak di Medari, Sleman. Di daerah Medarintotex (GKBI Medari) pernah diketemukan bekas-bekas peninggalan purbakala berupa fondasi bangunan dan sisa-sisa tembok keliling yang terbuat dari batu andesit. Penggalian purbakala yang dilakukan disana terpaksa dihentikan karena terbentur bekuan batuan lahar yang sangat keras pada kedalaman satu meter dari permukaan tanah sekarang. Rupanya daerah ini pernah mengalami musibah dilanda lahar panas. Dari beberapa sisa bangunan yang telah diketemukan, terutama yang jelas berupa bekas-bekas sebuah tembok keliling, dapat diperkirakan bahwa daerah itu pada jaman dahulu merupakan tempat pemukiman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dugaan pusat Kerajaan Mataram di Medari itu bisa juga dirunut dari kalimat "ri medang ri" yang lama-kelamaan dibaca sebagai "medari". Pendapat ini dilengkapi dengan terdapatnya desa kepitu di selatan Medari. Bukankan dalam prasasti Medang disebut terletak di Poh Pitu. Poh Pitu ini pada jaman sekarang  berubah menjadi desa Kepitu. Uniknya, di sekitar desa Kepitu tersebut tidak terdapat desa Kanem atau Kewolu. Budayawan Linus Suryadi AG (almarhum)  juga mempunyai pandangan serupa. Hal ini didasarkan pada fakta lapangan bahwa di sekitar desa Kadisaba, Sleman ditemukan bekas Wihara Budha. Dan tampaknya di wilayah ini banyak bangunan sekolahan jaman kuno (Wihara).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Candi yang didirikan Sanjaya diketahui letaknya, yaitu di daerah Gunung Wukir di Salam, Magelang. Maka letak istananya kemungkinan terletak di sekitar candi tersebut. "Kraton Medang kemungkinan terletak di dalam radius tertentu dari candi Gunung Wukir. Di sekitar daerah Salam atau Salaman, "kata Joko Dwiyanto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak jauh dari Medari di desa Morangan dalam bulan September 1965 pernah diketemukan sebuah candi. Candi ini diberi nama &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Candi Batumiring.&lt;/span&gt; Letaknya terbenam sedalam lima meter dibawah permukaan tanah sekarang. Keadaan ini sama seperti yang dialami candi Sambisari di daerah Kalasan yang juga diketemukan di kedalaman enam meter di bawah permukaan tanah sekarang. Berarti candi-candi itu sempat terkubur lahar Merapi. Sayang sekali, Candi ini tidak bisa ditampakkan kembali. Bahkan sekarang sudah ditimbun tanah lagi oleh pemilik pekarangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Banyak pihak tentu akan berpendapat bahwa Kraton Medang terletak di daerah Prambanan. Pendapat ini sangat beralasan. Prambanan merupakan daerah yang sangat kaya peninggalan monumen dari jaman Mataram kuno. Banyaknya candi yang sudah diketemukan memberi indikasi bahwa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat. Apalagi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Candi Prambanan dan Candi Sewu&lt;/span&gt; yang bisa dipastikan sebagai candi kerajaan terdapat disini.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Drs. Kusen (Almarhum) sampai pada kesimpulan bahwa salah satu pusat Kerajaan Medang berada di Randusari. Desa ini terletak sekitar 3 Km di sebelah timur Candi Prambanan, "tambah Joko Dwiyanto. "Temuan emas di Wonoboyo semakin menguatkan pedapatnya itu. Menurutnya, Wonoboyo merupakan pemukiman bangsawan yang terletak di pusat Kerajaan. Memang, Wonoboyo dekat dengan Randusari."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Candi merupakan petunjuk terdapatnya aktivitas manusia masa Hindu. Jika candi tersebut merupakan sebuah kumpulan yang luas, kemungkinan besar pusat kerajaan juga berada di sekitar tempat itu. Kesimpulan yang dibuat oleh Drs. Kusen (Almarhum) terhadap lokasi Candi Prambana, juga dilakukan oleh Drs. Martinus Maria Soekarto kartoatmojo (Almarhum) di daerah Candi Borobudur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kraton Medang ternyata tidak hanya di Poh Pitu saja. Raja Rakai Kayuwangi pernah menempatkan kratonnya di Mammratipura (medang i mamratipura). &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Raja Rakai Panangkaran memindahkan pusat kerajaannya dari daerah Kedu ke lembah di lereng Gunung Merapi. Memindahkan pusat kerajaannya ke timur. Mungkin di daerah Sragen di sebelah timur Sungai Bengawan Solo atau daerah Purwodadi/Grobogan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pusat kerajan Rakai Watukura Dyah Balitung berpusat di daerah Kedu Selatan mengingat gelar rakainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kerajaan Mataram di Jawa Tengah mengalami kehancuran karena letusan Gunung Merapi yang maha dahsyat, sehingga dalam anggapan para pujangga hal itu dianggap sebagai kehancuran dunia pada akhir masa Kaliyuga. Maka harus dibangun kerajaan baru dengan wangsa yang baru pula. Karena itu maka Mpu Sindok membangun kembali kerajaannya di Jawa Timur. Rupa-rupanya Kerajaan itu tetap bernama Mataram. Ibukotanya bernama Tam&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;wlang. Letak Tamwlang mungkin di daerah Jombang dimana masih ada desa Tambelang. Menurut prasasti&lt;/span&gt; Harinjing (726 Masehi), Watugaluh terletak di Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah kaitan antara bekas Kraton Boko dengan Candi Prambanan. Sebab di bekas Kraton Boko itu terdapat replika Candi Prambanan sebagai tempat berdoa atau 'caos sesaji'.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Namun ada dugaan lain, Kraton Boko hanya tempat peristirahatan dan benteng terakhir. Dari paparan tadi bisa jadi ada pergeseran pusat pemerintahan Mataram Kuno, dari wilayah Kedu selatan sampai di Sleman, kemudian ke timur dan setelah menjadi Mataram mungkin di sebelah timur laut kota Yogyakarta. Tentang hal ini banyak pakar berbeda pendapat. Namun dari bukti-bukti lapangan dan referensi pustaka bisa dikaji kemungkinan letak Mataram Hindu. (Disadur dari tulisan Sugeng WA/Citra).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3233706294385584325?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3233706294385584325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara_30.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3233706294385584325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3233706294385584325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara_30.html' title='MELACAK &apos;PETILASAN MATARAM KUNO&apos; ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KETIGA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SxSewKJO0DI/AAAAAAAAAbA/wZ-rN0Kyd5M/s72-c/Candi+Prambanan-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4601243850658196834</id><published>2009-11-25T13:21:00.001-08:00</published><updated>2009-11-25T14:18:33.580-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kraton Medang Kamulan Berkiblat Merapi'/><title type='text'>MELACAK 'PETILASAN MATARAM KUNO' ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sw2qLDDdSQI/AAAAAAAAAag/c4cluUV7hbI/s1600/BledugKuwu1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sw2qLDDdSQI/AAAAAAAAAag/c4cluUV7hbI/s200/BledugKuwu1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408165834316925186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Desa Medang dijumpai mulai dari daerah Bagelen di Purworejo, Jawa Tengah sampai di dekat Madiun, Jawa Timur. Yang terbanyak ialah antara Purwodadi/Grobogan dan Blora. Lokasi daerah ini sesuai pula dengan keterangan yang ditulis oleh sumber-sumber Cina dari jaman Dinasti Tang (618-906 Masehi). Sumber ini menyebut Jawa sebagai Ho-ling. Dikatakan bahwa Ho-ling adalah kerajaan yang makmur. Ada sebuah gua yang sel&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;alu mengeluarkan air garam (bledug). Ho-ling ini sering disamakan dengan Kalingga dalam cerita tutur rakyat Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Keterangan tentang adanya gua yang selalu mengeluarkan air garam memang cocok dengan keadan di Purwodadi, Jawa Tengah. Di desa Kuwu di daerah Purwodadi terdapat kawah yang selalu menyemburkan air garam. Penduduk setempat menyebutnya Bledug Kuwu. Orang di situ membuat  garam dari air yang mengalir dari kawah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Pendapat tersebut dikemukakan oleh Boechari (almarhum). Beliau menempatkan kronologi kerajaan Ho-ling ini sebelum Medang. Sedangkan Kalingga sebenarnya hanya ada dalam cerita rakyat. Tid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ak ada bukti sejarah yang mendukung keberadaannya," tambah Joko Dwiyanto.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Karena Boechari menempatkan kronologi Ho-ling lebih tua dari Medang, yang dianggapnya terletak di Grobogan, maka masyarakat menempatkan Medang Kamulan di daerah Grobogan tersebut. "Kamulan berarti asal, yang mula-mula, yang pertama-tama. Jadi Medang Kamulan berarti letak Medang yang pertama atau asal mula Medang," ungkap Joko Dwiyanto.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Berita Cina selanjutnya menyebutkan bahwa Ki-yen telah memindahkan ibukota Ho-ling ke timur. Pemindahan pusat kerajaan ini terjadi tahun 899-911 Masehi. Van Der Meulen memperkirakan perpindahan itu terjadi dari sekitar Pegunungan Dieng ke kaki sebelah timur Gunung Ungaran, Jawa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Tengah. Tempat yang dimaksud adalah desa Bergas Lor dan Bergas Kidul. Kedua desa ini terletak beberapa kilometer di selatan kota Ungaran. Di tempat itu terdapat Candi Sikunir. Dari candi ini banyak patung yang telah dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta. Kurang lebih ada sepuluh arca. Belum lagi arca-arca yang dibawa secara ilegal. Di sekitar wilayah itu juga diketemukan peninggalan di Pendem, Karangjati, dan Mijel. Bekas-bekas pemandian juga diketemukan di Kali Taman dan Sindang Beji.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Jumlah cincin emas yang pernah diketemukan dan kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagian besar berasal dari Dieng dan sekitar Gunung Ungaran.Di tempat itu diketemukan 77 buah cincin. Temuan cincin emas itu menunjukkan bahwa di sekitar kedua pegunungan tersebut pernah didirikan pusat kekuasaan dan kebudayaan yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dari penelitian Dr. Agus Pudjoarianto dari Fakultas Biologi UGM, di Dieng sudah ada kegiatan manusia dari tahun 500 Masehi. Dari telaahan serbuk sari yang dilakukan kegiatan yang dilakukan manusia berkelompok ini &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sw2sRhrzMnI/AAAAAAAAAa4/cRd6ZV59xoc/s1600/candi-dieng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sw2sRhrzMnI/AAAAAAAAAa4/cRd6ZV59xoc/s200/candi-dieng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408168144641667698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;bisa jadi merupakan sebuah komunitas masyarakat kerajaan. Menurutnya terdapat kemiripan tumbuhan yang di tanam di Dieng dengan beberapa bagian di Jawa Barat. Dari asumsi ini bisa diduga bahwa awal Kerajaan Medang dari Jawa Barat kemudian berkembang di Jawa Tengah antara lain di Dieng. Dugaan ini diperkuat dengan banyaknya candi yang dibangun di wilayah ini. Bahkan dari kisah wayang Lahirnya Abimanyu yang mandi di Sungai Serayu (sir rahayu) terlihat adanya pemahaman akan adanya sosialitas masyarakat kerajaan. Diperkuat dengan nama candi-candi yang ada di Dieng yang diambil dari nama wayang bisa jadi di lereng Gunung Sindoro ini pernah lahir kerajaan. Dari telaah serbuk sari juga didapat bukti adanya lumpur vulkanik yang tebal yang menutupi kegiatan sebelumnya. Temuan ini memperkuat asumsi hancurnya Kerajaan Medang oleh abu dahsyat Merapi. Kota Dieng yang selalu berkabut dalam bahasa Jawa disebut "Kamulan".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4601243850658196834?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4601243850658196834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4601243850658196834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4601243850658196834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara_25.html' title='MELACAK &apos;PETILASAN MATARAM KUNO&apos; ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI ( TULISAN KEDUA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sw2qLDDdSQI/AAAAAAAAAag/c4cluUV7hbI/s72-c/BledugKuwu1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-5558044068395422242</id><published>2009-11-24T02:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T05:14:16.950-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kraton Medang Kamulan Berkiblat Merapi'/><title type='text'>MELACAK 'PETILASAN MATARAM KUNO' ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika kita melinta&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwvYRDWCM-I/AAAAAAAAAZ4/2xAPih1BV9c/s1600/Candi+Gunung+Wukir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwvYRDWCM-I/AAAAAAAAAZ4/2xAPih1BV9c/s200/Candi+Gunung+Wukir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407653565055513570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;s di jalan raya Yogyakarta - Magelang, tepatnya di daerah kecamatan Salam secara tidak sengaja kita akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; menengok ke selatan jalan. Kuburan-kuburan Cina yang terletak di lereng bukit menjadi penyebabnya. Sayang, banyak dari kita tidak tahu bahwa bukit itu menyimpan sejarah masa lalu yang penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;unung Gendol, demikian penduduk setempat menyebutnya, pernah menjadi saksi meletusnya Gunung Merapi sepuluh abad silam. Menurut Van &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bemmelen, seorang ahli geologi, letusan Merapi yang terhebat dalam sejarahnya itu menyebabkan sebagian besar puncaknya lenyap. Lapisan tanah bergeser ke arah barat daya, sehingga terjadi lipatan. Gerakan tanah ini membentur Pegunungan Menoreh dan membentuk Gunung Gendol.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di Gunung Gendol ini pula babak baru Kerajaan Mataram Kuno dimulai. Peristiwanya tercatat dalam prasasti Canggal yang diketemukan di halaman Candi Gunung Wukir. Candi ini terletak di salah satu puncak Gunung Gendol. Prasasti ini menulis bahwa Raja sanjaya telah mendirikan lingga diatas Bukit Sthirangga untuk keselamatan rakyatnya pada hari Senin tanggal 13 paro terang bulan Kartika 654 Saka atau 732 Masehi. Lingga itu ialah Candi Gunung Wukir yang hingga kini masih ada sisa-sisanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pendirian lingga untuk memperingati bahwa Sanjaya telah dapat membangun kembali Kerajaan dan bertahta setelah menaklukkan musuh-musuhnya. Musuh-musuh itu telah menyerang Sanna, raja yang berkuasa sebelum Sanjaya. Pusat kerajaan Sanna dihancurkan. Ibukota kerajaan diserbu dan dijarah. Karena itu setelah Sanjaya dinobatkan mejadi raja, perlu dibangun ibukota baru dengan istana baru disertai pembangunan candi untuk pemujaan lingga kerajaan. Hal ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa istana yang telah diserbu musuh sudah kehilangan tuahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Bangunan suci&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; yang didirikan Sanjaya terletak di wilayah Kunjarakunja. Tentang nama Kunjarakunja itu, Poerbatjaraka pernah mengemukakan pendapat bahwa yang yang dimaksud dengan daerah itu adalah daerah Sleman, Yogyakarta sekarang, berdasarkan arti kata itu, yaitu hutan Gajah dan adanya daerah &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;wana ing alas i Saliman&lt;/span&gt;. Kata Saliman diartikan sebagai daerah Sleman sekarang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Nama Sanjaya semakin jelas posisinya dalam sejarah Mataram Kuno dengan diketemukannya prasasti Mantyasih (907 Masehi) dan Wanua Tengah III (908 Masehi). Kedua prasasti yang dibuat oleh Dyah Balitung itu berisi daftar raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno. Urutan pertama raja-raja tersebut ditempati oleh Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (prasasti Mantyasih) dan Rahyangta ri Medang dapat disamakan dengan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Prasasti Mantyasih dibuat untuk menghormati leluhur yang telah diperdewakan di Medang di Poh Pitu. Disini untuk pertama kalinya nama Medang disebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Medang adalah nama kerajaan sebelum bernama Mataram. Jadi, kerajaan Medang sama dengan kerajaan Mataram. Lebih tepatnya, Medang adalah embrio Mataram," kata Drs. Joko Dwiyanto-Dosen Fakultas Arkeologi UGM.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-5558044068395422242?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/5558044068395422242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5558044068395422242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5558044068395422242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/melacak-petilasan-mataram-kuno-antara.html' title='MELACAK &apos;PETILASAN MATARAM KUNO&apos; ANTARA SEMARANG - YOGYAKARTA : KRATON MEDANG KAMULAN BERKIBLAT MERAPI'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwvYRDWCM-I/AAAAAAAAAZ4/2xAPih1BV9c/s72-c/Candi+Gunung+Wukir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6294626846293920269</id><published>2009-11-11T03:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T03:50:19.015-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerusuhan Anti Tionghoa'/><title type='text'>KALIMANTAN BARAT : KERUSUHAN ANTI TIONGHOA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemberantasan Paraku-PGRS ternyata terkait dengan konflik horizontal antara Dayak dan Tionghoa bulan Oktober-November 1967. Setelah Soekarno turun dari kekuasaan dan pemerintahan Soeharto berdamai dengan Malaysia usai Konferensi Bangkok 28 Mei 1966, Paraku-PGRS dijadikan musuh bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah perdamaian tanggal 11 Agustus 1966, Paraku-PGRS oleh militer Indonesia disebut gerombolan Tjina Komunis (GTK). Anggota Paraku-PGRS melawan dan terjadi perebutan senjata di Pangkalan Udara Sanggau Ledo. Paraku-PGRS merebut 150 pucuk senjata dan menewaskan tiga anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemerintahan Soeharto pro Washington yang anti komunis pun bertindak keras. Operasi Sapu Bersih (Saber) I, II, dan III digelar sejak April 1967 hingga Desember 1969 dipimpin oleh Brigadir Jendral A.J. Witono.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Operasi pemberantasan Paraku-PGRS diwarnai peristiwa "Mangkok Mera" bulan Oktober-November 1967 ketika terjadi kekerasan antara Dayak terhadap Tionghoa yang menurut Majalah Far Eastern Economic Review (FEER) volume 100 tanggal 30 Juni 1978, menelan korban jiwa 3000 orang Tionghoa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Peristiwa itu dipicu kekerasan terhadap sejumlah Tumenggung Dayak yang menurut militer diculik di Taum, Sanggau Ledo oleh GTK. Selang beberapa hari, RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) menemukan sembilan mayat yang disebut sebagai tokoh Dayak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Benny Subianto mencatat, juru bicara militer di Harian Angkatan Bersenjata menyatakan orang Dayak harus membalas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kekerasanpun terjadi secara masif di wilayah operasi militer menumpas Paraku-PGRS. Strategi yang digunakan militer dicatat Herbert Feith adalah mengeringkan kolam (masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat) tempat ikan (gerilyawan) hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Pengeringan Kolam" dilakukan melalui peristiwa "Mangkok Merah" sehingga warga Tionghoa hijrah dari pedalaman ke perkotaan, seperti Pontianak dan Singkawang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bahkan, ada warga Tionghoa yang lari ke Serawak, Malaysia. Chong, seorang warga Sambas mengaku hijrah ke Serawak paska kerusuhan tersebut. Kini, ia hidup bersama keluarga di pinggiran Kuching, ibukota Serawak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kekerasan yang terjadi dalam ingatan rohaniawan Herman Josef Van Hulten berlangsung sangat cepat dan terorganisir. Rohaniawan Monsinyur Isak Doera, yang berada di Pontianak tahun 1967-1971, mengakui pembunuhan para tokoh Dayak adalah rekayasa militer demi memicu konflik horizontal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Para tokoh Dayak yang diwawancarai Benny tahun 2000 mengaku heran mengapa persaudaraan Melayu-Dayak dan Tionghoa bisa koyak saat itu. Singkat cerita, Paraku-PGRS tumpas dengan meninggalkan luka sejarah di Kalimantan Barat.&lt;/span&gt; (ONG)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6294626846293920269?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6294626846293920269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/kalimantan-barat-kerusuhan-anti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6294626846293920269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6294626846293920269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/kalimantan-barat-kerusuhan-anti.html' title='KALIMANTAN BARAT : KERUSUHAN ANTI TIONGHOA'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2670550946987573297</id><published>2009-11-10T05:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T11:43:38.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paraku - PGRS'/><title type='text'>PARAKU-PGRS : KAMBING HITAM PASKA KONFRONTASI RI - MALAYSIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SvnBUpLCnKI/AAAAAAAAAZw/4dushQVu4UI/s1600-h/Peta+Kalimantan-1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SvnBUpLCnKI/AAAAAAAAAZw/4dushQVu4UI/s200/Peta+Kalimantan-1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402561788401327266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Habis manis sepah dibuang. Itulah nasib tragis ratusan gerilyawan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Pasukan Rakyat Kalimantan Utara atau Paraku-Pasukan Gerakan Rakyat sarawak atau PGRS &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dukungan intelijen militer Indonesia semasa Presiden Soekarno mencanangkan konfrontasi menentang pembentukan Malaysia tahun 1963. Ketika Soekarno menyatakan "Ganyang Malaysia" tanggal 27 Juli 1963, relawan Indonesia dan gerilyawan Paraku-PGRS menjadi Pahlawan Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Paraku-PGRS menjadi momok menghantui pasukan Malaysia, Brunei, Inggris, dan Australia saat bergerilya di perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak. Ketika Soeharto tampil sebagai penguasa yang berdamai dengan Malaysia, Paraku-PGRS pun digempur habis dan disertai kerusuhan anti Tionghoa di Kalimantan Barat tahun 1967 sebagai harga rekonsiliasi Jakarta - Kuala Lumpur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Paraku-PGRS terlupakan dalam lembaran sejarah seiring kukuhnya Orde Baru dan baru muncul kembali dalam pembicaraan Indonesia-Malaysia dalam Joint Border Comitee (JBC) di Kuala Lumpur awal Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Peneliti kekerasan terhadap Tionghoa, Benny Subianto, menjelaskan, ada benang merah dalam pemberantasan Paraku-PGRS dan kekerasan terhadap penduduk Tionghoa di Kalimantan Barat yang dikenal sebagai peristiwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;"Mangkok Merah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Demi menghabisi Paraku-PGRS akhirnya dikondisikan kerusuhan anti Tionghoa. Sebelumnya Dayak, Melayu, dan Tionghoa hidup bersama secara damai di Kalimantan Barat," kata Benny.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Keberadaan Paraku-PGRS diakui sebagai buah karya kebijakan militer Indonesia. Buku Sejarah TNI Jilid IV (1966-1983) halaman 116-125 mencatat embrio Paraku-PGRS adalah 850 pemuda Cina Serawak yang menyeberang ke daerah RI saat terjadi konfrontasi dengan Malaysia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Buku Sejarah TNI menyebut mereka adalah orang-orang Cina pro Komunis. Pemerintah RI melatih dan mempersenjatai mereka secara militer dalam rangka Konfrontasi Indonesia-Malaysia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskan, mereka dibagi menjadi dua kesatuan, yaitu Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku). Kedua pasukan dikoordinir oleh Brigadir Jendral TNI Suparjo, pejabat Panglima Komando Tempur IV Mandau, berpusat di Bengkayan, Kalimantan Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bersama relawan dari Indonesia, Paraku-PGRS yang juga menghimpun Suku Melayu dan Dayak berulangkali menyusup wilayah Serawak dan bahkan Brunei. Salah satu tokoh Revolusi Brunei tahun 1962, Doktor Azhari, yang juga pimpinan Partai Rakyat Brunei diketahui dekat dengan kubu gerilyawan ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Benny Subianto dalam laporan ilmiah itu menjelaskan, banyak pemuda Tionghoa di Sabah, Serawak, dan Brunei menolak pendirian Malaysia karena takut dominasi Melayu terhadap wilayah Sabah, Serawak, dan Brunei.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gerilyawan Paraku-PGRS dalam laporan Herbert Feith di Far Eastern Economic Review (FEER) edisi 59 tanggal 21-27 Januari 1968 dilukiskan hidup bagai ikan di tengah air terutama di antara masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat yang waktu itu hidup tersebar di pedalaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benny Subianto menambahkan betapa gerilyawan Paraku-PGRS dan relawan Indonesia menghantui wilayah perbatasan. Bahkan, mereka nyaris menghancurkan garnisun 1/2 British Gurkha Rifles (1/2 GR) dalam serangan terhadap distrik Long Jawi (sekitar 120 kilometer sebelah barat Long Nawang, Kalimantan Timur). Selama berbulan-bulan mereka juga menghantui jalan darat Tebedu-Serian-Kuching (dekat pos perbatasan Darat Entikong) selama berbulan-bulan pada paruh pertama tahun 1964.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;JP Cross dalam buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A face Like A Chicken Backside-An Unconventional Soldier In Malaya and Borneo 1948-1971&lt;/span&gt; halaman 150-151 mencatat betapa serangan relawan Indonesia di Long Jawi tanggal 28 September 1963 menewaskan operator radio, beberapa prajurit Gurkha, dan Pandu Perbatasan (Border Scout). Long Jawi sempat dikuasai sebelum akhirnya Pasukan Gurkha menyerang balik setelah mendapat bala bantuan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di balik perjuangan Paraku-PGRS dan relawan Indonesia, sebagian besar operasi militer selama konfrontasi tidak mencapai hasil memuaskan. Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Tanjung Pura Soeharyo alias Haryo Kecik dalam memoirnya mencatat, gerakan pasukan dan gerilyawan di wilayah Kalimantan selalu bocor dan diketahui lawan. Menurut Soeharyo, kebocoran justru terjadi di tubuh militer dari Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adapun dalam laporan ilmiah Benny Subianto disebutkan operasi Paraku-PGRS dan relawan tidak mendapat dukungan penuh dari Angkatan Darat (AD) yang dikenal sebagai kubu anti komunis semasa konfrontasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah Jakarta-Kuala Lumpur berdamai melalui diplomasi di Bangkok, Paraku-PGRS harus diberantas sebagai musuh bersama. Itulah ironi sejarah yang terlupakan ketika kawan harus berubah menjadi kambing hitam/lawan (Disadur dari tulisan Iwan Santosa)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2670550946987573297?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2670550946987573297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/paraku-pgrs-kambing-hitam-paska.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2670550946987573297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2670550946987573297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/11/paraku-pgrs-kambing-hitam-paska.html' title='PARAKU-PGRS : KAMBING HITAM PASKA KONFRONTASI RI - MALAYSIA'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SvnBUpLCnKI/AAAAAAAAAZw/4dushQVu4UI/s72-c/Peta+Kalimantan-1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-5420600836758571617</id><published>2009-10-31T01:20:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T01:45:40.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sultan Mahmud Badaruddin II'/><title type='text'>SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN KETIGA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perhitungan Sultan Mahmud Badaruddin II bahwa Belanda akan datang menyerang terbukti. Setelah melalui penggarapan bangsawan dan orang Arab Palembang melalui pekerjaan spionase serta persiapan angkatan perang yang kuat, Belanda datang ke Palembang dengan kekuatan yang lebih besar. Tanggal 16 Mei 1821 armada Belanda sudah memasuki perairan Musi. Kontak senjata pertama terjadi pada tanggal 11 Juni 1821 hingga menghebatnya pertempuran pada 20 Juni 1821. Pada pertempuran 20 Juni ini, sekali lagi, Belanda mengalami kekalahan. Banyak prajuritnya yang terluka dan tewas, tetapi De Kock tidak memutuskan untuk kembali ke Batavia, melainkan mengatur strategi penyerangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bulan Juni 1821 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Hari Jum'at dan Minggu dimanfaatkan oleh kedua belah pihak bertikai untuk beribadah. De Kock memanfaatkan kesempatan ini. Ia memerintahkan pasukannya untuk tidak menyerang pada hari Jum'at dengan harapan Sultan Mahmud Badaruddin II juga tidak menyerang pada hari Minggu. Pada waktu dini hari Minggu 24 Juni 1821 ketika wong Palembang sedang makan sahur, Belanda  secara tiba-tiba menyerang Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Serangan mendadak ini tentu saja melumpuhkan Palembang karena mengira di hari Minggu orang Belanda tidak menyerang. Setelah melalui perlawanan yang hebat, tanggal 25 Juni 1821 Palembang jatuh ke tangan Belanda. Kemudian pada tanggal 1 Juli 1821 berkibarlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bendera rod, wit, en blau&lt;/span&gt; di bastion Kuto Besak, maka resmilah Kolonialisme Belanda di Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tanggal 13 Juli 1821, menjelang tengah malam, Sultan Mahmud Badaruddin beserta keluarganya menaiki kapal Dageraad dengan tujuan Batavia. Dari Batavia Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarganya diasingkan ke Ternate sampai akhir hayatnya 26 September 1852.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Catatan sejarah dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dagregister&lt;/span&gt; jelas menceritakan perjalanan sejarah Sultan Mahmud Badaruddin II dalam perjuangannya melawan Kolonialisme Barat. Perjuangan yang dimulai sejak sebelum naik tahta hingga dibuang ke Ternate seluruhnya terekam dalam dagregister, bahkan gambar sketsa tentang jalannya pertempuran sungai dan penangkapan Sultan Mahmud Badaruddin II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Data sejarah itu sedemian lengkap tetapi mengapa kalah dengan penulisan sejarah tokoh-tokoh lain dari tanah Jawa seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Agung Hanyokrokusumo, dan Sultan Ageng Tirtayasa ? Terserah para sejarawan-lah Sudah sepantasnya Sultan Mahmud Badaruddin II sebagai Pahlawan Nasional namanya dipakai sebagai nama Bandara Internasional Palembang , dan gambarnya dicetak dalam mata uang RI Rupiah. (Disadur dari tulisan Bambang Budi Utomo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-5420600836758571617?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/5420600836758571617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5420600836758571617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/5420600836758571617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan_31.html' title='SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN KETIGA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7608272309962800220</id><published>2009-10-29T09:22:00.001-07:00</published><updated>2009-10-29T09:36:14.664-07:00</updated><title type='text'>SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN KEDUA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Konvensi London 13 Agustus 1814 membuat Inggris menyerahkan kembali kepada Belanda semua koloninya di seberang lautan sejak januari 1803. Kebijakan ini tidak menyenangkan Raffles karena harus menyerahkan Palembang kepada Belanda. serah terima terjadi pada tanggal 19 Agustus 1816 setelah tertunda dua tahun, itupun setelah Raffles digantikan oleh John Fendall.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Belanda kemudian mengangkat Edelheer Mutinghe sebagai komisaris di Palembang. Tindakan pertama yang dilakukannya adalah menyatukan kedua Sultan, Sultan Mahmud Badaruddin II dan Husin Diauddin. Tindakannya berhasil, Sultan Mahmud Badaruddin II naik tahta kembali pada tanggal 7 Juni 1818. Sementara itu, untuk menghindari ancaman Raffles yang belum merelakan Palembang, Husin Diauddin berhasil dibujuk oleh Mutinghe ke Batavia dan akhirnya dibuang ke Cianjur, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada dasarnya Pemerintah Kolonial Belanda tidak percaya kepada Raja-Raja Melayu. Mutinghe mengujinya dengan melakukan penjajagan ke pedalaman wilayah kesultanan Palembang dengan alasan inspeksi dan inventarisasi wilayah. Ternyata di daerah Muara Rawas ia dan pasukannya diserang pengikut Sultan Mahmud Badaruddin II yang masih setia. Sekembalinya, ia menuntut agar putra mahkota diserahkan kepadanya. Ini dimaksudkan sebagai jaminan kesetiaan Sultan kepada Belanda. Mungkin karena merasa "dibelenggu", Sultan Mahmud Badaruddin II mengambil sikap "sekarang atau tidak sama sekali untuk menghajar dan mengusir Belanda "bertepatan dengan habisnya waktu ultimatum Mutinghe untuk menyerahkan Putra Mahkota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pertempuran melawan Belanda yang dikenal  sebagai "Perang Menteng (dari kata Mutinghe)" pecah pada tanggal 12 Juni 1819. Perang ini merupakan perang paling dahsyat pada waktu itu, dimana korban terbanyak ada pada pihak Belanda. Pertempuran berlanjut hingga keesokan harinya, tetapi pertahanan Palembang tetap sulit ditembus sampai akhirnya Mutinghe kembali ke Batavia tanpa membawa kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Belanda tidak menerima kenyataan itu. Gubernur Jendral Van Der Capellen merundingkannya dengan Laksamana JC Wolterbeek dan Mayor Jendral Merkus de Kock dan diputuskan untuk mengirimkan ekspedisi ke Palembang dengan kekuatan dilipatgandakan. Tujuannya melengserkan dan menghukum Sultan Mahmud Badaruddin II, kemudian mengangkat keponakannya (Pangeran Jayaningrat) sebagai penggantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sultan Mahmud Badaruddin II telah memperhitungkan akan adanya serangan balik. Karena itu, ia menyiapkan sistem perbentengan yang tangguh. Di beberapa tempat di Sungai Musi, sebelum masuk Palembang, dibuat benteng-benteng pertahanan yang dikomandani keluarga Sultan. Kelak, benteng-benteng ini sangat berperan dalam pertahanan Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pertempuran sungai dimulai pada tanggal 21 Oktober 1819 oleh Belanda dengan tembakan atas perintah Wolterbeek. Serangan ini disambut dengan tembakan-tembakan meriam dari tepi Sungai Musi. Pertempuran baru berlangsung satu hari, Wolterbeek menghentikan penyerangan dan akhirnya kembali ke Batavia pada tanggal 30 Oktober 1819.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Meski telah menang perang, Palembang tidak terlena. Sultan Mahmud Badaruddin II masih memperhitungkan dan mempersiapkan diri akan adanya serangan balasan. Persiapan pertama adalah restrukturisasi dalam pemerintahan. Putra Mahkota, Pangeran Ratu, pada bulan Desember 1819 diangkat sebagai Sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin III. Sultan Mahmud Badaruddin II lengser dan bergelar Susuhunan. Penanggungjawab benteng-benteng dirotasi, tetapi masih dalam lingkungan keluarga Sultan. Di bidang perekonomian, rakyat Palembang dimakmurkan. Pada masanya diberlakukan sistem pertahanan yang sekarang dikenal dengan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Karena itu, Belanda tidak dapat mengetahui secara tepat jumlah tentara Palembang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7608272309962800220?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7608272309962800220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7608272309962800220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7608272309962800220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan_29.html' title='SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN KEDUA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-376762603279611597</id><published>2009-10-23T01:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T05:54:47.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sultan Mahmud Badaruddin II'/><title type='text'>SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN PERTAMA)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SuGgp06qwnI/AAAAAAAAAZg/a2Si9oe_hDg/s1600-h/Sultan+Mahmud_Badaruddin_II.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 187px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SuGgp06qwnI/AAAAAAAAAZg/a2Si9oe_hDg/s200/Sultan+Mahmud_Badaruddin_II.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395770469006361202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bulan Oktober 2005 merupakan "bulannya" Sultan Mahmud Badaruddin II. Pertama dengan diresmikannya Bandar Udara di Palembang yang mengambil namanya. Kedua, Bank Indonesia mengeluarkan mata uang kertas pecahan Rp. 10.000,- bergambar Sultan Mahmud Badaruddin II.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Siapa dan darimana tokoh ini ? Apa perannya bagi bangsa ini ? terus terang saja, bila pembaca mencari di buku Sejarah Nasional Indonesia, nama tokoh itu tidak diketemukan. Apalagi di kitab-kitab Sejarah untuk SD, SMP, dan SMA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sultan Mahmud Badaruddin II adalah penguasa Kesultanan Palembang Darussalam (1774-1803) setelah menggantikan ayahnya Sultan Muhammad Bahauddin. Ketika naik tahta, ia sudah siap memerintah Kesultanan Palembang Darussalam dengan segala permasalahan menghadapi Inggris dan Belanda. Sejak masih menjadi Pangeran Ratu ia telah biasa menghadapi kelicikan orang-orang Eropa. Warisan yang diterimanya bukan hanya kekuasaan, kekayaan, dan bakat sastrawan, tetapi juga "permusuhan" dengan penjajah Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Orang Eropa pertama yang dihadapi Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Sir Thomas Stamford Raffles. Raffles tahu persis tabiat Sultan Palembang ini. Karena itu, Raffles sangat menaruh hormat di samping ada kekhawatiran sebagaimana tertuang dalam laporan kepada atasannya, Lord Minto tanggal 15 Desember 1810 : "Sultan Palembang adalah salah seorang Pangeran Melayu yang terkaya dan benar apa yang dikatakan bahwa gudangnya penuh dengan Dollar dan emas yang telah ditimbun oleh para leluhurnya. Saya anggap inilah yang merupakan satu pokok yang penting untuk menghalangi Daendels memanfaatkan pengadaan sumber yang besar tersebut."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bersamaan dengan adanya kontak antara Inggris dan Palembang, hal yang sama juga dilakukan Belanda. Dalam hal ini, melalui utusannya, Raffles berusaha membujuk Sultan Mahmud Badaruddin II untuk mengusir Belanda dari Palembang (surat Raffles tanggal 3 Maret 1811).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dengan bijaksana, Sultan Mahmud Badaruddin II membalas surat Raffles yang intinya mengatakan bahwa Palembang tidak ingin terlibat dalam permusuhan antara Inggris dengan Belanda. Namun akhirnya terjalin kerjasama Inggris-Palembang, dimana pihak Palembang lebih diuntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sejak timah diketemukan di Bangka pada pertengahan abad ke-18, Palembang dan wilayahnya menjadi incara Inggris dan Belanda. Berdalih menjalin kontrak dagang, bangsa Eropa ini berniat menguasai Palembang. Awal bercokolnya penjajahan bangsa Eropa biasanya ditandai dengan penempatan Loji (kantor dagang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Di Palembang, loji pertama Belanda dibangun pada tahun 1742 di tepi Sungai Aur (10 Ulu). Gara pembumihangusan dan pembantaian di loji ini pada 14 September 1811, mulai terjadi peperangan dengan bangsa Eropa. Belanda menuduh Inggris-lah yang memprovokasi Palembang supaya mengusir Belanda. Sebaliknya, Inggris cuci tangan, bahkan langsung menuduh Sultan Mahmud Badaruddin II yang berinisiatif melakukannya. Pembumihangusan dan pembantaian di loji Sungai Aur dijadikan senjata politik sebagai pelanggaran HAM di kalangan politisi Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Raffles terpojok dengan peristiwa loji Sungai Aur, tetapi masih berharap dapat berunding dengan Sultan Mahmud Badaruddin II dan mendapatkan Bangka sebagai kompensasi kepada Inggris. Harapan Raffles ini tentu saja ditolak oleh Sultan Mahmud badaruddin II. Akibatnya, Inggris mengirimkan armada perangnya di bawah pimpinan Gillespie dengan alasan menghukum Sultan Mahmud Badaruddin II. Dalam sebuah pertempuran singkat, Palembang berhasil dikuasai dan Sultan Mahmud Badaruddin menyingkir ke Muara Rawas, jauh di hulu sungai Musi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah berhasil menduduki Palembang, Inggris merasa perlu mengangkat penguasa baru yang tentunya harus sejalan dengan keinginannya. Setelah menandatangani perjanjian dengan syarat-syarat yang menguntungkan Inggris, tanggal 14 Mei 1812 Pangeran Adipati (adik kandung Sultan Mahmud Badaruddin II) diangkat menjadi Sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin II atau Husin Diauddin. Pulau Bangka berhasil dikuasai dan namanya diganti menjadi Duke of York's Island. Di Mentok, yang kemudian dinamakan Minto, ditempatkan Meares sebagai residen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Meares berambisi menangkap Sultan Mahmud Badaruddin II yang telah membuat kubu di Muara Rawas. Pada tanggal 28 Agustus 1812 ia membawa pasukan dan persenjataan yang diangkut dengan perahu untuk menyerbu Muara Rawas. Dalam sebuah pertempuran di Buay Langu, Meares tertembak dan akhirnya tewas setelah dibawa kembali ke Mentok. Kedudukannya dugantikan oleh Mayor Robison.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Belajar dari pengalaman Meares, Robison mau berdamai dengan Sultan Mahmud Badaruddin II. Melalui serangkaian perundingan, Sultan Mahmud Badaruddin II kembali ke Palembang dan naik tahta kembali pada tanggal 13 Juli 1813 hingga dilengserkan kembali Agustus 1813. Sementara itu, Robison dipecat dan ditahan Raffles karena mandat yang diberikannya tidak sesuai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-376762603279611597?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/376762603279611597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/376762603279611597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/376762603279611597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/sultan-mahmud-badaruddin-ii-tulisan.html' title='SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II (TULISAN PERTAMA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SuGgp06qwnI/AAAAAAAAAZg/a2Si9oe_hDg/s72-c/Sultan+Mahmud_Badaruddin_II.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8129185816165438522</id><published>2009-10-06T15:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T18:48:20.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Beras Kerajaan Mataram'/><title type='text'>POLITIK BERAS KERAJAAN MATARAM ( TULISAN KEDUA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Meski demikian, Mataram gagal melihat beras sebagai komoditas untuk diplomasi. ketika Pakubuwana I hendak menguasai  kartasura, ia bersekutu dengan dengan VOC. Kesalahan diplomasi Pakubuwana I telah terlihat sejak awal ketika VOC meminta imbal jasa atas partisipasinya dalam penyerbuan di Kartasura.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Permintaan VOC sangat sederhana. Pimpinan VOC menghadap Pakubuwana I dan menyatakan kalau pasukan VOC tidak akan meninggalkannya. Akan tetapi, ia memohon agar diberi beras 1000 koyam setiap tahun untuk memberi makan prajurit VOC yang menjaga Pakubuwana I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Belum lagi Pakubuwana I menjawab, pimpinan VOC itu menulis surat sebagai tanda kesediaan raja. Raja seperti dipaksa menerima keinginan itu. Tembakan senapan dibunyikan sebagai tanda penghormatan terhadap perjanjian itu. Hal ini tidak disukai para adipati. Mereka sudah menduga sejak awal bahwa pelulusan permintaan itu akan membuat VOC semakin kurang ajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kelak memang permintaan VOC semakin menjadi-jadi dan persoalan kecil itu merepotkan di kemudian hari. Di samping permintaan pasokan pangan, permintaan lain VOC juga semakin banyak. Kita hanya bisa menduga sejak awal hal itu merupakan taktik VOC.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Politik beras yang dilakukan kerajaan Mataram semakin meyakinkan kita betapa beras memang komoditas yang sangat strategis. Setiap penguasa tidak bisa mengabaikan komoditas ini selama makanan pokok kita adalah beras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Politik harga beras, meski tidak muncul secara eksplisit dalam teks babad, memperlihatkan kepada kita bahwa petani harus diberi hati. Namun, prajurit Kraton dan abdi dalem juga tidak bisa dibiarkan mendapat beras dengan harga mahal. Dalam konteks ini, hanya penguasa yang secara disiplin bisa menjamin produksi beras dan menjaga stabilitas harga yang bisa aman berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Presiden Soeharto (almarhum) sebagai anak petani pada jaman Orde Baru memahami hal ini. Produksi beras dijamin dengan ketersediaan pupuk, benih, dan air. Ia juga disiplin dalam mengendalikan harga sehingga harga menguntungkan petani dan konsumen. Ia juga disiplin memantau harga. Pada masa Orde Baru, kantor kepresidenan selalu mendapat data harga setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Apabila Soeharto akhirnya jatuh, pelajaran dari Mataram jelas menunjukkan kewibawaan pemerintahan akan hancur begitu harga beras mahal. Penurunan Soeharto terjadi pada saat harga beras melambung tahun 1998.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemerintah sekarang cenderung abai dalam disiplin mengelola masalah per-beras-an. Petani tidak lagi mendapat jaminan harga pupuk, benih, dan pasokan air yang memadai. Pengendalian harga yang menguntungkan petani ataupun konsumen tidak mampu dilakukan. harga beras cenderung liar. Spekulasi mudah terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pelajaran dari Mataram adalah : pemerintahan yang kuat terlihat dari kedisiplinnya dalam mengelola komoditas beras. ( Disadur dari tulisan Andreas Maryoto )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8129185816165438522?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8129185816165438522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/politik-beras-kerajaan-mataram-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8129185816165438522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8129185816165438522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/10/politik-beras-kerajaan-mataram-tulisan.html' title='POLITIK BERAS KERAJAAN MATARAM ( TULISAN KEDUA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7702567598882956308</id><published>2009-09-29T08:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T11:06:04.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik Beras Kerajaan Mataram'/><title type='text'>POLITIK BERAS KERAJAAN MATARAM ( TULISAN PERTAMA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sudah sejak lama ber&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SsJKuCImktI/AAAAAAAAAZY/WxMeA61P18M/s1600-h/kebun3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SsJKuCImktI/AAAAAAAAAZY/WxMeA61P18M/s200/kebun3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386950258995925714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;as digunakan sebagai komoditas politik. Catatan yang lengkap soal itu setidaknya diketahui semasa Kerajaa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;n Mataram, abad ke-16 - 18 Masehi. Para raja yang berkuasa menyadari beras merupakan simbol stabilitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ekonomi dan politik. Jika terjadi masalah dengan produksi beras, pasti ada pula masalah dengan kekuasaan. Sebaliknya, kerajaan dan raja akan diagung-agungkan bila masalah beras bisa dikendalikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Harta, wanita, dan takhta. Tiga hal itulah yang sangat menonjol bila kita membaca dan mendalami &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Babad Tanah Jawi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Dari awal hingga akhir teks babad, ketiga hal itu selalu ada. Meski demikian, secara parsial dan terpisah-pisah, kita bisa meneliti berbagai aspek yang ada di Kerajaan Mataram, di luar ketiga masalah itu, seperti politik beras dan politik pangan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Babad Tanah Jawi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; yang digunakan untuk membahas politik beras Kerajaan Mataram adalah babad berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh yayasan Lontar. Buku itu hasil penerjemahan Babad tanah Jawi yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1939. Babad ini disusun oleh Raden Ngabehi Yasadipura. Teks ini bertembang macapat dan beraksara Jawa. Penggunaan teks berbahasa Indonesia bisa memunculkan perdebatan karena transliterasi akan memunculkan "jarak" dengan naskah asli.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan babad sebagai sumber kajian juga memunculkan perdebatan karena tidak sedikit mengandung mitos dan dongeng. Meski demikian, sejarawan H.J. De Graf berpendapat yang tertulis di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Babad Tanah Jawi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; dapat dipercaya, khususnya cerita tentang peristiwa tahun 1600 sampai 1800-an.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal berdirinya Kerajaan Mataram, beras telah menjadi komoditas politik. Keamanan pasokan beras merupakan salah sendi penyokong kekuasaan Ki Ageng Pemanahan, pendiri Kerajaan Mataram Islam. Pada mulanya, Ki Ageng Pemanahan mengalah mendapat tanah Mataram yang disebutkan masih berwujud hutan ketika mendirikan Mataram dibandingkan dengan daerah lain yang subur. Berkat kepemimpinannya Mataram bisa diubah menjadi kawasan pertanian. Mataram menjadi negeri yang makmur, banyak orang yang datang, sandang pangan murah dan sawah berlimpah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Apabila penguasa jaman sekarang menggunakan indikator ekonomi, penguasa jaman dulu menggunakan beras sebagai indikator stabilitas ekonomi dan politik serta pencapaian kemakmuran. Sebaliknya, tanda-tanda keruntuhan sebuah rezim juga selalu terkait dengan morat-maritnya pasokan pangan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Serbuan pasukan Trunajaya dari Madura mengakibatkan Mataram porak poranda. Raja Amangkurat I terpaksa mengungsi hingga wafat. Situasi ini ditandai dengan banyak punggawa kekurangan pangan. Ketika itu hujan belum turun sehingga pangan sangat kurang. Negeri Mataram menjadi negeri yang amat menyedihkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persoalan beras juga menjadi persoalan kewibawaan rezim berikutnya. Masa awal Raja Amangkurat II ketika kerajaan berpindah ibu kota ke Kartasura dirundung oleh masalah kewibawaan karena tak mampu menyediakan beras murah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Babad Tanah Jawi itu disebutkan sang raja dirundung kesusahan karena banyak prajurit kecil yang sakit demam. Masalah bertambah lagi, harga pangan sangat mahal. Raja memandang harga pangan yang mahal akan mengakibatkan ia dipandang hina oleh rakyatnya. Kalau situasi tidak pulih, kerajaan akan dipandang rendah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Adik Amangkurat II, yaitu Pangeran Puger, kemudian melakukan langkah yang kurang lebih kalau sekarang seperti memantau pasar dan kondisi masyarakat. Ia kemudian berganti busana, dari busana kraton ke busana rakyat jelata. Ia menyamar sebagai santri. Puger masuk keluar pasar dan mengemis beras di pasar. Ia juga mendekati pasukan yang diketahui hanya makan gadung dan ubi sebagai pengganti nasi. Puger juga melihat petani yang bersusah payah, tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah memantau pasar, kemudian ia berdoa. Puger mendapat jalan untuk membuat harga pangan di negerinya kembali murah. Ia berkeliling ke semua pasar untuk menetapkan harga beras yang terbeli oleh masyarakt. Empat puluh hari setelah upaya itu, harga beras kembali murah.&lt;br /&gt;Petani tenang hatinya. Negeri Kartasura telah pulih. Sandang pangan kembali murah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di samping fungsi beras dalam konteks stabilitas politik, ramalan-ramalan munculnya kekuasaan juga selalu terkait dengan beras. Kemunculan Raden Mas Said, yang lalu menjadi Mangkunegoro I, disebutkan, bila ia tidak berkuasa, rezeki tanah Jawa akan berkurang. Akibatnya, orang Jawa tidak bisa makan karena tidak ada beras.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Penentuan letak pusat kerajaan juga mempertimbangkan pasokan beras. Saat VOC melalui Mayor JAB Van Hohendorff menyarankan kraton dipindah dari Kartasura ke desa Sala yang kemudian bernama Surakarta Hadiningrat, salah satu perhitungan pemilihan lokasi itu adalah kemudahan pasokan beras. Hohendorff mengatakan, ia memperkirakan, kalau di tempat itu  berhasil dibangun negeri, padi dan beras tidak akan mahal lagi. Meskipun sawah di tempat itu tidak lagi menghasilkan, tetapi hasil dari Ponorogo pasti akan mengalir ke tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Beras juga digunakan sebagai bagian dari strategi perang. Jauh sebelum Sultan Agung menyerbu Batavia, penaklukan sejumlah daerah oleh Mataram, seperti sejumlah kadipaten di wilayah timur, selalu memperhitungkan pasokan pangan bagi pasukan yang hendak menyerbu ; di samping pengetahuan tentang jalan yang memadai.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pasukan rahasia selalu diminta mencari daerah yang rata, aman, dan beras murah sebelum mereka melakukan penyerbuan. Perhitungan tempat yang dijadikan penyangga pangan selalu dilakukan. Jepara salah satu contoh yang dijadikan tempat untuk penyangga pangan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Taktik isolasi pasokan logistik juga dilakukan sebagai bagian untuk menaklukan lawan. Pasukan Mataram mengisolasi musuh dari pasokan pangan sehingga musuh hanya makan seadanya akibatnya mereka terserang penyakit. Hal ini dilakukan ketika mengepung pasukan yang berasal dari timur. pasukan lawan tidak lagi makan nasi, tetapi bonggol pisang, umbi kunci, dan makanan yang tidak layak karena pasokan makanan ditutup. Pasukan timur itu mengalamai demoralisasi sehingga malah berkelahi dan saling bunuh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Cara ini kembali dilakukan ketika penguasa Mataram berkonflik dengan VOC di kartasura. Untuk melawan VOC yang berada di loji, mereka mengisolasi loji hingga pasukan VOC kekurangan beras. Pasukan mereka lesu. Komandan pasukan VOC kemudian memilih menyerah hingga bisa mendapat pasokan pangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7702567598882956308?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7702567598882956308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/politik-beras-kerajaan-mataram-tulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7702567598882956308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7702567598882956308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/politik-beras-kerajaan-mataram-tulisan.html' title='POLITIK BERAS KERAJAAN MATARAM ( TULISAN PERTAMA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SsJKuCImktI/AAAAAAAAAZY/WxMeA61P18M/s72-c/kebun3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8272922845489468879</id><published>2009-09-18T15:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T16:14:15.001-07:00</updated><title type='text'>MISTERI PEMBONGKARAN GEDUNG PROKLAMASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SrQGusr0_KI/AAAAAAAAAZI/KgVnV5BGI_s/s1600-h/pegangsaan-timur-56-jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SrQGusr0_KI/AAAAAAAAAZI/KgVnV5BGI_s/s200/pegangsaan-timur-56-jakarta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382934853953322146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Tanggal 17 Agustus 2009 lalu kita bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke-64 Indonesia. Peringatan ini mengacu kepada peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, di rumah Bung Karno. Di teras depan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta itulah Bung Karno, didampingi Bung Hatta, mengumumkan kepada dunia kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sayangnya, rumah di jalan Pegangsaan Timur itu - sekarang jalan Proklamasi - sudah tidak ada lagi. Presiden Soekarno membongkar sendiri bangunan yang disebut Gedung Proklamasi itu pada tahun 1960.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bung Karno tinggal di rumah itu sejak awal jaman Jepang tahun 1942. Ia tinggal di sana hingga awal Januari 1946. Setelah itu, Bung Karno, juga Bung Hatta, sebagai presiden dan wakil presiden, mengungsi dan tinggal di Jogjakarta karena keadaan di Jakarta semakin genting akibat masuknya NICA yang diboncengi tentara Belanda yang mau berkuasa lagi di Indonesia. Rumah itu selanjutnya ditempati Mr. Soetan Syahrir. Soetan Syahrir sebagai Perdana Menteri RI sering pulang balik Jakarta - Jogjakarta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;da kisah menarik kenapa Bung Karno sampai tinggal di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Menurut pengamat bangunan cagar budaya Jakarta, Bambang Eryudhawan, waktu itu Bung Karno sebenarnya ingin juga memiliki rumah di daerah Menteng seperti para pemimpin nasional lainnya. Mereka langsung menempati rumah-rumah di daerah elite tersebut setelah Belanda bertekuk lutut kepada Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun, Bung Karno terlambat datang ke Jakarta dari Bengkulu, tempat dia dibuang Belanda. Sementara para pemimpin perjuangan kemerdekaan lain sudah berada di Jakarta saat Belanda menyerah kepada Jepang pada bulan Maret 1942. Bung Karno dan Ibu Fatmawati baru tiba di Jakarta bulan Juli 1945. Ia tidak kebagian rumah di Menteng dan harus puas dengan jatah rumah di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, yang berada di luar wilayah Menteng. "Namun, Bung Karno tak pernah menyatakan kekecewaanya. Ia bilang, ia senang dengan rumah itu karena mempunyai halaman yang luas".&lt;br /&gt;Sebelumnya, rumah itu milik warga keturunan Belanda bernama Baron Van Asbeck yang mungkin ikut ditawan  Jepang. Pada masa akhir jaman kolonial, di rumahnya itu Baron Van Asbeck konon sempat menerima indekos, mondok, beberapa mahasiswa Indonesia. Salah satu diantaranya Moehammad Yamin yang kemudian juga jadi tokoh perintis kemerdekaan.&lt;br /&gt;Saat hadir dalam sidang pleno istimewa Dewan Perancang Nasional (Depernas), 13 Agustus 1960, Presiden Soekarno menyatakan kehendaknya mendirikan Tugu Proklamasi di titik tempat Soekarno-Hatta berdiri saat memproklamasikan kemerdekaan. Untuk itu, Gedung Proklamasi harus dibongkar dan lahannya dijadikan bagian dari taman yang ditengah-tengahnya menjulang Tugu Proklamasi setinggi 17 meter, yang rencananya akan terbuat dari perunggu.. Dikatakan pula, Tugu Proklamasi yang lama, yang sudah berdiri sejak tahun 1946 harus ikut dibongkar untuk digantikan dengan Tugu Proklamasi "yang sebenarnya".&lt;br /&gt;Tugu lama yang dimaksud adalah Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia yang dibangun atas prakarsa Jo Masdani (waktu kecilnya, ia sering bermain-main di halaman rumah jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta sepulangnya dari sekolah) dan para perempuan lain perintis kemerdekaan, seperti Maria Ulfah dan Setyati. Mereka memprotes gagasan pembongkaran tugu yang dianggap sebagai lambang darma bakti wanita Indonesia. Namun, Presiden Soekarno tidak pernah membalas surat protes yang dikirim Jo Masdani dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;Bung Karno bersikukuh pada keputusan untuk membongkar Gedung Proklamasi, katanya, di bekas lokasinya akan dibangun gedung yang indah dan megah, sesuai dengan martabat bangsa Indonesia yang besar. Secara lisan, ia memerintahkan Gubernur Soemarmo membongkar Gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta dan Tugu Proklamasi. Keduanya sudah harus rata dengan tanah sebelum tanggal 1 Januari 1956.&lt;br /&gt;Setelah Gubernur Sumarmo melaksanakan perintah lisan tersebut, di tempat itu Bung Karno pada 1 Januari 1946 meresmikan dimulainya pembangunan Tugu Proklamasi, yang lalu dikenal warga Jakarta sebagai Tugu Petir. Tak seperti dibayangkan sebelumnya, tugu itu tak bisa dibilang indah. Hanya berbentuk tiang bulat tinggi yang di puncaknya bertenger lambang petir, seperti lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di bawah tugu itu kemudian dicantumkan tulisan : "Di sinilah Dibacakan Proklamasi pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta".&lt;br /&gt;beberapa puluh meter di belakang Tugu Petir lalu dibangun gedung berlantai enam, yang arsitekturnya berkesan biasa-biasa saja. Pembangunan gedung itu dimaksud sebagai tanda dimulainya program "Pembangunan Nasional Semesta Berencana". Warga Jakarta mengenalnya sebagai Gedung Pola, yang ini menjadi Gedung Perintis Kemerdekaan.&lt;br /&gt;Gedung Proklamasi yang bersejarah musnah sudah. Keasrian tamannya yang luas pun ikut terkubur dengan dibangunnya Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan RI Soekarno-Hatta. Monumen megah yang diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 17 Agustus 1980 itu menjadi struktur paling mencolok di atas lahan bekas tempat tinggal Bung Karno tersebut.&lt;br /&gt;Satu-satunya monumen yang masih terkait langsung dengan zaman Revolusi adalah Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia. Setelah ikut jadi korban Bung Karno, monumen sejarah itu dibangun kembali di jaman gubernur DKI Ali Sadikin dan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1972.&lt;br /&gt;Sulit dipahami kenapa Bung Karno tega menghancurkan rumah bekas tempat tinggalnya sendiri, yang seharusnya juga menjadi bangunan paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Presiden RI pertama itu dikenal sebagai tokoh yang menghargai sejarah. Siapa tidak kenal pada ucapannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Jangan Sekali-Kali Melupakan Sejarah"&lt;/span&gt;, yang sering disingkat Jasmerah.&lt;br /&gt;Sampai wafatnya, Juni 1970, Bung Karno tidak pernah menjelaskan apa alasan yang mendorongnya untuk membongkar gedung di jalan Pegangsaan timur 56 Jakarta tersebut. namun, astronom senior, Bambang Hidaat, mengatakan, penghancuran Gedung Proklamasi dilakukan Bung Karno mungkin akibat bujukan kaum "kiri" yang ingin menggantinya dengan bangunan lain yang lebih sosialistis. Hal itu ia dengar dari Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Jendral Soewarto saat berceramah di ITB Bandung akhir Oktober 1965, sebulan setelah peristiwa G 30 S PKI. "Saya tidak tahu kebenarannya tetapi memang waktu itu merupakan periode untuk menenggelamkan karakter Soekarno," tutur Bambang yang merupakan pensiunan Guru Besar ITB Bandung.&lt;br /&gt;Dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sejarah Tugu Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" &lt;/span&gt;juga disebutkan, pembongkaran tugu itu - dan juga Gedung Proklamasi-berkaitan dengan maksud PKI untuk menghilangkan bukti-bukti peninggalan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengganti tanggal 17 Agustus 1945 dengan tanggal 1 Oktober 1965 jika mereka berhasil merebut kekuasan lewat kudeta.&lt;br /&gt;Sayang, kebenaran hal tersebut belum dapat dipastikan. Dengan begitu, alasan sesungguhnya dari pembongkaran Gedung Proklamasi masih tetap menjadi misteri sampai saat ini, delapan windu setelah Dwitunggal Soekarno - Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia ( Disadur dari tulisan Mulyawan Karim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8272922845489468879?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8272922845489468879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/misteri-pembongkaran-gedung-proklamasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8272922845489468879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8272922845489468879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/misteri-pembongkaran-gedung-proklamasi.html' title='MISTERI PEMBONGKARAN GEDUNG PROKLAMASI'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SrQGusr0_KI/AAAAAAAAAZI/KgVnV5BGI_s/s72-c/pegangsaan-timur-56-jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-6982788690364129280</id><published>2009-09-14T15:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-14T16:47:10.585-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mardijker dan Merdeka'/><title type='text'>MARDIJKER dan MERDEKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Merdeka ad&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sq7MCsvC7yI/AAAAAAAAAZA/tc-EBEEwLo0/s1600-h/Logo_judul_komik_merdeka_by_komikmerdeka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sq7MCsvC7yI/AAAAAAAAAZA/tc-EBEEwLo0/s200/Logo_judul_komik_merdeka_by_komikmerdeka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381462951494610722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;alah persoalan eksistensi. Salah satunya, eksistensi manusia yang menyadari kediriannya sebagai bagia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;n dari sebuah bangsa. Lalu, apa hakikat bangsa Indonesia yang merdeka ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kita mesti memahami jika melongok sejarah bangsa ini sebagai yang pernah terjajah selama lebih kurang 3,5 abad lamanya. Pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; masa panjang kolonialisme itu, selain memuat banyak kisah derita kemanusiaan, embrio kita sebagai sebuah "bangsa" pun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;turut dibangun. Kesadaran sebagai sebuah bangsa, sebagaimana dikatakan Benedict Anderson dalam Imagined Communities, hakikatnya adalah "sesuatu yang terbayang"; dus pengertian bangsa yang dimaksud pada masa kini jika dibenturkan dengan realitas masa lampau boleh jadi menjadi tumpukan (akumulasi) yang "membayangi" masa kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hal ini mengingatkan pada kaum &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Mardijker&lt;/span&gt;. Mereka mulanya adalah kaum Moor dari India dan Afrika yang datang dari Malaka, ikut bersama-sama kapal Portugis ke Batavia. Selain Moor, orang-orang pribumi dari Sulawesi, Bali, dan Melayu pun kemudian digolongkan sebagai Mardijker pula. Para Mardijker inipun dikonversi menjadi penganut Katholik, agamanya orang Portugis. Mereka banyak menetap di wilayah Batavia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seiring jatuhnya kekuasaan Portugis di Malaka, Belanda mengambil alih kekuasaan hingga didirikannya maskapai dagang Belanda VOC pada tahun 1662. Lalu, bagaimana nasib kaum Mardijker? Di bawah kuasa Belanda, mereka dimerdekakan, dibebaskan. "Merdeka." di sini adalah pengertian teologis ketika mereka dibebaskan setelah dikonversi dari Katholik menjadi Protestan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;mardijker yang berarti merdeka berarti juga terbentuknya identitas. Dengan terbentuknya identitas, terbangun ikatan emosional sebagai kesatuan manusia Mardijker. Riwayatnya berkembang dengan status yang dimerdekakan. Adakah sebenarnya mentalitas mereka ini sebagai yang terjajah ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebuah kisah di batavia tahun 1715. Cornelis Chalstelijn, seorang tuan tanah di Gambir, Jatinegara, dan Buitenzorg (Bogor), menghibahkan tanahnya kepada para Mardijker. Para Mardijker di-Kristenkan, termasuk suku Jawa, Bali, Bugis, dan Kalimantan ; para wanitanya dijadikan Gundik. Tuan Chalstelijn menghimpun para budak dari berbagai latar belakang ras ini agar seagama dengannya. Walhasil terbentuklah keluarga Mardijker di tanah Serengseng, Depok. Mereka beranak pinak hingga melahirkan keturunan Mardijker, para "bule Depok".&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tuan Chalstelijn memang bijak. Namun, kaum mardijker tetaplah berstatus dimerdekakan. Diatur bagaimanapun, mereka sebenarnya dalam posisi terjajah. Seperti halnya terlihat bagaimana VOC memberdayakan keturunan Mardijker ini sebagai serdadu. Pakaian harus seperti orang Portugis dan diharuskan berbahasa Kreol (campuran Portugis). Atribut ini dicipta sebagai identitas mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Atribut bentukan kolonialisme macam ini galibnya pembentuk mentalitas dan kesadaran identitas sebagai "sekumpulan manusia" yang dialienasikan, sehingga ruang geraknya terkungkung dalam kehilamgan eksistensi identitasnya sebagai yang berstatus dimerdekakan. Misalnya kebijakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Passenstelsel (surat jalan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; terapan Pemerintah Hindia Belanda, yang mana di jalanan para Mardijker ini harus mengangkat tangan sembari mengucap "Mardijker" sebagai penunjuk statusnya. Kekonyolan kolonialisme memaksakan kesadaran identitas semacam ini sebetulnya sengaja membangun mental dan keberadaan diri para Mardijker sebagai yang termarjinalkan dalam kehidupan sosial.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Itulah yang membuat para Mardijker hilang kepercayaan diri, minder, dengan identitas yang dilabelisasi sejalan dengan status mereka sebagai yang dimerdekakan itu. Sebagai serdadu Kerajaan Belanda, KNIL, pada masa revolusi fisik, para Mardijker dicap loyal kepada Belanda. Malah orang pribumi seperti Raden Abdoelkadir Widjojoatmodjo, Kolonel KNIL asala Jawa, juga menjadi perwakilan Belanda dalam Perjanjian Renville tahun 1948.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Paska Pengakuan Kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949, para Mardijker ini ditawarkan pilihan menjadi WNI atau bermukim di Belanda. Namun, kecurigaan dan suasana Xenophobia masyarakat Indonesia sudah tersemai : Mardijker lebih loyal kepada Belanda. Itulah kenapa sebagian dari mereka memilih menjadi warga negara Belanda karena khawatir dengan statusnya jika memilih Indonesia. Mentalitas nyaman dan aman menjadi Belanda lebih pada turunan konstruksi masa lalu : Mardijker yang dimerdekakan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kisah macam Mardijker itu ada dalam kronik Indonesia Merdeka. Minoritas seperti mereka sebenarnya adalah juga bagian dari Indonesia yang berhak memiliki Indonesia. Namun, setelah kemerdekaan Indonesia, sebagian dari mereka seakan kehilangan induk dan minder menyadari posisinya dalam lingkungan masyarakat Indonesia. Ikatan emosional yang tercerabut dari akarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Akar ikatan emosional itu dicipta melalui kebhinekaan produk kolonialisme. Kisah tuan Chalstelijn yang berjaa menghimpun orang-orang pribumi dari beragam suku sekilas bagaikan konseptor Bhinneka Tungga Ika. Seperti halnya kebhinekaan ideal Indonesia yang sering diusik penyakit : krisis nasionalisme, rasa memiliki Indonesia. Kita patut waspada sebab Indonesia kini sering kali sakit oleh ancaman disintegrasi : kesukuan, agama, partai politik ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pemeo "Indonesia belum merdeka" yang sering kali disuarakan mungkin sekilas seperti semunya kemerdekaan para Mardijker. Semu, karena dibalik pemerdekaan mereka itu, kekuasaan politik sebenarnya menjajah mereka. Namun tentu saja, kemerdekaan Indonesia janganlah disamakan dengan kaum Mardijker yang (di) merdeka (kan) itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di balik kata "Mardijker" yang konon derivasi kata "merdeka", semoga "mentalitas terjajahnya" tidak hidup pada bangsa ini. Tidak minder menjadi Indonesia, seperti keminderan kaum Mardijker itu. Tentunya tidak. Semoga saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; (Disadur dari tulisan Fadly Rahman)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-6982788690364129280?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/6982788690364129280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/mardijker-dan-merdeka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6982788690364129280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/6982788690364129280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/mardijker-dan-merdeka.html' title='MARDIJKER dan MERDEKA'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sq7MCsvC7yI/AAAAAAAAAZA/tc-EBEEwLo0/s72-c/Logo_judul_komik_merdeka_by_komikmerdeka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7065908335544160198</id><published>2009-09-01T13:20:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T15:37:58.100-07:00</updated><title type='text'>PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KELIMA : HABIS )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sp2gs8GZbbI/AAAAAAAAAY4/7TvdlkDALC4/s1600-h/1945-Pengangsaan_Timur56-02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sp2gs8GZbbI/AAAAAAAAAY4/7TvdlkDALC4/s200/1945-Pengangsaan_Timur56-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376630224057888178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada pukul 05.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin Indonesia dari golongan tua maupun muda keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka pulang ke rumah mereka masing-masing setelah berhasil merumuskan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia semalam suntuk. Mereka telah mencapai kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB di rumah Ir. Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Sebelumnya Drs. Moehammad Hatta telah berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers, terutama Boerhanoeddin Moehammad Diah (B.M. Diah) untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pukul 10.00 WIB rumah Ir. Soekarno telah dipadati sejumlah massa pemuda yang berbaris dengan tertib. Untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan, dr. Moewardi (kepala keamanan Ir. Soekarno) meminta kepada Coedanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan anak buahnya menjaga rumah Ir. Soekarno, sedangkan wakil walokota Jakarta Soewirjo memerintahkan Mr. Wilopo untuk mempersiapkan pengeras suara. Mr. Wilopo dan Nyonopranowo lalu pergi ke rumah Goenawan, pemilik Toko Radio Satria Jalan Salemba Tengah 24 Jakarta untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara. Soediro (sekretaris Ir. Soekarno) memerintahkan S. Soehoed (Komandan Pengawal Rumah Ir. Soekarno) untuk menyiapkan tiang bendera. Soehoed lalu mencari sebatang bambu di belakang rumah. Bendera yang akan dikibarkan sudah dipersiapkan oleh Ny. Fatmawati Soekarno.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menjelang pukul 10.00 WIB para pemimpin bangsa Indonesia mulai berdatangan ke lokasi upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tampak antara lain Mr. A.A. Maramis, Ki Hajar Dewantara, Dr. G.S.S.J Ratoelangi, K.H. Mas Mansoer, Mr. Sartono, M. Tabrani, A.G. Pringgodigdo, dan sebagainya. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan dalah sebagai berikut :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengibaran Bendera Merah Putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sambutan Walikota Soewirjo dan dr. Moewardi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lima menit sebelum acara dimulai Bung Hatta datang dengan berpakaian putih-putih. Setelah semuanya siap, Latief Hendraningrat memberikan aba-aba kepada seluruh barisan pemuda dan merekapun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna. Selanjutnya Latief Hendraningrat mempersilahkan Bung karno dan Bung Hatta. Dengan suara yang mantap Bung Karno mengucapkan pidato pendahuluan singkat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"saudara-saudara sekalian, saya telah meminta saudara-saudara hadir untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah bangsa kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun gelombang aksi kita untu mencapai kemerdekaan itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak ada henti-hentinya. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya kita tetap menyusun tenaga kita sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri. Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan Tanah Air kita dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia. Permusyawaratan itu telah seiya sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang waktunya untuk menyatakan kemerdekaan kita. Saudara-saudara, dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarlah Proklamasi kami :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROKLAMASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                                                                        &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 'o5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: right;"&gt;                                                                                                  Atas Nama Bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;                                                                                                           Soekarno-Hatta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Demikianlah saudara-saudara kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat Tanah Air kita dan bangsa kita. Mulai saat ini kita menyusun negara kita. Negara merdeka negara Repoeblik Indonesia merdeka, kekal dan abadi, Insya Allah Tuhan memberkati kemerdekaan kita ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. S. Soehoed mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatkannya pada tali dengan bantuan Coedanco Latief Hendraningrat. Bendera dinaikkan pelan-pelan. Tanpa dikomando, para hadirin spontan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Banyak yang terharu dan menitikkan air mata karena setelah berjuang ratusan tahun untuk merdeka, hari itu bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Setelah pengibaran bendera selesai acara yang terakhir adalah sambutan Walikota Jakarta Soewirjo dan dr. Moewardi. Demikianlah sejarah singkat Proklamasi kemerdekaan Indonesia. (Gunawan, dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7065908335544160198?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7065908335544160198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/proklamasi-kemerdekaan-republik.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7065908335544160198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7065908335544160198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/09/proklamasi-kemerdekaan-republik.html' title='PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KELIMA : HABIS )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sp2gs8GZbbI/AAAAAAAAAY4/7TvdlkDALC4/s72-c/1945-Pengangsaan_Timur56-02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8252204618623687462</id><published>2009-08-31T14:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T15:56:46.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945'/><title type='text'>PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KEEMPAT )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rombongan tiba kembali ke Jakarta pukul 23.30 WIB. Setelah Bung Karno dan Bung Hatta singgah di rumah masing-masing, rombongan kemudian menuju rumah Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta. Mereka menuju rumah Maeda karena perwira tinggi Angkatan Laut Jepang ini menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya (penuturan Maeda kepada salah satu pegawainya, Mr. Ahmad Soebardjo).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sebelum mereka merumuskan teks proklamasi, terlebih dahulu Bung Karno dan Bung Hatta dengan ditemani Laksamana Maeda, Shigetada Nishijima, dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penterjemah menemui Kepala Pemerintahan Umum (Somubuco) Mayor Jendral Nishimura guna menjajaki sikapnya mengenai proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pertemuan tersebut tidak mencapai kata sepakat sebab Nishimura bersikeras bahwa kebijakan Panglima Tentara ke-16 di Jawa adalah menjaga status quo (status politik) di Indonesia seperti yang diperintahkan Sekutu sehingga berdasarkan kebijakan tersebut Soekarno-Hatta dilarang untuk mengadakan rapat PPKI dalam rangka Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Soekarno-Hatta kemudian sadar bahwa proklamasi kemerdekaan harus diperjuangkan sendiri oleh bangsa Indonesia dan tidak ada gunanya lagi membicarakan kemerdekaan dengan Jepang. Akhirnya mereka hanya mengharapkan Jepang tidak menghalang-halangi pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Soekarno-Hatta lalu kembali ke rumah Laksamana Maeda untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Di sini ada pertanyaan menarik yang sampai sekarang belum terjawab, yaitu "Mengapa Soekarno-Hatta harus menyusun teks proklamasi kemerdekaan di rumah Maeda padahal teks proklamasi kemerdekaan sudah ada, tinggal dibaca saja karena  BPUPKI cq Panitia Sembilan/Kecil sudah membuatnya (Pembukaan UUD 1945 adalah teks proklamasi yang rencananya akan dibacakan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan)". Apakah gara-gara teks tersebut produk BPUPKI yang notabene buatan Jepang ataukan ada alasan yang lain ? kalau kita baca dua teks tersebut manakah yang lebih berbobot ? teks prokalamsi kemerdekaan buatan BPUPKI cq Panitia Sembilan atau yang disusun di rumah Maeda tanggal 17 Agustus 1945 dini hari tersebut ? Pembaca silahkan memikirkan sekaligus menjawabnya. yang jelas sampai sekarang hal tersebut masih menjadi misteri atau kontroversi walaupun tidak setajam  Supersemar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Penyusunan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia di rumah Laksamana Maeda dilakukan oleh tiga tokoh golongan tua, yaitu Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Sementara itu tokoh golongan muda yang menyaksikan sekaligus menjadi saksi penyusunan teks proklamasi adalah Soekarni, B.M Diah, Sayoeti Melik, dan Soediro. Hadirin yang hadir malam di rumah Laksamana Maeda berjumlah 30 orang, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moehammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Dr. Moehammad Amir, Dr. Boentaran, Martoarmojo, Harsono Tjokroaminoto, Mr. I Goesti Ketoet Poeja, Mr. A. Abbas, Mr. Iwa Kusumasumantri, Mr. Johanes Latuharhary, Ki bagoes Hadji Hadi Koesoemo, Mr. Teoekoe Moehammad Hasan, Ki Hadjar Dewantara, R. Otto Iskandardinata, Fr. KRT Radjiman Wediodiningrat, Mr. Soetardjo Kartohadikoesoemo, Prof. Dr. Mr. Soepomo, R. Soekardjo Wirjopranoto, Dr. GSSJ Ratulangi, B.M Diah, Soekarni, Chaeroel saleh, Sayoeti Melik, Anang Abdoel hamidhan, Andi Pangerang, Andi Soeltan daeng Radja, Semaoen Bakry, Soediro, Abikoesno Tjokrosoejoso, dan Dr. Samsi Sastrosidagdo. Pukul 04.30 dini hari tanggal 17 Agustus 1945 teks proklamasi kemerdekaan Indonesia selesai disusun. Bung Karno lalu membacakan naskah proklamasi yang masih berupa konsep tersebut kepada hadirin yang hadir di rumah Laksamana Maeda tersebut sekaligus meminta kepada hadirin untuk menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Pendapat tersebut disokong oleh Moehammad Hatta dengan mengambil contoh Declaration Of Independence Amerika Serikat. Namun pendapat Hatta tersebut ditentang keras oleh para pemuda karena beralasan sebagian tokoh tua yang hadir merupakan "budak-budak Jepang." Soekarni selaku tokoh golongan muda lalu mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Soekarni juga mengusulkan bahwa kata wakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan kalimat atas nama bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setelah usulan Soekarni disetujui maka Soekarno meminta kepada sayoeti Melik untuk mengetik naskah proklamasi tulisan tangan Soekarno tersebut dengan disertai perubahan-perubahan yang disepakati, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Kata tempoh diganti tempo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kata wakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan kata Atas nama bangsa Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam hal tanggal dari Djakarta, 17-8-05 menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Selanjutnya timbul persoalan mengenai tempat diselenggarakannya proklamasi kemerdekaan. Soekarni mengusulkan di Lapangan IKADA yang telah dipersiapkan bagi berkumpulnya masyarakat kota Jakarta untuk mendengar pembacaan naskah proklamasi. Namun Soekarno menganggap Lapangan IKADA adalah salah satu lapangan umum yang bisa menimbulkan bentrok antara rakyat dengan pihak militer Jepang. Ia kemudian mengusulkan agar pelaksanaan pemacaan naskah proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di rumahnya jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dan ternyata disetujui oleh hadirin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8252204618623687462?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8252204618623687462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_9709.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8252204618623687462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8252204618623687462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_9709.html' title='PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KEEMPAT )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8786977072785933886</id><published>2009-08-27T06:11:00.001-07:00</published><updated>2009-08-27T08:06:05.688-07:00</updated><title type='text'>PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KETIGA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Berita tentang kekalahan Jepang ternyata diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio siaran luar negeri. Pada tanggal 15 malam, Mr. Soetan Syahrir menyampaikan berita tersebut kepada Bung Hatta sekaligus menanyakan kapan kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan. Bung Hatta berjanji kepada Syahrir bahwa ia akan menanyakan hal tersebut kepada Gunseikanbu. Setelah Bung Hatta yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu maka diambil keputusan untuk segara mengundang anggota PPKI.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Golongan muda yang sudah mengetahui berita menyerahnya Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 malam mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi jalan Pegangsaan Timur, Jakarta pada pukul 20.30 WIB dipimpin oleh Chairoel Saleh. Keputusan rapat para pemuda malam itu tegas, yaitu "kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri, tidak dapat digantungkan kepada orang dan negara lain. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan adanya perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Keputusan rapat pemuda di Lembaga Bakteriologi itu kemudian disampaikan kepada Ir. Soekarno di rumahnya Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta oleh Darwis dan Wikana. Mereka menyampaikan keputusan rapat para pemuda agar Ir. Soekarno segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu hadiah dari Jepang. Di rumah Bung Karno juga hadir golongan tua lainnya seperti Drs. Moehammad Hatta, dr. Boentaran, dr. Samsi, Mr. Achmad Soebardjo, dan Iwa Kusumasumantri. Tuntutan Wikana yang disertai ancaman bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika Ir. Soekarno tidak menyatakan proklamasi menimbulkan ketegangan. Bung Karno dan Bung Hatta mengatakan kepada Darwis dan Wikana bahwa  kemerdekaan Indonesia harus dibicarakan terlebih dahulu dengan wakil-wakil PPKI terlebih dahulu, tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Mereka tidak dapat menerima keinginan para pemuda yang menginginkan proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 1945 atau keesokan harinya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Sekitar pukul 24.00 WIB, Darwis dan Wikana meninggalkan rumah Ir. Soekarno dengan perasaan marah karena keinginan para pemuda tidak dapat dikabulkan oleh golongan tua. Mereka kemudian pergi ke tempat rapat semula, yaitu di Lembaga Bakteriologi. menanggapi penolakan tersebut, golongan muda kembali mengadakan rapat di asrama Baperpi jalan Cikini 71, Jakarta. Selain dihadiri oleh peserta rapat sebelumnya, rapat ini juga dihadiri oleh para tokoh pemuda lainnya seperti Soekarni, Joesoef koento, dr. Moewardi dari barisan pelopor, dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. Rapat dinihari tanggal 16 Agustus 1945 tersebut menghasilkan keputusan untuk "menculik/menyingkirkan Ir. Soekarno dan  Drs. Moehammad Hatta keluar kota dengan tujuan menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang dan memenuhi tuntutan para pemuda untuk memerdekakan Indonesia secepatnya. Guna menghindari kecurigaan pihak Jepang maka Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Rencana penculikan Ir. Soekarno dan Drs, Moehammad Hatta berjalan dengan lancar. Soekarni, yoesoef koento, dan Shudanco Singgih pada tanggal 16 Agustus 1945 dinihari (sekitar pukul 04.30 WIB) membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta ke Rengasdengklok (sebuah kota kawedanan di pantai utara kabupaten Karawang, Jawa Barat). Tempat yang dituju merupakan  sebuah tempat dimana markas kompi PETA pimpinan Cudanco Soebeno &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;berada. Alasan penculikan yang dikemukakan kepada Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta adalah keadaan Jakarta sangat genting sehingga keamanan kedua tokoh tersebut terancam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Sehari penuh Soekarno dan Moehammad Hatta berada di Rengasdengklok. Kewibawaan yang sangta besar dari kedua tokoh tersebut menyebabkan para pemuda segan untuk melakukan penekanan lebih lanjut. Namun, dalam suatu pembicaraan berdua dengan Ir. Soekarno, Shudanco Singgih beranggapan Ir. Soekarno bersedia untuk menyatakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Oleh karena itu, pada tengah hari Singgih kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana proklamasi kepada kawan-kawannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;ementara itu di Jakarta para anggota PPKI yang diuandang rapat pada tanggal 16 Agustus 1945 memenuhi undangan dan berkumpul di gedung Pejambon 2 (sekarang gedung Departemen Luar Negeri). Akan tetapi rapat tersebut tidak dapat dihadiri pengundangnya, yaitu Soekarno-Hatta karena sedang berada di Rengasdengklok. Satu-satunya jalan untuk mengatasi hal tersebut, yaitu mengetahui keberadaan Soekarno-Hatta adalah melalui Wikana yang bersitegang dengan Soekarno pada tanggal 15 Agustus 1945 malam. Terjadi perbincangan antara Ahmad Soebardjo (golongan tua) dengan Wikana (golongan muda). Perbincangan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Karena adanya kesepakatan itu, maka Joesoef Koento dari golongan muda bersedia mengantarkan Mr. Ahmad Soebardjo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; bersama sekretarisnya, Soediro ke Rengasdengklok. Rombongan ini tiba di Rengasdengklok pada pukul 18.00 WIB. Setelah berbincang-bincang dengan Soekarno-Hatta, Ahmad Soebardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan diumumkan pada keesokan harinya (tanggal 17 Agustus 1945) selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan adanya jaminan tersebut, maka Komandan Kompi PETA Rengasdengklok Chudanco Soebeno bersedia melepaskan Ir. Soekarno dan Drs. Moehammad Hatta kembali ke Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8786977072785933886?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8786977072785933886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8786977072785933886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8786977072785933886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_27.html' title='PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KETIGA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4561583477139769876</id><published>2009-08-26T04:54:00.001-07:00</published><updated>2009-08-26T06:41:02.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945'/><title type='text'>PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KEDUA)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Dalam menyikapi perkembangan yang terjadi pada akhir kekuasaan Jepang di Indonesia,  para pemuda kemudian mengadakan/membentuk konggres/badan/gerakan, yaitu antara lain :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Konggres Pemuda Seluruh Jawa&lt;/span&gt;, terjadi pada tanggal 16 Mei 1945 di Bandung. Pada saat konggres ini terjadi BPUPKI belum terbentuk. Konggres ini dipelopori oleh Angkatan Moeda Indonesia. Organisasi ini dibentuk atas inisiatif Jepang pada pertengahan tahun 1944 tetapi kemudian berkembang menjadi organisasi pemuda yang anti Jepang. Konggres dihadiri oleh lebih dari 100 utusan pemuda, pelajar, dan mahasiswa seluruh Jawa, diantaranya Djamal Ali, Chairoel Saleh, Anwar Tjokroaminoto, Harsono Tjokroaminoto, serta sejumlah mahasiswa Ika Daigaku Jakarta. Konggres tersebut menghimbau kepada para pemuda di Jawa hendaknya bersatu dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan yang bukan merupakan hadiah Jepang. Konggres yang berlangsung tiga hari ini memutuskan  serta&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dua Resolusi, yaitu semua golongan Indonesia, terutama golongan pemuda dipersatukan dan dibulatkan di bawah satu pimpinan nasional dipercepatnya pelaksanaan pernyataan kemerdekaan Indonesia&lt;/span&gt;. Konggres pada akhirnya menyatakan dukungan sepenuhnya dan kerjasama erat dengan Jepang dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia&lt;/span&gt;, Pernyataan pada Konggres Pemuda Seluruh Jawa tidak memuaskan beberapa tokoh pemuda yang hadir, seperti utusan dari Jakarta yang dipimpin oleh Soekarni, Harsono Tjokroaminoto, dan Chairoel Saleh. Mereka bertekat untuk mempersiapkan  suatu gerakan pemuda yang lebih radikal. Untuk itu pada tanggal 3 Juni 1945 diadakan suatu pertemuan rahasia di Jakarta untuk membentuk suatu panitia khusus yang diketuai oleh B.M Diah, dengan anggotanya Soekarni, Soediro, Sjarif Thajeb, Harsono Tjokroaminoto, Wikana, Chairoel Saleh, P. Gultom, Soepeno, dan Asmara Hadi. Pertemuan semacam ini diadakan lagi pada tanggal 15 Juni 1945, yang menghasilkan pembentukan Gerakan Angkatan Baroe Indonesia. dalam praktiknya kegiatan organisasi itu banyak dikendalikan oleh para pemuda dari asrama Menteng 31. Tujuan dari gerakan itu, seperti yang tercantum di dalam suratkabar Asia Raja pada pertengahan bulan juni 1945 menunjukkan sifat gerakan yang lebih radikal, misalnya membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun menanamkan  semangat revolusioner massa atas dasar kesadaran mereka sebagai rakyat yang berdaulat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pembentukan Gerakan Rakyat Baroe&lt;/span&gt;, organisasi ini dibentuk berdasarkan hasil sidang ke-8 Cuo Sangi In. Sidang tersebut mengusulkan berdirinya suatu gerakan untuk mengobarkan semangat perang dan cinta tanah air. pembentukan badan ini diperkenankan oleh Saiko Shikikan yang baru, Letnan Jendral Y. nagano pada tanggal 2 Juli 1945. Susunan pengurus pusat terdiri dari 80 orang. Anggotanya terdiri atas penduduk asli Indonesia, bangsa Jepang, golongan Cina, golongan Arab, dan golongan peranakan Eropa. Tokoh-tokoh pemuda radikal seperti Chairoel Saleh, Soekarni, B.M. Diah, Asmara Hadi, Wikana, Harsono Tjokroaminoto, Soediro, Soepeno, Adam Malik, S.K. trimoerti, Soetomo, dan Pandoe kartawigoenadiikutsertakan dalam organisasi itu. Tujuan Pemerintah Jepang  mengangkat wakil-wakil dari golongan pemuda adalah agar Pemerintah Jepang dapat mengawasi kegiatan-kegiatan mereka. Sumobuco mayor Jendral Nishimura menegaskan bahwa setiap pemuda yang tergabung di dalamnya harus tunduk sepenuhnya kepada Gunseikanbu (Pemerintah Militer Jepang) dan mereka harus bekerja di bawah pengawasan  peabat-pejabat Pemerintah Jepang. Dengan demikian, kebebasan bergerak para pemuda dibatasi sehingga muncullah ketidakpuasan. Oleh karena itu, tatkala Gerakan Rakyat Baroe ini diresmikan pada tanggal 28 juli 1945, tidak seorangpun pemuda radikal yang bersedia menduduki kursi yang telah disedikan. Akibatnya perselisihan paham antara golongan tua dan golongan muda tentang cara melaksanakan pembentukan negara Indonesia merdeka tampak semakin tajam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebagai gantinya Pemerintah Jepang lalu membentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritsu Junbi Linkai. Anggota PPKI berjumlah 21 orang  ( 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatra, 2 wakil dari Sulawesi, seorang dari Kalimantan, seorang dari Sunda Kecil (Nusa Tenggara), seorang dari Maluku, dan seorang lagi dari golongan penduduk Cina. PPKI dipimpin oleh Ir. Soekarno sebagai ketua, Drs. Moehammad Hatta sebagai wakil dan Mr. Ahmad Soebardjo sebagai penasehat. Kepada para anggota PPKI , Gunseikan Mayor Jendral Yamamoto menegaskan bahwa para anggota PPKI bukan hanya dipilih oleh pejabat di lingkungan Tentara ke-16 tetapi juga oleh Jendral Terauchi Hisaichi yang menjadi penguasa perang tertinggi di Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Dalam rangka pengangkatan anggota PPKI, Terauchi memanggil tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moehammad Hatta, dan dr. Radjiman Wediodiningrat ke markas Terauchi di Dalat, Vietnam Selatan. Pada tanggal 9 Agustus 1945 bersamaan dengan dijatuhkannya bom atom kedua di Jepang, yaitu di kota Nagasaki, ketiga tokoh bangsa Indonesia tersebut berangkat ke Vietnam. Dalam pertemuan dengan Terauchi pada tanggal 12 Agustus 1945 disampaikanlah tiga hal penting kepada 3 tokoh bangsa Indonesia tersebut, yaitu :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Pembentukan PPKI (sudah dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia (dilaksanakan setelah PPKI telah menyiapkan segala sesuatunya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh seluruh bekas wilayah Hindia Belanda&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Setelah menerima janji Pemerintah Jepang tersebut, ketiga tokoh tersebut pulang kembali ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945. Tanpa sepengetahuan ketiga tokoh bangsa Indonesia tersebut, kota Hiroshima dan Nagasaki telah di bom atom oleh Sekutu. Uni Sovyet menyatakan perang kepada Jepang dan menyerbu Manchuria sehingga kekalahan Jepang sudah di depan mata. Tanggal 15 Agustus 1946 ketiga tokoh bangsa Indonesia tersebut tiba kembali di Indonesia. Dengan bangganya Ir. Soekarno berkata :"sewaktu-waktu kita dapat merdeka ; soalnya hanya tergantung kepada saya dan kemauan rakyat memperbaharui tekatnya meneruskan perang suci Dao Tao ini. Kalau dahulu saya berkata 'sebelum jagung berbuah', Indonesia akan merdeka, sekarang saya dapat memastikan Indonesia akan merdeka, sebelum jagung berbuah." Perkataan itu menunjukkan bahwa Ir. Soekarno pada saat itu belum mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 (menyerah tanpa syarat).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4561583477139769876?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4561583477139769876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4561583477139769876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4561583477139769876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik_26.html' title='PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN KEDUA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4556045873687891072</id><published>2009-08-18T09:53:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T14:54:35.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945'/><title type='text'>PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN PERTAMA)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SosWmHHhRrI/AAAAAAAAAYY/aZXwaZ_TkY4/s1600-h/1945-Pengangsaan_Timur56-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 145px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SosWmHHhRrI/AAAAAAAAAYY/aZXwaZ_TkY4/s200/1945-Pengangsaan_Timur56-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371411824570877618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Merdeka&lt;/span&gt;, itulah kata-kata yang selalu diucapkan bangsa Indonesia saat memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan bangsanya setiap tahunnya pada tanggal 17 Agustus. Satu kata tapi penuh makna karena sarat pertanyaan, benarkah kita benar-benar sudah merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya. Tulisan ini tidak akan membahas pertanyaan terakhir karena hal tersebut menjadi PR bagi kita semua untuk merenungkan, menjawab, dan mencari solusinya. Tulisan ini mencoba menggambarkan sejarah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 negara Republik Indonesia. Walaupun sedikit terlambat, karena HUT Proklamasi RI sudah dilaksanakan dua hari yang lalu mudah-mudahan dapat memberikan gambaran mengenai peristiwa yang terjadi 64 tahun yang lalu tersebut, dimulai dari proses awal hingga hari H, 17 Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada tahun 1944 Saipan jatuh ke tangan pasukan Sekutu. Demikian juga dengan pasukan Jepang di papua Nugini, kepulauan Solomon, dan kepulauan Marshall yang berhasil dipukul mundur oleh pasukan Sekutu. Dengan demikian, seluruh garis pertahanan Jepang di Pasifik sudah hancur dan bayang-bayang kekalahan Jepang mulai tampak. Selanjutnya, Jepang mengalami serangan udara di kota Ambon, Makassar, Manado, dan Surabaya. Bahkan pasukan Sekutu telah mendarat di daerah-daerah penghasil minyak, seperti Tarakan dan Balikpapan, Kalimantan Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kekaisaran Jepang lewat Perdana Menteri Koiso pada tanggal 9 September 1944 mengeluarkan "Janji Koiso" yang salah satu isinya berisi janji pemberian kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Tujuan dari pemberian janji kemerdekaan ini sebenarnya adalah untuk menarik hati bangsa Indonesia sehingga mau membantu Jepang sepenuhnya dalam perang Pasifik karena kedudukan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik melawan tentara Sekutu semakin terdesak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dalam situasi kritis tersebut, pada tanggal 1 Maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa mengumumkan pembentukan Badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. pembentukan badan ini bertujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. Anggota BPUPKI terdiri atas 60 bangsa Indonesia dan 7 orang bangsa Jepang (mereka tidak mempunyai suara). Pengangkatan pengurus ini diumumkan pada tanggal 29 April 1945. dr KRT Radjiman Wedyodiningrat diangkat sebagai ketua (Kaico), sedangkan yang duduk sebagai ketua muda (Fuku Kaico) pertama dijabat oleh seorang Jepang. Shucokan Cirebon yang bernama Icibangase Raden Panji Soeroso diangkat sebagai kepala sekretariat dengan dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;BPUPKI diresmikan pada tanggal 28 Mei 1945 bertempat di Gedung Cuo Sangi In, jalan Pejambon (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri), Jakarta. Upacara peresmian itu dihadiri seluruh anggota BPUPKI dan dua pejabat Jepang, yaitu Jendral Itagaki (Panglima tentara ke-7 yang bermarkas di Singapura) dan Letnan Jendral Nagano (panglima tentara ke-16 yang baru). Pada kesempatan itu dikibarkan bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Toyohiko Masuda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;BPUPKI melakukan sidang pertamanya tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Sidang ini membicarakan dasar filsafat negara Indonesia merdeka. Tokoh-tokoh yang mengusulkan Dasar Negara itu diantaranya Mr. Moehammad Yamin, Prof. Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Usulan dasar negara itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rumusan Mr. Moehammad Yamin (dikemukakan tanggal 29 Mei 1945)&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Peri Kebangsaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peri Kemanusiaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peri Ketuhanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peri Kerakyatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesejahteraan Rakyat&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. Rumusan Prof. Dr. Soepomo (dikemukakan tanggal 31 Mei 1945)&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Persatuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kekeluargaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mufakat dan Demokrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Musyawarah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadilan Sosial&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;3. Rumusan Ir. Soekarno (dikemukakan tanggal 1 Juni 1945, diberi nama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt; Pancasila&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Kebangsaan Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mufakat atau Demokrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesejahteraan Sosial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sidang BPUPKI I ini memilih nama Pancasila sebagai nama dasar negara. Persidangan pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Sidang tersebut belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar negara Indonesia Merdeka. Selanjutnya, diadakan masa "reses" selama satu bulan lebih (sampai bulan Juli 1945).&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang.  Oleh karena itu, panitia ini disebut juga Panitia Sembilan. Anggotanya berjumlah sembilan orang, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Ir. Soekarno (Ketua)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drs. Moehammad Hatta&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mr. Moehammad Yamin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mr. Ahmad Soebardjo&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mr. A.A. Maramis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdulkadir Muzakir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;K.H. Wachid Hasyim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Haji Agus Salim&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abikoesno Tjokrosoejoso&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Musyawarah Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 melalui suatu perdebatan yang hangat menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara Indonesia Merdeka yang dikenal dengan nama "Piagam Jakarta atau Jakarta Charter". Isi dari Piagam Jakarta adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persatuan Indonesia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Piagam Jakarta kemudian menjadi Mukadimah (Pembukaan) UUD 1945. Dalam perumusan Piagam Jakarta sebagai dasar filsafat negara Indonesia Merdeka, diadakan perubahan pada sila pertama, yaitu dari Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diubah menjadi Ketuhanan yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada tanggal 10 Juli 1945 dibahas rencana UUD termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah panitia Perancang Undang-Undang yang diketuai oleh Ir. Soekarno  dan beranggotakan 21 orang. Pada tanggal 11 Juli 1945 Panitia Perancang Undang-Undang dengan suara bulat menyetujui isi preambule (pembukaan) yang diambil dari Piagam Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sehubungan dengan itu, panitia tersebut membentuk Panitia kecil perancang UUD yang diketuai oleh Prof. Dr. Soepomo dengan anggotanya Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Soebardjo, Mr. A.A. Maramis, Mr. R.P. Singgih, Agus Salim, dan Sukiman. Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri dari Hoesein Djajadiningrat, Haji Agoes Salim, dan Prof. Dr. Soepomo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rangka menerima laporan Panitia Perancang UUD. Ir. Soekarno selaku ketua panitia melaporkan tiga hasil sidang :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Pernyataan Indonesia Merdeka (Proklamasi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembukaan UUD 1945&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Undang-Undang Dasar (batang tubuh)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4556045873687891072?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4556045873687891072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4556045873687891072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4556045873687891072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/proklamasi-kemerdekaan-republik.html' title='PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 (TULISAN PERTAMA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SosWmHHhRrI/AAAAAAAAAYY/aZXwaZ_TkY4/s72-c/1945-Pengangsaan_Timur56-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4713657409766376697</id><published>2009-08-09T08:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T09:41:41.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SLAMET RIJADI'/><title type='text'>PAHLAWAN NASIONAL IGNATIUS SLAMET RIJADI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sn7x1eyzmiI/AAAAAAAAAYI/GbfceskH2pQ/s1600-h/slamet+riyadi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sn7x1eyzmiI/AAAAAAAAAYI/GbfceskH2pQ/s200/slamet+riyadi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367993706973731362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sabtu, 4 November 1950 sore, Letnan Kolonel Ignatius Slamet Rijadi memerintahkan pasukan Grup II Komando Pasukan Maluku Selatan atau KP Malsel mendekati Benteng Victoria, Ambon. Menurut laporan intelijen, di benteng bekas VOC tersebut masih bertahan sisa-sisa pasukan Republik Maluku Selatan (RMS). Pada sisi lain, Pak Met, begitu panggilan akrabnya dari semua anak buahnya, juga menerima informasi, benteng itu pada Jumat siang sudah bisa direbut oleh pasukan Mayor Lukas Koestarjo dari Divisi Siliwangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Slamet Rijadi ada di dalam panser paling depan, dikemudikan Kapten Klees, Komandan Eskader Kavaleri. Di belakangnya, dua panser lain mengikuti. Tiba-tiba tembakan gencar berdatangan dari arah benteng, langsung menghujani pertahanan pasukan TNI. Pak Met kaget. Sementara itu, Klees langsung memerintahkan anak buahnya segera membalas tembakan. Tiba-tiba Pak Met berteriak, "Stop het Veuren. Hentikan tembakan." Mengapa Overste ? " tanya Kapten Klees heran. Pak Met menukas, "Ini semua salah paham. Lihat, mereka semua mengibarkan Merah Putih dari dalam benteng. Pasti mereka TNI, anak-anak Siliwangi. Saya akan keluar memastikan ...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Klees berusaha mempertahankan pendapatnya, "Overste, saya bekas KNIL. Saya tahu cara bertempur mereka. Bisa saya pastikan, mereka adalah bekas KNIL yang bergabung ke RMS. Jangan hiraukan mereka, meski mereka mengibarkan Merah Putih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Jawaban Pak Met amat mengejutkan, "Saya komandan KP Malsel. Lihat tembakan mereka sudah berhenti. Saya akan keluar untuk lebih memastikan, buka canopy (kubah) panser."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;"Siap Overste," jawab Klees sambil menarik tungkai pembuka kubah panser. Pak Met keluar panser, tanpa memakai topi baja. Hanya memakai teropong sambil berkalungkan Owen Gun senapan otomatis kesayangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Apa yang dikhawatirkan Klees menjadi kenyataan. Slamet Rijadi tidak pernah tahu bahwa pada Sabtu dini hari pasukan komando RMS telah menguasai kembali Benteng Victoria sekaligus mengusir keluar anak buah Lukas Koestardjo. Maka, apa yang disangka Slamet Rijadi bahwa benteng itu masih dikuasai TNI, keliru. Seorang Sniper (penembak jitu) RMS dari atas Benteng Victoria Sabtu sore itu bagai menemukan durian runtuh. Dengan jelas, dia melihat Slamet Rijadi keluar dari dalam panser. Sebuah tembakan langsung terdengar, pelurunya meluncur tepat mengenai bagian perut Pak Met.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Melihat tubuh komandannya jatuh, Klees langsung memerintahkan kedua panser lain menghujani benteng dengan tembakan gencar. Tindakan itu agar bisa memberi kesempatan kepada dirinya membawa Pak Met ke garis belakang Laha. Tubuh Slamet Rijadi langsung diangkut ke KM Waibalong yang membuang sauh di depan pelabuhan Laha. Beberapa jam kemudian, Mayor Dr. Abdullah, perwira kesehatan, memberi laporan kepada Kolonel Alex Kawilarang, Panglima KP Malsel, "Letnan Kolonel Ignatius Slamet Rijadi gugur pada sekitar pukul 11.30 Sabtu malam ..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Slamet Rijadi dilahirkan di kampung Danukusuman Solo pada Rabu Pon, 28 Mei 1926 dengan nama Soekamto. Karena semasa kecil sering sakit, namanya diubah menjadi Slamet. "...ketika di SMP Negeri II Solo banyak anak bernama Slamet. Maka oleh gurunya diberi tambahan nama Rijadi, maka jadilah sampai sekarang Slamet Rijadi, "kata Kolonel (Purnawirawan) Soejoto, teman main Pak Met sejak kecil, yang kemudian menjadi anak buah saat bergerilya di daerah Solo, menumpas DI/TII di Jawa Barat, dan dalam operasi menumpas RMS mulai dari Pulau Buru sampai Pulau Ambon, Maluku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dengan demikian, Pak Met gugur saat usianya belum genap 24 tahun. Namun, meski hidupnya amat singkat, jejak serta teladan yang ditinggalkan amat mengesan. Dia tidak hanya jago tempur, yang dilakukan secara otodidak dengan belajar dari buku dan majalah militer, oleh karena dia terjun menjadi anggota militer semata-mata untuk memenuhi panggilan revolusi sehingga bukan lewat jalur formal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Namun, Pak Met, amat berbeda dengan para pemimpin perang lain, meninggalkan naskah tertulis yang masih bisa dipakai sampai hari ini dalam judul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Pedoman Gerilya I dan II&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;. Bahkan, berbeda dengan A.H Nasution atau TB Simatupang, yang menulis bukunya sesudah perang selesai. "Pak Met menulis di tengah pertempuran, berdasarkan pengalaman yang ditemukan selama perang. Salah satu yang legendaris adalah petunjuknya, d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;e beste verdediging ligt juist in de anvall.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; Pertahan terbaik terletak pada penyerangan," kata Kolonel (Purnawirawan) Aloysius Soegianto, tokoh intelijen sekaligus bekas ajudan Pak Met.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Seusai operasi penumpasan RMS, saat Alex Kawilarang sudah diangkat sebagai Panglima Siliwangi, dia teringat gagasan Slamet Rijadi untuk membentuk pasukan komando, "... yang trampil dalam bertempur dalam semua medan sekaligus ahir menggunakan aneka macam senjata."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kawilarang memerintahkan Soegianto mencari Visser, bekas kapten pasukan komando Belanda, yang karena bercerai minta pensiun dini dan tidak mau pulang ke Negeri Belanda. Soegianto mengungkapkan, "Visser saya temukan sudah menjadi petani kembang di Pacet dan berganti nama menjadi jadi Mohammad Idjon Djanbi. Dia lalu diaktifkan sebagai mayor dalam dinas TNI oleh Panglima Kawilarang, diminta melatih an membentuk pasukan komando." Jadilah kemudian pasukan Baret Merah KKAD (Kesatuan Komando Angkatan Darat) yang nantinya tumbuh menjadi RPKAD, Sandi Yudha, dan kini dikenal sebagai Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI Angkatan Darat. Karena itu, Pak Met juga dikenal sebagai tokoh penggagas terbentuknya pasukan komando di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemerintah RI mengangkat Brigadir Jendral (Anumerta) Slamet Rijadi sebagai Pahlawan Nasional. Dia juga dianugerahi Bintang Maha Putra Utama oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Di kota kelahirannya Solo tepatnya di jalan Slamet Rijadi yang membelah kota Solo, Jawa Tengah diresmikanlah patung Ignatius Slamet Rijadi oleh KSAD Jendral Djoko Santoso.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pek Met gugur dalam usia muda. Namun dia telah meninggalkan jejak panjang dan sangat bermakna. Khususnya sebuah teladan dalam perjuangan menegakkan Republik Proklamasi serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Saduran dari tulisan Julius Pour)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4713657409766376697?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4713657409766376697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/pahlawan-nasional-ignatius-slamet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4713657409766376697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4713657409766376697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/08/pahlawan-nasional-ignatius-slamet.html' title='PAHLAWAN NASIONAL IGNATIUS SLAMET RIJADI'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Sn7x1eyzmiI/AAAAAAAAAYI/GbfceskH2pQ/s72-c/slamet+riyadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-198415069026100171</id><published>2009-07-31T09:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T10:29:21.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Sanga Dalam Kesusastraan Jawa'/><title type='text'>WALI SANGA DALAM KESUSASTRAAN JAWA ( TULISAN KEDUA )</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;2. Lagu Dolanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Wali Sanga yang sangat berperan dalam menciptakan lagu dolanan anak-anak adalah Sunan Giri. Ia terhitung seorang paedagog yang berjiwa demokratis. Beliau mendidik anak-anak dengan jalan membuat berbagai macam permainan yang bernafaskan agama, seperti lagu Jilungan atau Jelungan, Jamuran, Cublak-Cublak Suweng, Ilir-Ilir dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lagu Jilungan / Jelungan&lt;/span&gt;, "anak-anak berkumpul dalam jumlah yang banyak. Satu diantara anak itu menjadi pemburu, dan anak-anak yang lain menjadi buronan. Mereka ini akan selamat atau bebas dari terkaman pemburunya, apabila telah berpegang kepada Jitungan, yakni satu pohon, tiang atau tonggak yang telah ditentukan terlebih dahulu". Permainan ini dimaksudkan untuk mendidik anak-anak mengenai keselamatan hidup. Seseorang apabila telah berpegang kepada agama yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Allah SWT), maka manusia tersebut (buronan) itu akan selalu atau selamat dari pemburu (Iblis yang sangat tinggi dimensinya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tembang Padhang Bulan,&lt;/span&gt; Padhang-padhang bulan, ayo gage dha dolanan. Dolanane ana ing latar, ngalap padhang gilar-gilar, nundhung begog angatikar, artinya : Terang-terang bulan, marilah kita lekas bermain. Bermain di halaman untuk mengambil manfaat dari terang benderang guna mengusir gelap gulita yang lari terbirit-birit. Maksud tembang diatas adalah, bahwa agama yang dibawa para Wali Sanga (Islam) itu ibarat sebuah bulan purnama, telah datang memberi penerangan hidup. Maka marilah segera menuntut kehidupan (dolanan, bermain) di bumi ini (= latar, halaman, pekarangan), untuk mengambil manfaat ilmu agama Islam (=padhang gilar-gilar) itu. Supaya gelap gulita, kesesatan, kebodohan, keterbelakangan (=begog, gelap) segera terusir dari diri manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tembang Ilir-Ilir,&lt;/span&gt; "Lir-ilir, lir-ilir tandure wis sumilir. Sing ijo royo-royo, dak sengguh pemanten anyar. Cah angon, cah angon, penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro. Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir. Dondomono jrumatana, kanggo seba mengko sore. Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane. Ya suraka surak hore" (Solichin Salam, 1960). Maksud dari tembang tersebut adalah : Bayi yang baru lahir di dunia ini masih suci, ibarat penganten baru. Siapa saja ingin memandang. Bocah angon (pengembala) itu ibarat santri, mualim. Buah Blimbing itu mempunyai lima belahan, maksudnya rukun Islam yang lima, atau kewajiban menjalankan shalat lima waktu. Mesikpun lunyu (licin), tolong panjat juga. Walaupun menjalankan shalat itu berat, namun kerjakanlah, untuk memasuh dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir. Maksudnya kendati menjalankan shalat itu berat, tetapi harus dikerjakan untuk mensucikan hati kita yang kotor penuh dosa. Dondomono jrumatana, kanggo seba mengko sore ya suraka surak hore. Maksudnya, bahwa manusia hidup di dunia ini senantiasa condong ke arah berbuat salah/dosa, segan untuk mengerjakan perbuatan yang baik dan benar. Sehingga dengan menjalankan shalat  dengan metode yang benar dan tepat diharapkan dapat dijadikan bekal dalam kita menghadap ke hadirat Allah SWT, mulih mula mulanira 'kembali ke asal kita semua'.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;3. Sastra Suluk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sastra suluk, yaitu karya sastra produk Islam yang berisikan tentang ajaran keutamaan hidup, cara-cara pendekatan diri kepada Tuhan agar mencapai kesempurnaan hidup. Dengan kata lain sastra suluk, yaitu buku atau tulisan yang berisikan tentang pengetahuan agama/ ajaran agama yang berbau mistik. Contoh sastra suluk adalah Suluk Wujil, Suluk Suksma Lelana, Suluk Salokajiwa, Sakaratul Maut, Suluk Seh Tekawerdi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;4. Sastra Pewayangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Para wali dalam penyebaran agama selain menggunakan media wayang atau pertunjukan wayang, juga membuat dan menambah ricikan wayang serta fasilitas pertunjukan. Para wali yang berjasa dalam pembuatan wayang adalah: Sunan Giri menciptakan wayang sebangsa kera, Sunan Bonang menciptakan wayang binatang buruan hutan dan rampongan 'barisan', Sunan Kalijaga menambah alat-alat keperluan pertunjukan, seperti kelir, batang pisang, serta blencong 'lampu'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;lakon atau cerita wayang karya para wali diantaranya : Dewa Ruci, Jimat Kalimasada, Petruk Dadi Ratu, Begawan Ciptaning. Cerita Dewa Ruci menggambarkan cipta karya sastra yang penuh filsafati, yaitu Bima berhasil menemukan arti dari kehidupan untuk mencapai sangkan paraning dumadi 'tahu asal dan tujuan hidup'. Cerita Jimat kalimasada menunjukkan bahwa seseorang dapat selamat selama-lamanya, apabila memiliki atau selalu berpegang kepada Jimat Kalimasada 'kalimat Syahadat' atau selalu menyebut nama Allah. Hal ini terlihat dalam cerita Petruk Dadi ratu 'Petruk menjadi raja', menggambarkan seseorang meskipun berpangkat rendah atau miskin, tetapi apabila selalu berpegang teguh dan memiliki Jimat Kalimasada 'Kalimat Syahadat' ia akan menjadi orang yang mulia dan terhormat di sisi-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Cerita Begawan Ciptoning atau Arjunawiwaha ini menggambar seseorang yang dapat mengalahkan nafsu jahat atau nafsu serakah dalam dirinya (=tokoh raksasa Niwatakawaca, tokoh antagonis). Manusia yang selalu ciptoning 'berpikir luhur/positif', dan berhati suci, serta tidak melupakan tugasnya di dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, akan dapat kembali kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Berdasarkan uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa para Wali Sanga dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa sangat bijaksana, dan disesuaikan dengan situasi serta keadaan. Ajakan dan seruannya penuh persuasif lewat karya sastra Jawa, diantaranya lewat media sastra tembang macapat, lagu-lagu dolanan, sastra suluk, dan sastra pewayangan. Kesemuanya itu dapat menambah khasanah perkembangan kesusastraan Jawa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;(Disadur dari tulisan Imam Sutardjo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-198415069026100171?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/198415069026100171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/wali-sanga-dalam-kesusastraan-jawa_31.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/198415069026100171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/198415069026100171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/wali-sanga-dalam-kesusastraan-jawa_31.html' title='WALI SANGA DALAM KESUSASTRAAN JAWA ( TULISAN KEDUA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3055306351095313848</id><published>2009-07-31T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T07:16:37.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wali Sanga Dalam Kesusastraan Jawa'/><title type='text'>WALI SANGA DALAM KESUSASTRAAN JAWA ( TULISAN PERTAMA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sejarah Islam di tanah Jawa tak dapat dipisahkan adanya peranan para wali. Mereka dipandang dan dianggap sebagai penuntun, pelopor, dan penyebar agama Islam di Jawa, serta lebih dikenal dengan nama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Wali Sanga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Wali Sanga adalah perubahan dari kekeliruan pelafalan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;wali sana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Kata sana berasal dari kata arab &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;tsana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;, yang searti dengan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;mahmud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; 'terpuji'. Jadi yang lebih tepat sebenarnya wali sana artinya 'wali-wali terpuji', namun di dalam masyarakat lebih populer wali sanga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam kamus Baoesastra Djawa dijelaskan bahwa wali berasal dari bahasa Arab Waliyullah yang berarti orang suci, orang Islam yang menyebarkan agama Islam khususnya di tanah Jawa (Poerwadarminta, 1939). Mereka dipandang sebagai orang suci dan sebagai kekasih Allah, wakil Allah di muka bumi. Lama kelamaan dalam alam pikiran dan tradisi masyarakat Jawa, para wali sanga itu mendapatkan sebutan sunan, singkatan dari kata jadian susuhunan, dari kata suhun 'sembah', artinya orang yang patut dihormati dan dimintai. Orang yang patut dijunjung tinggi dan disegani (Dojosantosa, 1986). Akibat daripada anggapan tersebut, maka makam mereka dikeramatkan oleh sebagian masyarakat, dan sering digunakan untuk tirakatan, memohon sesuatu cita-cita atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;gegayuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Sehingga makam para wali tersebut banyak dikunjungi oleh warga masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para Wali Sanga dalam menyebarkan agama Islam sangat bijaksana dan penuh persuasif. Hal ini terlihat daripada hasil karyanya. Karena para Wali Sanga selain sangat giat dalam menyebarkan agama samawi (Islam), juga semangat menulis pustaka atau karya-karya sastra yang isinya membahas tata kehidupan yang didasarkan pada agama Islam. Karya sastra para Wali Sanga tersebut biasanya berupa atau melalui puisi Jawa tradisional tembang macapat, karya seni atau lagu dolanan, sastra suluk atau mistik, dan berupa sastra pewayangan. Karena karya sastra hakikatnya bersifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;dulce et etile&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebagaimana lazimnya dalam karya sastra, dalam bahasa Jawa-pun didapati penggunaan bahasa dalam sifat literer 'lugas' maupun figuratif 'kias'. Bahasa lugas dengan sifat acuan makna yang denotatif, berada pada tataran linguistic level 'tataran kebahasaan'. Sedangkan bahasa kias memiliki sifat acuan makna yang konotatif dan berada pada tataran mistis. Bahasa kias inilah yang sering digunakan para wali sangan dalam rangka penyebaran agama, sehingga syair-syair karya para Wali Sanga perlu diinterprestasikan karena penuh ambiguitas filsafati. Dibawah ini beberapa hasil kesusastraan Jawa karya para wali :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;1. Tembang Macapat&lt;/span&gt; &lt;div face="times new roman" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Para Wali Sanga yang berjasa dalam menciptakan tembang macapat adalah : Sunan Kalijaga menciptakan tembang Dhandhanggula, Sunan Giri menciptakan Asmaradana dan Pucung, Sunan Bonang menciptakan Durma, Sunan Kudus menciptakan Maskumambang dan Mijil, Sunan Muria menciptakan lagu Sinom dan Kinanthi, Sunan Drajat menciptakan lagu Pangkur (Umar Hasyim, 1974). Tembang Macapat timbulnya pada jaman Majapahit akhir, sewaktu pengaruh Hindu semakin berkurang dan rasa persatuan bangsa Indonesia semakin kuat. Bentuk kakawin dengan mestrum Hindu semakin terdesak atau tersingkir, dan muncullah kidung serta tembang macapat mestrum Jawa asli.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3055306351095313848?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3055306351095313848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/wali-sanga-dalam-kesusastraan-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3055306351095313848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3055306351095313848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/wali-sanga-dalam-kesusastraan-jawa.html' title='WALI SANGA DALAM KESUSASTRAAN JAWA ( TULISAN PERTAMA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-2280110317783004172</id><published>2009-07-25T18:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T21:21:31.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelijen Jepang Sebelum Invasi Jepang Ke Hindia Belanda'/><title type='text'>INTELIJEN JEPANG SEBELUM MENGINVASI BELANDA ( TULISAN KEDUA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam buku itu diceritakan nasib malang harus diterima seorang wanita Jepang dengan nama panggilan Marie. Ia disebut cukup dengan Jeanne. Beberapa kali Marie mengatakan soal perilaku orang-orang Jepang dan kemungkinan mereka menyerang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Marie sempat mengajari Jeanne bahasa Jepang yang bisa bermanfaat sewaktu-waktu. Akan tetapi ia sempat mengingatkan, agar jangan menggunakan bahasa tersebut jika Jepang benar-benar menyerang karena malah akan mempersulit. Sangat mungkin Marie dicurigai sebagai mata-mata Jepang hingga kemudian ia diamankan polisi dan ditawan di Australia.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kisah peran intelijen Jepang sebelum invasi Ke Hindia-Belanda ada juga yang berasal dari penuturan orang Jepang sendiri. Salah satunya adalah penuturan Nogi Harumichi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Japan at War, an Oral History&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Harumichi mengaku bosan dengan kuliah hukum dan akuntansi sehingga kemudian direkrut oleh Aliansi Mahasiswa Patriotik di Universitas Nibon.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai tugas yang harus kamu kerjakan. Akan tetapi tugas ini harus dijalankan secara sembunyi-sembunyi. Itulah mengapa saya memilih kamu. Bila kamu mau ikut, saya menunggu jawabanmu dalam seminggu ini," kata orang yang merekrutnya itu. Orang ini juga berjanji akan memperkenalkan pimpinan mereka jika Harumichi menerima tawaran tersebut. Aliansi itu merupakan bagian dari gerakan sayap kanan yang bernama Aliansi Internasional Anti Komunis.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Aliansi ini memiliki sebuah akademi yang berada di sebuah rumah di di wilayah Meguro, Tokyo. Akademi itu kekepalai oleh Kaneko. Ia merupakan murid dari pemimpin gerakan sayap kanan Iwata Ainoke. Kisah Ainoke agak unik. Pada tahun 1926 Ainoke mengunjungi Hindia Belanda dan tinggal di tempat ters&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ebut beberapa lama. Ia sempat mengembara di berbagai tempat selama berada di Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Suatu saat Harumichi mendatangai tempat itu dan bertemu dengan Ainoke. Ia memiliki 20 siswa yang baru saja kembali dari Hindia Belanda. Mereka bekerja di berbagai department store besar di sejumlah kota, antara lain di Surabaya. Mereka menguasai bahasa Melayu dengan baik. Di tempat inilah sebenarnya kader intelijen mulai dididik.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Di tempat itu Harumichi kemudian berbincang soal "apa yang terbaik bagi pergerakan kemerdekaan Hindia Belanda". Ia mengatakan, Hindia Belanda merupakan wilayah yang kaya sumber daya alam, tetapi terbelakang ekonominya. Gairah untuk ikut "memerdekakan Hindia Belanda" semakin membawa Harumichi terlibat dengan kelompok ini lebih jauh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kisah ini kemudian berlanjut menjelang invasi Jepang ke Hindia Belanda. Harumichi yang kemudian masuk angkatan laut dikirim ke wilayah itu. Mereka dikirim dan mendapat tugas menjadi penterjemah ketika Jepang mendarat di sejumlah tempat di Hindia Belanda. beberapa orang sempat belajar bahasa Melayu di Tokyo Foreign Language Institute.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu siswa dari akademi pimpinan Kaneko itu yang bernam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a Yoshizumi Tomegoro, telah berangkat terlebih dahulu ke Hindia Belanda tanpa diketahui teman-temannya. Belakangan diketahui bahwa Yoshizumi terlebih dahulu mendapat tugas menjadi mata-mata militer Jepang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kisah lainnya terdapat dalam buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tarakan, "Pearl Harbour" Indonesia (1942-1945)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. Dalam buku ini terlihat betapa hebatnya kegiatan mata-mata Jepang menjelang invasi ke Hindia Belanda. Dengan menggunakan identitas palsu, Kitamura, orang Jepang, berhasil mengelabui orang Belanda di tarakan. Ia berpura-pura menjadi pengusaha Cina. Ia ikut menjadi kontraktor sejumlah bangunan pertahanan Belanda di Tarakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sudah pasti segala kekuatan Belanda di Tarakan diketahui oleh Jepang ketika mereka mulai menyerbu wilayah tersebut, yang menjadi gerbang pembuka masuknya Jepang ke Hindia Belanda. Ketika Jepang berkuasa, Kitamura sempat bertemu dengan teman-temannya yang notabene orang Belanda yang telah menjadi tawanan perang Jepang.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan intelijen Jepang di Hindia Belanda semakin intensif ketika mereka sudah menduduki wilayah itu. Mereka kemudian merekrut punduduk lokal melalui satuan-satuan militer untuk menjalankan kegiatan intelijen. Dalam buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Intel, Inside Indonesia's Intelligence Service&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;, orang pribumi pertama yang mendapat pendidikan dasar-dasa&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmvXl-FXIrI/AAAAAAAAAXw/YPc33riN_QU/s1600-h/BIN+RI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 103px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmvXl-FXIrI/AAAAAAAAAXw/YPc33riN_QU/s200/BIN+RI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362616828635325106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;r intelijen adalah Zulkifli Lubis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Untuk pendidikan itu, Jepang mendirikan sekolah Intelijen Nakano di Tangerang, Jawa Barat. Lubis termasuk alumni sekolah ini. Ia juga sempat mendapat pendidikan di Pusat Pendidikan Intelijen Regional Jepang yang berada di Singapura. Lubis mendapat pendidikan bukan hanya teori tetapi juga kegiatan praktis. Guru di sekolah itu adalah para petugas intelijen Jepang yang berhasil menundukkan Perancis di wilayah Indochina.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kelak ketika Indonesia lahir atau merdeka dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945, Lubis yang berpangkat Letnan Kolonel menyusun lembaga intelijen yang kemudian disebut badan istimewa. Lembaga ini merupakan cikal bakal Badan Intelijen Negara Republik Indonesia yang dikenal sekarang ini.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(Disadur dari tulisan Andreas Maryoto)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-2280110317783004172?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/2280110317783004172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/intelijen-jepang-sebelum-menginvasi_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2280110317783004172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/2280110317783004172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/intelijen-jepang-sebelum-menginvasi_25.html' title='INTELIJEN JEPANG SEBELUM MENGINVASI BELANDA ( TULISAN KEDUA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmvXl-FXIrI/AAAAAAAAAXw/YPc33riN_QU/s72-c/BIN+RI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-4499980780580977599</id><published>2009-07-24T03:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T08:31:19.591-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelijen Jepang Sebelum Invasi Jepang Ke Hindia Belanda'/><title type='text'>INTELIJEN JEPANG SEBELUM MENGINVASI BELANDA ( TULISAN PERTAMA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Perang Dunia II telah berakhir kurang lebih 64 tahun yang lalu. Jepang yang bercita-cita mendirikan Asia Timur Raya harus takluk pada kekuatan Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Akan tetapi, kehebatan Jepang saat melakukan invasi di kawasan Asia Pasifik, termasuk ke Indonesia yang &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmnQEsCC5sI/AAAAAAAAAXo/Nb6JwgBz3p8/s1600-h/Perjanjian+kalijati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmnQEsCC5sI/AAAAAAAAAXo/Nb6JwgBz3p8/s200/Perjanjian+kalijati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362045610319079106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;saat itu masih disebut Hindia Belanda, tetap mengundang rasa penasaran. Kehebatan mereka tidak lepas dari peran intelijen - setidaknya dalam hal pengumpulan informasi- yang memang sudah ditanam jauh sebelum Jepang menduduki wilayah Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bila dirunut jauh sebelumnya, orang Jepang memang sudah lama mengenal wilayah Hindia Belanda. Pada awal abad ke-17 orang Jepang sudah bekerja di wilayah Hindia Belanda. Mereka diterima oleh Serikat Dagang Hindia Timur (VOC) sebagai awak kapal dan tentara yang berada di berbagai tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Laporan J.P. Coen dan Dewan Hindia tertanggal 3 November 1628 di dalam buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta&lt;/span&gt; menyebutkan, orang-orang Jepang yang direkrut oleh VOC ikut membantu menumpas penyerangan Sultan Agung ke Batavia tahun1628 dan 1629. Jumlah mereka mencapai tiga kompi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam perkembangannya, sangat mungkin pengetahuan mereka tentang Hindia Belanda terus bertambah, termasuk nilai strategis Hindia Belanda, terutama soal kekayaan sumber daya alam. Sebelum Perang Dunia II, beberapa sekolah di Jepang mengajarkan ekonomi kolonial. Salah satunya membahas Kolonialisme di Hindia Belanda. Bahkan Bahasa Melayu pun diperkenalkan terkait dengan pelajaran itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak mudah menghubungkan fakta-fakta itu dengan situasi menjelang Perang Dunia II. Akan tetapi, kemudian kita mengetahui bahwa di tengah dominasi Belanda, menjelang Perang Dunia II, banyak orang Jepang melakukan berbagai kegiatan - tidak sedikit diantaranya melakukan kegiatan terkait dengan intelijen - seperti perdagangan, pelayaran, dan perkebunan di Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Memang operasi intelijen Jepang banyak dibahas di buku karangan F. Kikan, Japanese Army Intelligence Operations in South East Asia During World War II. Akan tetapi, buku itu lebih umum membahas intelijen di Semenanjung Malaya. Berikut beberapa kisah yang menceritakan kegiatan Jepang di Hindia Belanda sebelum akhirnya Belanda menyerah kepada Jepang pada tanggal 9 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam buku berjudul Ibu Maluku, The Story of Jeanne Van Diejen - kisah pekerja sosial bernama Jeanne Van Diejen di Maluku - disebutkan, pada tahun 1934 di kota Manado terdapat perusahaan kecil yang dikelola orang Jepang. Perusahaan ini menjalankan bisnis pelayaran dengan kapal bernama Honun Maru, yang mau melayani setiap orang untuk tujuan kemanapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kapal itu melayani ke beberapa kota di Sulawesi Utara dan Maluku. Wilayah ini banyak dihuni Belanda karena mereka mengusahakan perkebunan kopra. Melalui wilayah itu pula kelak Jepang melakukan invasi ke sejumlah tempat di Pasifik Selatan. Akan tetapi, peran pemilik kapal itu dalam kegiatan intelijen tidak begitu jelas. Beberapa kali Honun Maru membawa sejumlah komoditas lokal dan sekali pernah mengangkut orang Belanda di Ternate yang dievakuasi ke Ambon sebelum wilayah itu diserang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Gerak-gerik Jepang yang bersifat intelijen mulai terlihat menjelang penyerangan Jepang ke wilayah Maluku utara. Jeanne memiliki teman bernama Igawa yang berasal dari Jepang. Igawa merupakan anak seorang pemilik toko yang cukup besar di Ternate. Keluarga ini berdagang di kota itu. Keluarga Igawa menutup tokonya dan meninggalkan tempat itu menjelang penyerbuan Jepang ke Ternate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sebelum perang, Igawa merupakan orang yang ramah. Akan tetapi saat Jepang masuk, ia tidak lagi menjadi teman bagi Jeanne. Ketika Jepang memasuki Ternate, ia berada didalam sebuah kapal Jepang yang berlabuh di pelabuhan Ternate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Dulu lain. Sekarang lain. Ingat itu," bentak Igawa saat disapa oleh Jeanne ketika mereka kembali bertemu. Kesaksian Jeanne, ia tidak ramah lagi seperti dulu, tampangnya menjadi kejam. dalam kegiatan itu, Igawa mendapat tugas mencari sejumlah tokoh militer Belanda dan asisten residen kota itu yang sudah pasti telah diketahui identitasnya oleh Igawa. Peran Igawa mempermudah masuknya Jepang ke kota itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Rencana penyerangan Jepang pun sebenarnya sudah terlihat dari gerakan mereka di laut beberapa waktu sebelumnya. Kapal-kapal ikan Jepang Jepang banyak berada di sekitar laut Maluku. Dari seorang kenalannya, Jeanne diberi tahu bahwa kapal-kapal itu berukuran besar dan didalamnya terdapat orang-orang yang memiliki kepentingan aneh. Mereka berada di sekitar Teluk Kao dan Morotai. Morotai adalah salah satu basis penyerangan Jepang ke wilayah Pasifik Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada akhirnya beberapa orang Belanda mengetahui bahwa kapal-kapal itu ternyata kapal-kapal perang yang berwajah kapal ikan. Dengan menggunakan "kapal ikan" itu, Jepang melakukan pemotretan garis pantai dan mengukur kedalaman laut di daerah tersebut. Data seperti ini sangat diperlukan untuk operasi pendaratan pasukan. Tentara Belanda sebenarnya sudah mendeteksi kegiatan itu sejak awal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-4499980780580977599?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/4499980780580977599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/intelijen-jepang-sebelum-menginvasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4499980780580977599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/4499980780580977599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/07/intelijen-jepang-sebelum-menginvasi.html' title='INTELIJEN JEPANG SEBELUM MENGINVASI BELANDA ( TULISAN PERTAMA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SmnQEsCC5sI/AAAAAAAAAXo/Nb6JwgBz3p8/s72-c/Perjanjian+kalijati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-1984350418354388705</id><published>2009-06-29T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T21:35:11.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Masyarakat Samin'/><title type='text'>SAMIN, KULTUR BERLATAR PERLAWANAN PENJAJAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Jangan khawatir, aku akan membantu kamu untuk mengusir Belanda. Hanya syaratnya berat. Aku akan mencari jago trondol (ayam jantan yang kepalanya tidak berbulu) dari timur laut untuk sarana kamu merdeka. Oleh karena itu, kamu lekas pulang, beri tahu anak cucumu agar menyiapkan garam dan menanam&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkmM-jo-RiI/AAAAAAAAAXM/t8epb8XXCdw/s1600-h/Wong+Samin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkmM-jo-RiI/AAAAAAAAAXM/t8epb8XXCdw/s200/Wong+Samin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352964638453417506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kapas karena akan mahal pakaian dan makanan ..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kutipan diatas yang aslinya berbahasa Jawa itu merupakan wangsit yang diterima Ki Suro Kidin (menantu Ki Samin Surosentika) pada suatu hari di tahun 1939. Wangsit yang oleh orang Samin kemudian dinamakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;aji pameling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; itu seolah-olah merupakan ramalan akan berakhirnya penjajahan Belanda dan digantikan oleh bala tentara Dai Nippon sejak tahun 1942.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sepintas terasa bahwa wangsit itu senapas dengan ramalan Jayabaya mengenai kedatangan bangsa Kate (Jepang) yang seumur jagung itu. Apa ada kaitan kedua ramalan tersebut ? Atau mungkin hanya sebentuk koinsidensi ; sesuatu yang terjadi bersamaan namun tidak saling mempengaruhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Membicarakan komunitas Samin tidak akan lepas dari gerakan perjuangan melawan penjajah. Dirunut ke belakang, komunitas Samin berawal dari gerakan kultural perlawanan Kyai amin Anom alias Kyai Samin Surosentiko (meninggal di Sawah Lunto, Sumatera Barat, tahun 1914) yang menolak membayar pajak kepada penjajah Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Penolakan membayar pajak ini, menurut pemahakamn masyarakat Samin, merupakan perang secara damai atau tanpa senjata. Dalam peristilahan mereka, kondisi ini digambarkan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;dom sumusup ing banyu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; (jarum yang menyusup ke air).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Akan halnya Ki Samin Surosentiko, lelaki ini terlahir tahun 1859 di Desa Ploso, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan nama R. Kohar. Dia merupakan putra dari R. Surowidjojo (Samin sepuh); salah satu anak R.M Adipati Brotodiningrat, yang pernah berkuasa sebagai bupati di Sumoroto yang termasuk wilayah Tulungagung, Jawa Timur antara tahun 1802-1826.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;R. Surowidjojo sering merampok orang kaya yang menjadi antek belanda, kemudian membagi-bagikannya kepada orang miskin. "Robin Hood" Jawa ini kemudian menggunakan sisanya untuk mendirikan gerombolan pemuda bernama "Tiyang Sami Amin" pada thaun 1840.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Nama kelompok ini merupakan julukan R. Surowidjojo, yang diwaktu kecil bernama R. Surontiko. Samin diartikan sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;sami-sami amin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;, yang bermakna apabila semua setuju maka dianggap sah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;beberapa pedoman hidup diajarkan oleh Ki Samin Surosentiko. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Misalnya orang harus pasrah, sumeleh, sabar, narima ing pandum (ikhlas menerima). Orang jangan srei, drengki (dengki), dahwen, meren (iri), dan jangan semena-mena kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ki Samin memiliki andalan, yaitu Kitab Jamus Kalimasada yang ditulis dalam aksara Jawa. Kitab ini sekarang banyak disimpan sesepuh Samin Bojonegoro, Blora, Kudus, Brebes, Pati, dan Lamongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ki Samin Surosentiko meninggalkan dua anak, Karto Kemis dan Paniyah. Paniyah kemudian dinikahi Ki Suro Kidin yang telah disebut diawal tulisan ini dan memiliki delapan anak kandung serta satu anak angkat. Anak angkat itu bernama Kamidin atau dikenal sebagai Surokarto Kamidin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Surokarto Kamidin memiliki anak lelaki yang bernama Hardjo Kardi, yang hingga saat ini berdomisili di Dusun Jepang, Kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dusun Jepang berada sekitar tujuh kilometer dari jalan besar jurusan Ngawi-Bojonegoro, tepatnya di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Menurut Hardjo Kardi, citra negatif yang kadang melekat pada masyarakat Samin mungkin merupakan imbas dari propaganda Belanda pada masa lalu. Diakui, generasi pendahulunya memang tidak mau membayar pajak karena saat itu yang memerintah bukan orang pribumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sikap membangkang untuk membayar pajak ini kemudian dengan sendirinya berubah ketika Indonesia telah merdeka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;"Sak meniko sami taat mbayar pajek, sebab ingkang mrentah lan dipun prentah sami-sami tiyang Idonesia, sanes tiyang manca &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;(Sekarang kami taat membayar pajak, sebab yang memerintah dan diperintah sama-sama orang Indonesia, bukan orang asing)" tutur Hardjo Kardi, ayah tujuh putra dan kakek delapan cucu ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;mayoritas penduduk samin Bojonegoro bermata pencaharian petani dengan tanaman budidaya seperti Jagung, Kedelai, dan Bawang Merah. Mereka menjalin kemitraan dengan Perhutani. Selain bertani, banyak penduduk Samin yang memelihara sapi, kambing, dan ayam kampung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dalam hal keyakinan agama, hardjo Kardi berpendapat bahwa baik Islam, Kristen, maupun agama lainnya itu sama-sama mengarahkan umatnya ke jalan yang baik, tinggal bagaimana penerapannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kelugasan dalam berbicara memang tampak jelas dalam langgam tutur warga masyarakat Samin. Tak jarang jawaban yang didapat pun singkat-sinhkat namun langsung menjawab inti persoalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pola egaliter (kesamarataan) merasuk dalam kehidupan sehari-hari warga komunitas Samin. hardjo Kardi, misalnya sering kali menerima kunjungan para pejabat di rumahnya. Tetapi, dia tidak membeda-bedakan, baik ketika menyambut pejabat maupun menyambut masyarakat awam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kerukunan dan gotong royong menduduki posisi penting dalam pemahaman mereka. demikian pula saling mengingatkan merupakan hal yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;"Tiyang lali saged dielingke ning nek nglali niku ange&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;l ( orang yang lupa itu dapat diingatkan, tetapi kalau sengaja lupa itu yang sulit)" ujar Hardjo Kardi berfilsafat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Meski tinggal di kawasan pedesaan, perkembangan sosial politik pun tak lepas dari pengamatannya. Sebagai orang yang dibesarkan dalam budaya Samin, sikap apa adanya selalu dia tampilkan, termasuk ketika menjelang Pemilu 2004.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Karena diberi tahu bahwa pemilu itu bersifat bebas dan rahasia maka dia tidak mau menunjukkan pilihannya kepada siapapun yang menanyakan hal tersebut. Dia mempersilahkan warganya untuk memilih sesuai pilihannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dia mengaku pernah mendapat wangsit mengenai persyaratan yang sebaiknya dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar masa pemerintahnnya berjalan lancar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Syaratnya begini " Presiden ingkang sakniki niku syarate kebo bule sing sungune dongkrok lan pitik walik setunggal, dipun beleh teng riko (Presiden yang sekarang itu syaratnya harus menyembelih kerbau putih yang tanduknya mengarah ke bawah dan ayam berbulu terbalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sampeyan napa saged neruske pesen niki ? tanyanya yang berart apakah anda bisa     meneruskan     pesan     ini&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;( Cyprianus Anto Saptowalyono)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-1984350418354388705?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/1984350418354388705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/samin-kultur-berlatar-perlawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1984350418354388705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/1984350418354388705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/samin-kultur-berlatar-perlawanan.html' title='SAMIN, KULTUR BERLATAR PERLAWANAN PENJAJAH'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkmM-jo-RiI/AAAAAAAAAXM/t8epb8XXCdw/s72-c/Wong+Samin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3777589321362031718</id><published>2009-06-29T12:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T13:43:38.492-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kraton Ratu Boko'/><title type='text'>TUJUH PRASASTI DARI RATU BOKO : RATU BOKO DULU BERNAMA WALAING</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kraton Ratu Boko d&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkkacLkrJeI/AAAAAAAAAXE/UZvy4xIP5sU/s1600-h/Candi+boko-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkkacLkrJeI/AAAAAAAAAXE/UZvy4xIP5sU/s200/Candi+boko-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352838703551817186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;i sisi utara pegunungan Sewu selama ini kalah pamor dibandingkan dengan Candi Prambanan. Padahal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;kedua peninggalan purbakala dari jaman Hindu ini hanya berjarak 3 kilometer. Candi Prambanan letakny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;a strategis, karena berada di pinggir jalan raya Yogya-Solo. Masyarakat yang melintasi jalan tersebut seolah-olah ditarik untuk melirik candi yang ramping menjulang ke langit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Keadaan sebaliknya terjadi pada Kraton Boko. Tempatnya berada diatas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;bukit kapur. Untuk mencapainya orang harus menaiki tangga batu atau menyusuri jalan aspal mendaki jika memakai kendaraan bermotor. Keadaan lingkungan Ratu Boko ini sudah berubah banyak setelah diresmikan oleh Menparpostel menjadi kawasan wisata pada tanggal 10 April 1997 yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Banyak orang menduga-duga hubungan antara Kraton Ratu Boko dengan Candi Prambanan. Salah satunya adalah legenda dara ayu Loro Jonggrang yang menjalin hubungan kasih dengan Bandung Bondowoso. Raden Bandung, demikian tokoh ini sering disebut, berasal dari Kraton Ratu Boko. Sebagai putra mahkota, ia mengharapkan akan mempunyai permaisuri yang cantik. Pilihannya jatuh kepada kembang desa Prambanan bernama Loro Jonggrang. Namun, ternyata Loro Jonggrang menolak kesempatan ini. Alasannya, raja yang berkuasa di Kraton Ratu Boko, yaitu ayah Bandung Bondowoso, terkenal sangat jahat. Kabar-kabarnya senang membunuh manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Loro Jonggrang mengajukan syarat dibuatkan candi dengan seribu patung dalam semalam. Permintaan ini merupakan siasat untuk menolak pinangan Raden Bandung Bondowoso. Tanpa dinyana Raden Bandung Bondowoso hampir berhasil meluluskan permintaan yang mustahil tersebut. Dengan bantuan jin, tuyul, bekrakan, dan segala jenis makhluk halus, ia berhasil menyelesaikan pembuatan candi dengan 999 arca. Tinggal satu arca saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Loro Jonggrang lalu melakukan muslihat dengan memukul lesung yang menyiratkan matahari sudah terbit. Akibatnya bala bantuan Raden Bandung Bondowoso yang berupa makhluk halus penghuni gelapnya malam ini lari terbirit-birit. Maklum saja, mereka sangat alergi terhadap terangnya sinar matahari. Pembuatan candi menjadi terhenti. Raden Bandung Bondowoso menjadi marah sekali. Untuk melampiaskan emosinya, ditenungnya Loro Jonggrang menjadi arca keseribu. Terwujudlah sudah permintaan Loro Jonggrang akan sebuah candi dengan seribu arca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Cerita rakyat Loro Jonggrang dan Bandung Bondowoso ini ternyata juga mengandung data-data sejarah hubungan kepurbakalaan Kraton Ratu Boko dengan candi Prambanan. Hubungan ini tersingkap setelah Dr. J.C. De Casparis meneliti prasasti Siwagerha. Prasasti ini bercerita tentang raja muda bernama Dyah Lokapala. ia telah menang dan dinobatkan di istana Medang dengan nama Rakai Kayuwangi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Menurut Boechari, yang menyerang Rakai Kayuwangi adalah Rakai Walaing Pu Kumbhayoni. Rakai Walaing ini kita kenal dari tujuh prasasti yang ditemukan di bukit Ratu Boko, yaitu satu dari desa Pereng, satu dari desa Dawangsari, tiga dari pendopo teras Kraton Ratu Boko, dan dua buah tidak diketahui asalnya. Semuanya bernahasa Sansekerta, dengan huruf Jawa kuno. Satu prasasti berangka tahun 773 Saka (856 Masehi), sedang prasasti Pereng berasal dari tahun 784 Saka (25 Januari 863 Masehi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rakai Walaing merasa lebih berhak atas tahta Mataram daripada Rakai Pikatan yang memerintah pada waktu itu. Ia adalah cicit dari adik rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Sementara Rakai Pikatan hanyalah menantu raja. Maka dapatlah difahami mengapa Rakai Walaing berusaha untuk merebut kekuasaan. Rakai Pikatan inilah yang mendirikan Candi Prambanan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perang perebutan tahtapun terjadi antara Rakai Pikatan melawan Rakai Walaing yang berlangsung sampai satu tahun. Anak bungsu Rakai Pikatan bernama Rakai Kayuwangi / Dyah Lokapala sebagai pemimpin pasukan yang gagah berani berhasil memukul mundur Rakai Walaing. Ia mengungsi ke atas bukit Ratu Boko dan membuat benteng pertahanan disana. Di dalam prasasti Siwagerha tempat ini digambarkan sebagai tempat pengungsian berupa beratus-ratus batu. Karena strategisnya lokasi disana, Rakai Kayuwangi kesulitan untuk mengempurnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Rakai walaing sempat mendirikan berbagai bangunan untuk lingga bagi Siwa dalam berbagai aspeknya, sebagai upaya magis untuk memperoleh kemenangan. Ia juga membuat silsilah untuk menunjukkan bahwa ia berhak atas tahta kerajaan Mataram. Akhirnya, Rakai kayuwangi berhasil juga menggempur benteng pertahanan di bukit Ratu Boko ini. Prasasti yang memuat silsilah Rakai Walaing Pu Kumbhayoni itu sengaja dirusak untuk menghilangkan nama ayah, kakek, dan buyutnya. Setelah kalah Rakai Walaing kembali ke Sumatera, karena ibunya berasal dari sana, dan menjadi raja Sriwijaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Prasasti Pereng memperingati pendirian lingga, karena kemenangan Pu Kumbhayoni yang terjadi di daerah Walaing. Pendirian lingga itu biasanya dilakukan di tempat dimana kemenangan itu diraih. Rakai Walaing mendirikan lingga di dataran Ratu Boko. Maka bisa disimpulkan bahwa Walaing adalah nama dataran Ratu Boko pada jaman dulu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3777589321362031718?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3777589321362031718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/tujuh-prasasti-dari-ratu-boko-ratu-boko.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3777589321362031718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3777589321362031718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/tujuh-prasasti-dari-ratu-boko-ratu-boko.html' title='TUJUH PRASASTI DARI RATU BOKO : RATU BOKO DULU BERNAMA WALAING'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkkacLkrJeI/AAAAAAAAAXE/UZvy4xIP5sU/s72-c/Candi+boko-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3982271328879358861</id><published>2009-06-25T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T07:47:59.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan Mataram Hindu'/><title type='text'>LETUSAN GUNUNG MERAPI TAHUN 1006 : KERAJAAN MATARAM KUNO PINDAH KE JAWA TIMUR ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hubungan letusan Gun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ung Merapi, Jawa Tengah tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;n 1006 dengan perpindahan Keraja&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOLaRZEhnI/AAAAAAAAAW8/GS-QL5aC764/s1600-h/Lokasi+mataram_kuno.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOLaRZEhnI/AAAAAAAAAW8/GS-QL5aC764/s200/Lokasi+mataram_kuno.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351274065707697778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;an Mataram Kuno (Hindu) ke Jawa Timu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;r menjadi perdebatan yang menarik segera setelah bencana "Wedhus Gembel Merapi" tahun 1994 lalu. Ba&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;hkan hingga sekarang di kalangan sejarawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;n perdebatan itu masih berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Seperti yang dikemukakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;oleh Djoko Dwiyanto (Darimana Asal Angka Tahun 1006 Diperoleh ? 13 Desemeber, 1994) menyangsikan angka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; 10&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;06 sebagai momen runtuhnya Kera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;jaan Mataram Hindu di Jawa Tengah sehingga kemu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;dian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;pindah ke Jawa Timur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sementara itu pendapat kedua, Sari Bahagiarti (1994 a dan b) dengan mensitir Van Bemmelen (1949) dan Zen (1971 dan 1972) menyatakan bahwa tahun 1006 Gunung Merapi m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;eletus hebat dan menghancurkan sebagian tubuh Gunung Merapi yang melongsor ke&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; barat daya membentuk perbukitan Gendol di sebelah selatan kota Muntilan, Magelang. Akibat letusan besar itu Kerajaan Matara&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOIG1Kg8PI/AAAAAAAAAWk/pBehPushOnA/s1600-h/Prambanan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOIG1Kg8PI/AAAAAAAAAWk/pBehPushOnA/s200/Prambanan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351270433178054898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;m kuno (Hindu) pindah ke Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Data kepurbakalaan berdarkan prasasti y&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ang dijumpai di candi-candi pada masa kejayaan keraja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;an Hindu dan Budha di Jawa T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;engah, peling tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; mulai dari 732 M sampai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; dengan 928 M (Miksie, 1990). Dinasti Sanjaya-Hindu memegang tampuk kerajaan sampai tahun 180. Kerajaan kemudian diambil oleh Dinasti Syailendra-Budha hingga 928 (929 M ?). Di dalam prasasti itu tidak ada keterangan terjadinya letusan Gunung Merapi pada 928-929 M atau 1006 M. Informasi perpindahan kerajaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur ini sesuai dengan pendapat Djoko Dwiyanto (1994) yang mengacu kepada prasasti Sanguran 850 Saka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut Newhall dkk (1995) angka 1006 didapat dari batu prasasti tahun 1041 yang disebut "Calcuta Stone". Batu prasasti ini dikete&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOJ5AX3JUI/AAAAAAAAAW0/_dmpJNl1WaQ/s1600-h/borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOJ5AX3JUI/AAAAAAAAAW0/_dmpJNl1WaQ/s200/borobudur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351272394691913026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;mukan di Jawa Timur dan berisi cerita tentang kehidupan Raja Erlangga. Di dalam prasasti itu terdapat kata "maha pralaya" atau "prahara" dan "ekarnawa" pada tahun 928 Saka atau 1006 M. Prasasti ini mungkin ada hubungannya dengan Prasasti Sangguran tahun 850 Saka danPrasasti Turyyan tahun 851 Saka (Djoko Dwiyanto, 1994).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kata-kata "mahapralaya" atau "prahara" diterjemahkan sebagai keadaan yang balau atau kalang kabut. Sementara dari kata "ekarnawa" digambarkan bahwa seluruh Jawa pada saat itu seperti suatu laut, banyak orang binasa. Oleh H. kern (1913), keadaan tersebut diinterpretasikan sebagai suatu perang besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berdasarkan pada kata-kata "the whole Jawa looked like one (milk) sea at that time" Van Hinloopen Labberton (1922) menginterprestasikan kata "ekarnawa" sebagai suatu gemuruh aliran air, banjir atau gelombang pasang air laut. Nama Erlangga diartikan sebagai orang yang terhindar dari (banjir) air. Penyebab keadaan itu mungkin karena erupsi Gunung Merapi. "A white milk sea" terjadi karena diaduk atau dikocok pada awalnya. Ini mengandung arti bahwa pada awalnya Jawa dalam keadaan kacau balau sebelum raja baru Erlangga muncul. Disini Berg (lihat Bommelen, 1971) sependapat dengan Van Hinloopen Labberton bahwa nama "Erlangga" diterjemahkan sebagai "orang yang dapat lolos dari bencana (banjir)".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Penerjemah keempat prasasti "Calcuta Stone" adalah Prof. Poerbatjaraka (1941) dan diterima oleh Casparis (1975) yang menyatakan bahwa raja pendahulu Erlangga telah meninggal karena perang dengan raja Wara-Wari dari Lwaran pada tahun 1017 M, bukan 1006 M. Digambarkan pada saat itu seluruh Jawa laiknya seperti lautan yang terguncang. Selama ini kata-kata "milk sea" atau"ocean of disaster" oleh para ahli geologi dan gunung api dipandang sebagai endapan abu berwarna putih yang tersebar luas akibat letusan dahsyat Gunung Merapi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Interprestasi Van Hinloopen Labberton dan Van Bemmelen ternyata tidak benar karena istana kerajaan telah berpindah di delta Brantas, Jawa Timur pada tahun 1006 M. Jadi hal itu tidak mungkin karena letusan Gunung Merapi (Buchari, 1976). Sementara itu masyarakat Jawa Timur mempercayai bahwa mereka bukan berasal dari Jawa Tengah, dan Raja Erlangga juga dari Bali (Newhall dkk, 1995). Dengan demikian tidak menutup kemungkinan bahwa kerajaan di Jawa Timur dapat saja berasal dari Bali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Berdasarkan komposisi batuan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;penyusunnya, yaitu andesit amfibol dan letaknya perbukitan Gendol lebih merupakan bagian dari pegunungan Menoreh di Kulon Progo daripada Gunung Merapi (Wirakusumah dkk, 1980 dan 1989). Sutikno Bronto, 1994 mendukung pendapat Wirakusumah dkk tersebut dengan alasan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Batuan perbukitan Gendol sudah sangat lapuk menjadi tubuh tanah dengan ketebalan lebih dari lima meter. Tanah setebal itu tidak pernah dijumpai di tubuh Gunung Merapi yang tua sekalipun. Bila dibandingkan dengan endapan longsoran Gunung Galunggung di Jawa barat yang berumur sekitar 4000 tahun (Sutikno Bronto, 1989) hanya membentuk tanah lapul setebal 1-2 meter. Padahal daerah Galunggung itu secara kualitatif mempunyai kelembaban dan curah hujan lebih tinggi daripada Merapi, sehingga prses pelapukan juga lebih cepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di puncak Gunung Sari, salah satu gunung di perbukitan Gendol terdapat kuburan tua atau tempat yang dikeramatkan, ditandai adanya batu berukir yang sudah berserakan dan tidak terawat lagi. Pola ukuran pada batu tersebut nampaknya mirip dengan Candi Borobudur (walaupun hal ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut oleh ahli arkeologi). Jika anggapan ini benar maka perbukitan Gendol sudah lebih dulu ada pada saat Candi Borobudur dibangun (850 M, Pemda Jawa Tengah, 1982, Dumarcay, 1986).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Dua hal tersebut diatas menunjukkan bahwa pembentukan perbukitan Gendol jauh lebih tua dari tahun 1006 dan secara geologis dapat merupakan bagian dari Pegunungan Kulon Progo.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Diantara analisis umur mutlak dengan metode Carbon-14 terhadap contoh kayu terarangkan di dalam endapan awan panas salah satunya menghasilkan umur 980 tahun lalu. Umur ini nampaknya mendekati angka 1006 M, dan merupakan endapan awan panas yang menimbun Candi Pendem di Dusun Kajangkoso, Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Candi Pendem itu terletak di lereng barat laut sejauh 10 Km dari puncak Gunung Merapi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Apabila benar terjadi letusan besar pada tahun 1006 M maka kemungkinan endapan awan panas akan tersebar secara luas. Namun kenyataannya endapan awan panas di Kajangkoso ini hanya tersebar terbatas di sepanjang lembah aliran Sungai Senowo (lama).  Sekalipun endapan menimbun Candi Pendem, tetapi dengan jarak luncur hanya sekitar 10 Km dan mengarah ke barat laut maka diperkirakan dampaknya juga tidak akan meluas jauh ke barat dan selatan sehingga menyebabkan perpindahan kerajaan Mataram Kuno (Hindu) ke Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Maka dapat disimpulkan letusan Gunung Merapi pada tahun 1006 M, apalagi sampai melongsorkan lereng baratnya membentuk perbukitan Gendol adalah tidak benar. Sementara perpindahan puusat kerajaan Mataram Kuno dari Jawa Tengah ke Jawa Timur masih perlu penelitian lebih lanjut dari para Sejarawan. (Disadur dari tulisan Sutikno Bronto)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3982271328879358861?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3982271328879358861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/letusan-gunung-merapi-tahun-1006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3982271328879358861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3982271328879358861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/letusan-gunung-merapi-tahun-1006.html' title='LETUSAN GUNUNG MERAPI TAHUN 1006 : KERAJAAN MATARAM KUNO PINDAH KE JAWA TIMUR ?'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkOLaRZEhnI/AAAAAAAAAW8/GS-QL5aC764/s72-c/Lokasi+mataram_kuno.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-9208369245996936823</id><published>2009-06-23T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T05:21:00.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dari Majapahit Ke Demak'/><title type='text'>DARI MAJAPAHIT KE DEMAK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Agama Is&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkDGIJ3C_YI/AAAAAAAAAU8/oLmaau8v9tU/s1600-h/225px-Candi_Bajang_Ratu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 128px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkDGIJ3C_YI/AAAAAAAAAU8/oLmaau8v9tU/s200/225px-Candi_Bajang_Ratu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350494200704204162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;lam telah berkembang di pus&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkDGh2_JRlI/AAAAAAAAAVE/cA7XEVdPYow/s1600-h/Masjid+Agung-Demak.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 132px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkDGh2_JRlI/AAAAAAAAAVE/cA7XEVdPYow/s200/Masjid+Agung-Demak.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350494642314495570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;at Kerajaan Majapahit. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya Makam Tralaya. Da&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;n menurut ahli pembaca prasasti, Drs. M.M. Sukarto Kartoatmojo (Almarhum) Islam masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ajapahit secara damai (Penetration Pacifique). Sedangkan penaklukan Majapahit oleh penguasa Demak yang dipimpin Pati Unus (Pangeran Sabrang Ing Lor) dan kemudian menguasainya hanya sebuah ekspansi biasa, mengingat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;kerajaan Majapahit sudah guncang sebelumnya lewat Perang Paregreg (Perang Saudara).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasan Djafar, Majapahit runtuh pada tahun 1519 karena dikuasai oleh Pati Unus dari Demak. Pati Unus meninggal tahun 1521. Ia terkenal lewat penyerbuannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ke Malaka yang berusaha membebaskan Kerajaan Islam tersebut dari kekuasaan Portugis.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah legenda yang bisa juga dikaitkan dengan runtuhnya Majapahit adalah raibnya pusaka Majapahit Kyai Ageng Condong Campur dan munculnya Kyai Ageng Sengkelat. Keduanya berujud keris. Kyai Ageng Condong Campur keris berluk lima dengan sogokan sampai di ujung. Sementara Kyai Ageng Sengkelat adalah keris berluk 13 yang dibuat atas pesanan Kanjeng Sunan Ampel Denta. Keris ini dibuat oleh Empu Supa dari Cis yang konon dipercaya sebagai Cis (untuk menggiring unta) milik Nabi Muhammad SAW. Raibnya keris Condong Campur ini membawa sebuah firasat akan hancurnya Majapahit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dikupas oleh Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam "Integrasi dan Disintegrasi Majapahit" bahwa hancurnya Kerajaan Majapahit disebabkan beberapa hal, antara lain meninggalnya Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1363 Masehi. Meninggalnya Gajah Mada ini membuat generasi penerus kurang mendapat perhatian dan pendidikan karena hampir semua jabatan penting dipegang oleh Gajah Mada. Oleh karenanya ketika ia meninggal generasi muda merasa canggung dan kurang percaya diri.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Situasi masayarakat yang tidak percaya diri itu masih ditambah dengan timbulnya Perang Paregreg antara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabhumi antara tahun 1404-1406 Masehi. Perang Paregreg amat sangat melemahkan persatuan dan terjadi dengan hebatnya (reg-reg = noreg, Jawa;horeg = guncang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Terjadinya perebutan kekuasaan atas tahta Majapahit antara Girindrawardhana Dyah Ranawijaya dengan Bhre Kertabhumi memperburuk situasi di Majapahit. Dalam Perang ini Bhre Kertabhumi gugur dan Ranawijaya menjadi pewaris yang sah dan berkuasa kembali.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Drs. M.M. Sukarto Kartoatmojo, tercerai berainya Majapahit pada pokoknya berlangsung antara tahun 1389-1525 Masehi. Akibat kehancuran yang sangat hebat akhirnya Majapahit jatuh untuk selama-lamanya. Kapan Majapahit jatuh, menurut pakar prasasti ini tidak dapat dikatakan secara pasti karena proses berlangsung secara perlahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Menurut Babad Tanah Jawa, Majapahit runtuh pada tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi yang dilambangkan dengan sengkalan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Sirna Ilang Kertaning Bumi".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Mengenai tokoh Gajah Mada sendiri, yang terpenting dari semangatnya adalah mengenai Sumpah Palapa. Sumpah Palapa ditengarai sebagai upaya penyatuan seluruh Nusantara dibawah naungan Majapahit. Sumpah Palapa yang termuat dalam kitab Pararaton berbunyi : "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sira Gajahmada-patih amangkubhumi tan ayun amukti palapa, sira Gajahmada : "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti Palapa"&lt;/span&gt; (Beliau Gajahmada menjadi patih amangkubhumi tidak bermaksud akan menikmati palapa, beliau Gajahmada berkata : "Apabila sudah kalah nusantara saya menikmati palapa, kalau sudah kalah Gurun, Seran, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Baoi, Sunda, Palembang, Tumasik, waktu itulah saya menikmati palapa". Perkataan Palapa sendiri sampai sekarang mengundang berbagai perdebatan mengenai arti kata/maknanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Poerbatjaraka mengatakan Palapa berasal dari kata 'Alap' berarti menikmati hasil daerah. Dr. Vd Tuuk mengatakan berasal dari 'Lapa' berarti beristirahat. r. Crucq mengatakan Palapa berarti cuti. Sementara Prof. Dr. C.C. Berg berpendapat Palapa berasal dari kata lapa (lapar) dan diartikan semacam brata (tapa brata) atau merupakan praktik mesu diri bermati raga (menyiksa diri).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pendapat yang amat menarik dan masuk akal serta kelihatannya menggugurkan semua pendapat dikedepankan oleh Karsana, seorang guru bantu SD di Lumajang (sekitar tahun 1929) yang mengatakan Palapa (Jawa kuno) sama dengan Plapah (Jawa baru). Plapah sampai sekarang masih dijual di pasar Jawa Timur dan berarti bumbu-bumbu. Untuk ramuan bumbu, yang terpenting adalah garam.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dengan demikian Patih Gajah Mada menjalani tapa mutih, artinya tidak makan garam. Dengan demikian makna palapa, apabila Gajah Mada bersumpah tan amukti palapa (tidak menikmati palapa), yang dimaksud adalah akan melakukan tapa mutih sebelum kesatuan nusantara tercapai.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kehebatan Gajah Mada menenggelamkan ketenaran raja dan sayang tidak diikuti regenerasi dengan baik. Akibatnya setelah Gajah Mada wafat,  penggantinya tidak percaya diri dan membuat situasi masyarakat menjadi kacau. (Disadur dari tulisan Sugeng W.A.).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-9208369245996936823?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/9208369245996936823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/dari-majapahit-ke-demak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/9208369245996936823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/9208369245996936823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/dari-majapahit-ke-demak.html' title='DARI MAJAPAHIT KE DEMAK'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SkDGIJ3C_YI/AAAAAAAAAU8/oLmaau8v9tU/s72-c/225px-Candi_Bajang_Ratu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-3679515326193823022</id><published>2009-06-06T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T09:44:16.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerajaan Islam Samudera Pasai'/><title type='text'>JEJAK KEJAYAAN KERAJAAN SAMUDERA PASAI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Situs Samudera Pasai terletak di desa Kuta Krueng, Kecamatan Samudera Geudong, sekitar 20 kilometer dari Lhokseumawe ibuko&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SiqVJvH2haI/AAAAAAAAAU0/jBByPTXtawk/s1600-h/sej107_16.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SiqVJvH2haI/AAAAAAAAAU0/jBByPTXtawk/s200/sej107_16.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344247902329275810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ta Kabupaten Aceh Utara. Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, Afrika utara mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 25 hari dari Barhnakar (sekarang masuk wilayah Mynmar), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ibnu Battutah mendarat di tempat yang sangat subur. Perdagangan di daerah itu sangat maju, ditandai dengan penggunaan mata uang emas. Ia semakin takjub karena ketika turun ke kota ia mendapati sebuah kota besar yang sangat indah dengan dikelilingi dinding dan menara kayu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kota perdagangan di pesisir itu adalah ibukota Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai (atau Pase jika mengikuti sebutan masyarakat setempat) bukan hanya tercatat sebagai kerajaan yang sangat berpengaruh dalam pengembangan Islam di Nusantara. Pada masa pemerintahan Sultan Malikul Dhahir, Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan internasional. Pelabuhannya diramaikan oleh pedagang-pedagang dari Asia, Afrika, Cina, dan Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kejayaan Samudera Pasai yang berada di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Peurelak seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Sultan Malikussaleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1270 Masehi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ia menikah dengan Ganggang Sari, seorang putri dari dari kerajaan Islam Peurelak. Dari pernikahan itu, lahirlah dua putranya yang bernama Malikul Dhahir dan Malikul Mansyur. Setelah keduanya beranjak dewasa, Malikussaleh menyerahkan tahta kepada anak sulungnya Malikul Dhahir. Ia mendirikan kerajaan baru bernama Pasai. Ketika Malikussaleh wafat, Malikul Dhahir menggabungkan kedua kerajaan itu menjadi sebuah kerajaan dengan nama Samudera Pasai.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam kisah perjalannya ke Pasai, Ibnu Battutah menggambarkan Sultan Malikul Dhahir sebagai raja yang sangat saleh, pemurah, rendah hati dan mempunyai perhatian kepada fakir miskin. Meskipun ia telah menaklukkan banyak kerajaan, Malikul Dhahir tidak pernah bersikap jemawa. Kerendahan hatinya itu ditunjukkan sang raja saat menyambut rombongan Ibnu Battutah. Para tamunya dipersilahkan duduk di atas hamparan kain, sedangkan ia langsung duduk di tanah tanpa beralas apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dengan cermin pribadinya yang begitu rendah hati, raja yang memerintah Samudera Pasai dalam kurun waktu 1297-1326 Masehi ini, pada batu nisannya dipahat sebuah syair dalam bahasa Arab, yang artinya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;"Ini adalah makam yang mulia Malikul Dhahir, cahaya dunia sinar agama"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tercatat,  selama abad 13 sampai awal abad 16, Samudera Pasai dikenal sebagai salah satu kota di wilayah Selat Malaka dengan bandar pelabuhan yang sangat sibuk. Bersamaan dengan Pidie, Pasai menjadi pusat perdagangan internasional dengan lada sebagai salah satu komoditas ekspor utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Saat itu Pasai diperkirakan mengekspor lada sekitar 8.000 - 10.000 bahara setiap tahuannya, selain komoditas lain seperti sutra, Kapur Barus, dan emas yang didatangkan dari daerah pedalaman. Bukan hanya perdagangan ekspor impor yang maju. Sebagai bandar dagang yang maju, Samudera Pasai mengelarkan mata uang sebagai alat pembayaran. Salah satunya yang terbuat dari emas dikenal sebagai uang Dirham.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Pulau Jawa juga terjalin. Produksi beras dari Jawa ditukar dengan lada. Pedagang-pedagang Jawa mendapat kedudukan yang istimewa di Pelabuhan Samudera Pasai. Mereka dibebaskan dari pembayaran cukai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selain sebagai pusat perdagangan, Pasai juga menjadi pusat perkembangan Islam di Nusantara. Kebanyakan Mubalig Islam yang datang Ke Jawa dan daerah lain berasal dari Pasai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Eratnya pengaruh Kerajaan Samudera Pasai dengan perkembangan Islam di Jawa juga terlihat dari sejarah dan latar belakang para Wali Songo. Sunan Kalijogo memperistri anak Maulana Ishak, Sultan Pasai. Sunan Gunung Jati lahir dan besar di Pasai. Laksamana Cheng Ho tercatat juga pernah berkunjung ke Pasai demikian juga Musafir Eropa, Marcopolo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sejarah Pasai yang begitu panjang masih bisa ditelusuri lewat sejumlah situs makam para pendiri kerajaan dan keturunannya di makam raja-raja itu. Makam itu menjadi saksi satu-satunya karena peningalan lain seperti istana sudah tidak ada. Makam Sultan Malikussaleh dan cucunya, Ratu Nahrisyah, adalah dua kompleks situs yang tergolong masih terawat. Makam Sultan Malikussaleh berada di mulut pintu masuk ke cagar budaya Samudera Pasai. Sekitar satu kilometer dari makam itu terdapat lokasi yang dahulunya adalah istana Kerajaan Pasai. Di atas tanah seluas lebih lima hektar, aura kebesaran Kerajaan Samudera Pasai masih sangat terasa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di lokasi itu juga terdapat makam Peut Ploh Peut (44), ulama yang meninggal karena dieksekusi Raja Bakoi, salah satu raja di Pasai. Raja menganggap ke-44 ulama itu sebagai lawan politiknya dan memerintahkan agar mereka dibunuh. Akibat tindakannya yang sewenang-wenang, rakyat menjuluki dia Raja Bakoi, yang menurut masyarakat setempat berarti pelit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;( Disadur dari tulisan Doty Damayanti )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-3679515326193823022?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/3679515326193823022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/jejak-kejayaan-kerajaan-samudera-pasai.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3679515326193823022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/3679515326193823022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/06/jejak-kejayaan-kerajaan-samudera-pasai.html' title='JEJAK KEJAYAAN KERAJAAN SAMUDERA PASAI'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SiqVJvH2haI/AAAAAAAAAU0/jBByPTXtawk/s72-c/sej107_16.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7328075274205467893</id><published>2009-05-29T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T06:23:40.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembantaian Terhadap Orang-Orang Cina'/><title type='text'>PEMBANTAIAN TERHADAP ORANG-ORANG CINA DI BATAVIA 10 OKTOBER 1740 ( TULISAN KEDUA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Gubernur Jendral Adrian Valckenier pada tanggal 10 Oktober 1740 akhirnya memerintahkan untuk membunuh orang-orang Cina yang ada dalam penjara Batavia.  Hal ini diikuti pembantaian yang dilakukan tentara dan pegawai VOC di pemukiman Cina. Alhasil beratus-ratus rumah dan gedung musnah dimangsa api. Maklum, orang Cina ketika itu termasuk golongan menengah yang mendominasi sektor perdagangan dan industri. Tak ayal sampai beberapa lama roda ekonomi di Batavia lumpuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Untungnya, pembantaian itu tidak mengusik Kaisar Cina Cin Lung yang berkuasa dari tahun 1736-1790. Sehingga hubungan VOC dan Cina tetap baik. Akan tetapi pengaruh peristiwa itu sampai ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah Belanda sendiri tidak tinggal diam. Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier akhirnya diperiksa dan ditahan di Stadshuis Batavia dari tahun 1742-1750.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Belanda kemudian menunjuk Baron Van Imhoff sebagai Gubernur Jendral pada tahun 1743. Dia kemudian membujuk orang-orang Cina untuk kembali dan membuka usaha di Batavia. Disini mereka ditempatkan dalam sebuah kampung yang sekarang dikenal sebagai kawasan Glodok, Jakarta Barat. Di perkampungan ini tentara VOC secara rutin menjaga keamanan mereka agar tidak terjadi lagi pembantaian atau pembunuhan terhadap etnis Cina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tidak itu saja, Baron Van Inhoff yang berkuasa sampai tahun 1750 kemudian melarang pembangunan rumah dari bahan bambu dan atap rumbia. Rumah model ini yang dimiliki orang Cina memang cepat sekali terbakar ketika terjadi peristiwa pembantaian. Selain itu dia juga mendatangkan petani dari Belanda untuk membuka dan mengelola perkebunan di sekitar Batavia, seperti Bogor, Karawang, dan daerah Priangan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Beberapa tahun setelah peristiwa oktober kelabu 1740, orang-orang Cina kembali mendominasi sektor perdagangan dan industri di Batavia. Mereke mencoba menghapus kejadian memilukan yang menelan korban ratusan jiwa etnis Cina tersebut. Sejatinya peristiwa itu dipicu oleh meningkatnya jumlah penduduk Cina yang mengkhawatirkan pembesar VOC lainnya. Memang ketika itu ada 4000 orang Cina yang bermukim di Batavia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Mereka melihat diantara orang-orang Cina pendatang itu, tidak semuanya jago dagang dan berkebun, tetapi ada diantara mereka yang menganggur. Angka pengangguran yang tinggi menyebabkan mencuatnya tindak kriminalitas, seperti pencurian, perampokan dan pembunuhan yang korbannya tidak hanya warga pribumi namun juga Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pimpinan VOC kemudian membuat aturan yang membatasi kedatangan orang-orang Cina di Batavia. Selain itu juga memperketat peran orang Cina baik yang sudah lama menetap maupun yang baru datang. Ketentuan ini membuat resah orang Cina, dimana mereka kemudian membentuk laskar-laskar sipil. Dari sini syak wasangka antara VOC dan warga Cina semakin kental, sehingga timbul konflik antara tentara Belanda dengan laskar sipil Cina. Sampai akhirnya pada tanggal 10 Oktober 1740, Gubernur Jendral Adriaan Valckenier memerintahkan pembunuhan terhadap warga Cina di batavia. (U. Widyanto)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7328075274205467893?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7328075274205467893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/pembantaian-terhadap-orang-orang-cina_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7328075274205467893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7328075274205467893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/pembantaian-terhadap-orang-orang-cina_29.html' title='PEMBANTAIAN TERHADAP ORANG-ORANG CINA DI BATAVIA 10 OKTOBER 1740 ( TULISAN KEDUA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8743593168942506425</id><published>2009-05-26T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T07:13:03.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pembantaian Terhadap Orang-Orang Cina'/><title type='text'>PEMBANTAIAN TERHADAP ORANG-ORANG CINA DI BATAVIA 10 OKTOBER 1740 ( TULISAN PERTAMA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Pembunuhan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Shv3f8LqcJI/AAAAAAAAAUM/fNY9cXPsXTg/s1600-h/HEMW01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Shv3f8LqcJI/AAAAAAAAAUM/fNY9cXPsXTg/s200/HEMW01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340133911280906386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;e&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;rha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;ap orang-orang Cina tidak hanya terjadi di era Orde Lama dan Orde Baru saja, namun juga di masa VOC&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt; B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;elanda. Hal itu terjadi pada tanggal 10 Oktober 1740, ketika Gubernur Jendral Valckenier berkuasa di B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;tavia. Dia memerintahkan tentara Kompeni Belanda untuk membunuh orang-orang Cina yang ada di dalam pen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;jara dan rumah sakit.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Tidak hanya itu, tentara dan pegawai VOC ternyata bertindak sewenang-wenang dan di luar batas peri kemanusiaan. Mereka merampok serta membakar rumah dan toko-toko orang Cina. Banyak sekali orang Cina di Batavia yang dibunuh, dianiaya, dan diperkosa. Alhasil kota Batavia dan sekitarnya menjadi kacau balau karena ada perlawanan dari warga Cina. Dalam sejarah, peristiwa itu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;dikenal sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;"Pembantaian Orang-Orang Cina"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt; dan orang Belanda menakannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Chinezenmoord&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Akar penyebab terjadinya peristiwa yang memilukan itu karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;meledaknya jumlah orang Cina di Batavia. Memang sejak Jan Pieters Zoon Coen menjadi Gubernur Jendral dan merebut Batavia, ia mengimbau agar orang-orang Cina membangun kota tersebut. Tak ayal, ada 800 orang Cina yang bermukim di sini, dan diantara mereka ada yang diberi pimpinan atau kepala sendiri yang diberi pangkat Kapten (Kapitein der Chineze atau Kapten Orang-Orang Cina).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Gubernur Jendral setelah Jan Pieters Zoon Coen juga memberi kesempatan luas bagi kiprah orang-orang Cina. Di masa Jacques Specx, orang Cina sangat puas atas penerimaan VOC, sehingga ketika akan mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur Jendral VOC, masyarakat Cina menganugerahinya medali emas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;"Sebagai tanda terima kasih dan kenangan selalu. Kami warga Cina Batavia membuat medali ini untuk Jacques Specx, Gubernur Jendral di Hindia Timur tokoh terkemuka dan pelindung kami", demikian tulisan yang terdapat dalam medali emas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Namun peningkatan jumlah penduduk Cina membuat khawatir para pembesar VOC lainnya. Mereka melihat diantara orang-orang yang pendatang itu, tidak semuanya jago dagang dan berkebun, tapi ada diantara mereka yang menganggur. Tak heran bila kemudian bermunculan kasus pencurian, perampokan, dan pembunuhan. Para penganggur ini tidak hanya menyerang warga pribumi tetapi juga warga Belanda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Pimpinan VOC kemudian membuat aturan yang membatasi kedatangan orang-orang Cina di Batavia. Bisa dipahami karena pada abad ke-17, diperkirakan ada 4000 orang Cina di batavia. Akan tetapi orang Cina menggunakan segala macam cara untuk lolos dari aturan tersebut, ada yang menyogok pegawai VOC ada pula yang membuat kekacauan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;VOC lalu membuat aturan untuk menangkap orang-orang Cina yang tidak mempunyai pekerjaan atau mata pencaharian, baik yang sudah memiliki ijin menetap apalagi yang tidak mempunyai surat tersebut. Kondisi panas tersebut menyebabkan terjadinya syak wasangka antara orang-orang Cina dan Kompeni Belanda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Ada kabar yang menyatakan bahwa orang-orang Cina yang ditahan dikirim sebagai budak ke Ceylon (Srilangka). Desas-desus itu menyebutkan mereka dipekerjakan sebagai pengupas kulit kayu manis dan banyak yang mati sehingga dibuang ke laut oleh VOC. Tak ayal warga Cina membentuk kelompok-kelompok atau laskar yang terdiri dari 50-100 orang. kabar lain menyebutkan bahwa orang Cina sudah bersatu untuk menyerbu VOC.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-family:times new roman;" &gt;Di Tangerang pecah konflik terbuka antara pasukan VOC dengan laskar Cina. Dan pada tanggal 8 Oktober 1740, warga Cina yang tinggal di pinggir kota mulai menyerang Batavia. Pembesar Belanda marah dan punya alasan logis, mereka kemudian melakukan penyerangan terhadap warga Cina di Batavia dan daerah pinggiran. Terjadilah pembantaian massal orang Cina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8743593168942506425?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8743593168942506425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/pembantaian-terhadap-orang-orang-cina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8743593168942506425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8743593168942506425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/pembantaian-terhadap-orang-orang-cina.html' title='PEMBANTAIAN TERHADAP ORANG-ORANG CINA DI BATAVIA 10 OKTOBER 1740 ( TULISAN PERTAMA )'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/Shv3f8LqcJI/AAAAAAAAAUM/fNY9cXPsXTg/s72-c/HEMW01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8998342898618189312</id><published>2009-05-19T06:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T07:55:35.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wangsa Syailendra'/><title type='text'>MISTERI WANGSA SYAILENDRA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tidak saja Mata&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/ShLGuyKA3pI/AAAAAAAAAUE/3XYoSFG_rIc/s1600-h/borobudur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/ShLGuyKA3pI/AAAAAAAAAUE/3XYoSFG_rIc/s200/borobudur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337547015427514002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ram&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Kuno yang hingga kini masih misterius, baik tempat maupun wilayahnya, tetapi Wangsa Syailendra yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;perkirakan membangun Candi Borobudur pun hingga kini masih menjadi misteri. Dari catatan beberapa ahli, W&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;angsa Syailendra dianggap suatu wangsa Sriwijaya yang telah menaklukkan sebagian Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut keterangan Coedes dan N.J Kroom (Sejarawan Belanda), sumber tertulis dalam prasasti Ligor yang berangka tahun 775 Saka, muka B, menggambarkan suasana kemenangan seorang raja bergelar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Sri Maharaja, karena ia adalah keluarga Syailendra. Sisi A prasasti itu berisi 10 syair &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sansekerta yang memperingati pendirian tempat suci Mahayana oleh raja Sriwijaya. Baik Kroom maupun Coedes menyamakan raja Sriwijaya yang dimuat di muka A dengan raja Syailendra yang disebut di muka B, dan kemudian menyimpulkan bahwa Syailendra memerintah Sriwijaya pada tahun 775 dan memerintah di Jawa pada tahun yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Teori Majumdar menyebut bahwa Syailendra berasal dari India. Kemudian K.A. Nilakanta Sastri pada tahun 1935 berpendapat bahwa karena gelar Syailendra berarti "Raja Gunung " yang biasa dipakai Ciwa dan wangsa Padnya di India selatan menyatakan diri sebagai keturunan Dewa dan memakai gelar "Minankita Sailendra", maka wangsa Syailendra mungkin berasal dari India selatan. Sementara menurut catatan ENI mengutip Coedes, Syailendra berasal dari Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Coedes cenderung pada pendapat bahwa raja-raja gunung ini mungkin merupakan suatu kebangkitan kembali pemakaian gelar raja-raja Funan, karena sedikit banyak menjalin hubungan nyata dengannya, dengan tujuan untuk menuntut kekuasaan politik dan teritorial yang terkandung dalam gelar itu.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pandangan mereka tentang sejarah  diikuti sejumlah ekspedisi di daratan Indocina. Pada tahun 767 Babad di Vietnam mengatakan Gubernur Cina di Tonkin diserang pasukan yang terdiri atas orang Jawa dan orang-orang Pulau Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada tahun 774 sebuah Candi Cham dihancurkan pelaut-pelaut asing berwajah mengerikan, hitam, dan buruk. Kemudian pada tahun 787 penyerbu-penyerbu dari laut yang diduga berasal dari Jawa menghancurkan bangunan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada pertengahan kedua abad ke-7 Wangsa Syailendra dari Jawa menuntut kekuasaan atas Kamboja. Tetapi bukti yang menyatakan wangsa itu berasal dari Funan sangat kurang, sehingga tidak ada alasan lain untuk menduga bahwa wangsa ini berasal bukan dari Jawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Menurut penulis Sudiyono, di Jawa sendiri tidak menunjuk adanya dokumen tertulis antara prasasti Purnawarman abad ke-5 dan prasasti Sansekerta tahun 732 di tempat suci Ciwa di Canggal, sebelah tenggara Borobudur. Prasasti Sansekerta ini menyebut bahwa seorang Raja Sanjaya mendirikan sebuah lingga di Kunjarakunja di Pulau Jawa yang kaya akan padi-padian dan emas. Karena Jawa tidak menghasilkan emas, dicoba menyamakannya dengan suatu tempat di Semenanjung Melayu. Tetapi Stutterheim menunjukkan bahwa Kunjarakunja itu adalah nama tempat Sanjaya mendirikan tempat suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sanjaya Raja pendiri Kerajaan Mataram Kuno itu muncul juga dalam prasasti berikutnya yang diketemukan Stutterheim di Kedu, Jawa Tengah. Catatan berharga berangka tahun 907 ini berisi daftar pengganti-penggantinya yang memerintah kemudian. Delapan raja berturut-turut semua memakai gelar Sri Maharaja. Sanjaya yang digantikan oleh Pancapana Panangkaran yang memerintah tahun 778, digambarkan sebagai seorang Syailendra pada prasasti Kalasan yang memperingati pendirian candi sebagai tempat suci bagi Dewi Budha, yaitu Dewi Tarra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dari catatan orang-orang Cina dikatakan antara tahun 742 dan 755 ibukota "Ho-Ling" (Mataram) dipindahkan agak ke Timur oleh raja "Ki-yen" yang disamakan dengan Gajayana, pendiri sebuah tempat suci di Dinyo, Jawa Timur, pada tahun 760. Sejak itu telah dicapai kesimpulan bahwa Syailendra yang Budha telah mengusir Wangsa Sanjaya yang Siwa dari Jawa Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jadi daftar raja-raja pada prasasti Balitung itu bukan catatan raja-raja pengganti wangsa yang sama, tetapi suatu catatan raja-raja Jawa Tengah yang diatur secara berurutan. Ini menunjukkan bahwa sepanjang bukti sejarah yang berkeping-keping yang ada, Syailendra muncul sebagai raja yang berkuasa di Jawa sekitar pertengahan abad ke-8 dan selama masa masa pertengahan kedua abad itu meluaskan kekuasaannya ke bagian tengah pulau itu. Sementara pada waktu yang sama ia mencoba memperkuat pengawasannya atas bagian Semenanjung Indocina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kini kerajaan kuno Mataram ada di Jawa Tengah dan Sanjaya sebagai rajanya disimpulkan sebagai Maharaja atau Syailendra. Lagipula Syailendra penganut Siwa bukan Budha. Lalu apakah Syailendra berkuasa di Jawa atau di Sriwijaya, dan apakan Syailendra Budha atau Siwa, hingga saat ini tampaknya masih misterius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dari catatan Stutterheim cucu Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan Mataram dari Poh Pitu di Jawa Tengah ke Watugaluh, daerah antara Gunung Semeru dan Gunung Wilis di Jawa Timur, maka berakhirlah pemerintahan Mataram di Jawa Tengah. Mpu Sindok seolah-olah merupakan pendiri dinasti baru, meskipun ia sendiri masih tetap tidak mau melepaskan hubungan dengan raja-raja yang memerintah di Jawa Tengah sebelumnya. pemindahan ini menurut ahli geologi juga lantaran akibat meletusnya Gunung Merapi pada tahun 1006 (Sugeng WA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-8998342898618189312?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/8998342898618189312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/misteri-wangsa-syailendra.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8998342898618189312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/8998342898618189312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/misteri-wangsa-syailendra.html' title='MISTERI WANGSA SYAILENDRA'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/ShLGuyKA3pI/AAAAAAAAAUE/3XYoSFG_rIc/s72-c/borobudur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-7723375171419271245</id><published>2009-05-08T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T10:12:16.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaman Pendudukan Jepang Di Indonesia 1942-1945'/><title type='text'>JAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA  1942 - 1945 (TULISAN KEDUA)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;D. Penerapan Politik Penjajahan Jepang Di Indonesia&lt;/span&gt; &lt;ol  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Membekukan kekuatan-kekuatan politik bangsa Indonesia. Pelanggaran terhadap aturan tersebut sanksinya sangat berat dan Pemerintah Militer Jepang menerapkan garis politik dan sistem Fasisme sebagai satu-satunya yang harus dianut. Sebagai doktrin politik, Jepang mempropagandakan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Gerakan 3 A ( Jepang Cahaya Asia, Jepang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Asia ) &lt;/span&gt;yang dipimpin oleh Mr. Syamsudin (seorang nasionalis Indonesia yang kurang terkenal). Propaganda Jepang lewat Gerakan 3 A tersebut tidak berhasil karena rakyat Indonesia sudah sangat kecewa terhadap Jepang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membentuk &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Komisi Penyelidik Adat Istiadat dan Tata Negara&lt;/span&gt; tanggal 8 November 1942 tetapi komisi ini juga mengalami kegagalan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membentuk sebuah badan bernama&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; PUTERA ( Pusat Tenaga Rakyat )&lt;/span&gt; pada tanggal 9 Maret 1943 yang dipimpin oleh 4 Serangkai ( Ir. Soekarno, Drs. Moehammad Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan H. Mas Mansoer ). Awal tahun 1944 PUTERA dibubarkan karena Jepang curiga badan tersebut dimanfaatkan oleh para pimpinan Indonesia untuk memberi pengertian cita-cita kemerdekaan kepada rakyat Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membentuk badan dengan nama &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Jawa Hookokai ( Himpunan Kebaktian Jawa )&lt;/span&gt; yang merupakan badan setengah resmi dalam susunan Pemerintah Militer Jepang. Badan ini merupakan peleburan dari Tonarigumi (RT), Fujinkai (Organisasi Wanita), Kakyo Sokai (Golongan Cina), dan Tai Iku Kai (Perkumpulan Olahraga). Tugas badan ini adalah mengumpulkan segala kebaktian rakyat Indonesia kepada Jepang. Para tokoh pergerakan nasional Indonesia diberi jabatan tinggi di pemerintahan sehingga mereka merasa tidak bebas dan komunikasinya dengan rakyat dibatasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membentuk organisasi-organisasi kepemudaan yang bersifat setengah militer untuk membantu tentara Jepang melawan tentara Sekutu, yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Seinendan (Barisan Pemuda) da&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;n Kaibodan (Barisan Bantu Polisi)&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membentuk tentara bantuan, yaitu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Heiho (Membantu Jepang di medan perang) dan PETA (Pembela Tanah Air)&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dibentuknya MIAI (Majelis Islam A'la Indonesia) yang nantinya diubah namanya menjadi Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) untuk menarik hati umat Islam dan mengimbangi kekuatan kaum nasionalis sekuler. MIAI adalah organisasi bercorak politik yang diijinkan berdiri oleh Pemerintah Militer Jepang di Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;E. Penderitaan Rakyat Indonesia&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Rakyat Indonesia dipaksa untuk menuruti segala keinginan Jepang karena sikap kejam dari Kempetai (Polisi Militer Jepang). Kewajiban-kewajiban kepada Jepang adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Keharusan menyetor padi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;segala perhiasan dirampas Jepang dengan alasan untuk dana perang&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Romusha (Kerja Paksa/Kerja Rodi) untuk keperluan militer Jepang dengan tugas membuat jalan, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRk8wD60HI/AAAAAAAAATc/ox4xK3BB8Jw/s1600-h/romusha-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 49px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRk8wD60HI/AAAAAAAAATc/ox4xK3BB8Jw/s200/romusha-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333498853569777778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lapangan terbang, goa perlindungan, jembatan, dan lain-lain. Para Romusha selain dipekerjakan di Indonesia juga dipekerjakan di negara-negara jajahan Jepang seperti Burma/Mynmar dan Malaysia&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jugun Ianfu (wanita yang dipekerjakan untuk memenuhi kebutuhan seks para serdadu Jepang).&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRjnPqqN6I/AAAAAAAAATM/c8E53fZ4WRc/s1600-h/fujingkau-02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 60px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRjnPqqN6I/AAAAAAAAATM/c8E53fZ4WRc/s200/fujingkau-02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333497384585017250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Para wanita Jugun Ianfu ini berasal dari berbagai kawasan yang menjadi jajahan Jepang seperti Indonesia, Philipina, Korea.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;F. Perlawana&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;n Terhadap Jepang Oleh bangsa Indonesia&lt;/span&gt; &lt;ol  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Per&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRiriPIJuI/AAAAAAAAAS8/xkzePauempo/s1600-h/syahrir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 56px; height: 42px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRiriPIJuI/AAAAAAAAAS8/xkzePauempo/s200/syahrir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333496358777661154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;lawanan Bawah Tanah&lt;/span&gt;, dipimpin oleh Mr. Soetan Syahrir dan Mr. Amir Syarifoeddin, yaitu dengan sabotase terhadap kepentingan Jepang, penerangan kepada rakyat tentang kemerdekaan, dan mencari berita luar negeri tentang perkembangan Perang Dunia II.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Perlawanan Politik&lt;/span&gt;, dilakukan oleh kaum nasionalis yang diwujudkan dalam Piagam Jakarta (Jakarta Charter) tanggal 22 Juni 1945.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;rla&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRiLgikJUI/AAAAAAAAAS0/TT5DPaSmADo/s1600-h/180px-zainal-mustafa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 70px; height: 67px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRiLgikJUI/AAAAAAAAAS0/TT5DPaSmADo/s200/180px-zainal-mustafa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333495808566502722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;wanan Sosial&lt;/span&gt;, muncul dari kelompok agama khususnya Islam sebab penghormatan kepada Tenno Heika (Kaisar Jepang) setiap hari dengan jalan membungkukkan badan ke arah timur dianggap sebagai penyimpangan agama karena kiblat umat Islam adalah kearah Ka'bah (barat). Pimpinan perlawanan sosial antara lain Tengkoe Abdoel Djalil dari Aceh, K.H. Zaenal Moestafa dari Tasikmalaya dan H. Mandrias dari Indramayu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Perla&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRhn_ENpII/AAAAAAAAASs/kYGnnJu46QI/s1600-h/supriyadi.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 71px; height: 66px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRhn_ENpII/AAAAAAAAASs/kYGnnJu46QI/s200/supriyadi.thumbnail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333495198285407362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;wanan Militer&lt;/span&gt;, dilakukan oleh kelompok PETA (Pembela Tanah Air) dengan pimpinan perlawanan antara lain Soepriyadi di Blitar, Jawa Timur dan  Teuku Hamid di Aceh.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;G. Dampak-Dampak Pendudukan Jepang Bagi Bangsa Indonesia&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Dampak Negatif&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Korban jiwa rakyat Indonesia akibat Romusha&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Penderitaan rakyat Indonesia akibat seluruh sumber daya alam diangkut oleh Jepang dengan alasan untuk persiapan Perang Asia Timur Raya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rusaknya mental karena korupsi demi memenuhi kebutuhan akan pangan dan kemiskinan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Hilangnya harta benda karena keharusan menyerahkan seluruh hak milik rakyat guna modal perang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagian wanita Indonesia dijadikan sebagai Jugun Ianfu oleh Jepang&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ol style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Dampak Positif&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Pendidikan bagi bangsa Indonesia (sekolah terbuka untuk semua golongan/umum)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: times new roman;"&gt;Rasa kebangsaan berkembang pesat&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Mengetahui sistem pemerintahan yang baik karena dilibatkannya bangsa Indonesia dalam pemerintahan termasuk dapat menduduki jabatan tinggi dalam pemerintahan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Perkembangan bahasa Indonesia yang pesat karena bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa resmi di kantor, sekolah, dan buku-buku.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pendidikan milite&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRkLKyCTrI/AAAAAAAAATU/dAYZ_VQnBWc/s1600-h/gatot_subroto_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 180px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRkLKyCTrI/AAAAAAAAATU/dAYZ_VQnBWc/s200/gatot_subroto_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333498001749069490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;r terhadap pemuda-pemuda Indonesia baik dalam PETA maupun HEIHO. Ini merupakan modal penting merebut kemerdekaan. Perwira-perwira didikan Jepang nantinya banyak yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;menduduki jabatan militer paska kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8641038848749024900-7723375171419271245?l=goenaar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goenaar.blogspot.com/feeds/7723375171419271245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/jaman-pendudukan-jepang-di-indonesia_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7723375171419271245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8641038848749024900/posts/default/7723375171419271245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goenaar.blogspot.com/2009/05/jaman-pendudukan-jepang-di-indonesia_08.html' title='JAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA  1942 - 1945 (TULISAN KEDUA)'/><author><name>Gunawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10842454334659311709</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SwzXphTOhWI/AAAAAAAAAaA/Xi7VcovKu6k/S220/08072009411.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgRk8wD60HI/AAAAAAAAATc/ox4xK3BB8Jw/s72-c/romusha-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8641038848749024900.post-8185650562622611302</id><published>2009-05-07T06:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T07:48:56.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaman Pendudukan Jepang Di Indonesia 1942-1945'/><title type='text'>JAMAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA  1942 - 1945 (TULISAN PERTAMA)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;A. Masuknya Kekuasaan Jepang Di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jepang pada awal&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgLyGUg1k0I/AAAAAAAAASc/v8vd6b67jg0/s1600-h/meiji.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 123px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a0p5zDkdWOA/SgLyGUg1k0I/AAAAAAAAASc/v8vd6b67jg0/s200/meiji.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333091099159663426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; abad ke-20 memperoleh kemajuan pesat di berbagai bidang berkat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;Restorasi Meiji &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(Modernisasi Jepan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; yang dicanangkan oleh Kaisar Mutsuhito / Meiji) setelah Politik Isolasi Jepang (1638-1868) berakhir. Politik Isolasi Jepang berakhir setelah armada Angkatan Laut Amerika Serikat dibawah pimpinan Laksamana AL Perry berhasil memaksa Jepang membuka isolasinya terhadap dunia luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Akibat kemajuan yang dicapai Jepang pa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;da awal abad ke-20, industrialisasinya berkembang dengan pesat serta diikuti pertumbuhan penduduk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;yang pesat pula. Hal tersebut t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ernyata menimbulkan masalah karena wilayah Jepang kecil, tandus, dan kebanyakan berupa pegunungan sehingga tidak menguntungkan bagi pertanian. Jepang berusaha memecahkan masalah tersebut dengan dua cara, yaitu :&lt;/span&gt; &lt;ol style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Memperluas industrialisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan Emigrasi (Perpindahan Penduduk)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kebijakan Pemerintah Jepang diatas  nantinya melahirkan Politik Imperialisme. Amerika Serikat dan Australia menutup negaranya bagi emigrasi orang Jepang (The White Policy) karena khawatir akan dampak buruk bagi ketenagakerjaan mereka. Jepang lalu melakukan politik ekspansi dengan jalan merebut wilayah-wilayah di sekitar Jepang antara lain Semenanjung Korea dan Cina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kemenangan Jepang atas Rusia dalam Perang jepang-Rusia tahun 1905 memberikan semangat untuk melakukan politik imperialisme dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;peperangan. Disamping itu usaha lain dilakukan dengan jalan melaksanakan hubungan persahabatan dengan bangsa-bangsa Asia lainnya (Semangat atau Gerakan Pan Asia). Gerakan Pan Asia berdasarkan p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;ada dokumen rahasia (Tanaka Memorial) yang disampaikan kepada kaisar Hirohito. Tanaka Memorial menjadi suatu doktrin dengan nama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Hakko I Ciu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; dan merupakan dasar lahirnya propaganda Jepang menguasai Asia. Doktrin tersebut berisi "Jepang memikul tugas suci memimpin bangsa-bangsa di Asia Timur dan akan disusun dalam suatu lingkungan Persemakmuran Asia Timur Raya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Amerika Serikat menyatakan bahwa ekspansi Jepang itu dengan sebutan Bahaya Kuning, oleh karena itu Amerika Serikat bersama-sama dengan sekutunya membentuk Front ABCD ( Amerika Serikat, British/Inggris, Cina, dan Dutch/Belanda). Menghadapi kenyataan tersebut, Jepang lalu melakukan propaganda Pan Asia serta persemakmuran bersama A
